Negosiasi Gaji Saat Wawancara Kerja

Negosiasi Gaji Saat Wawancara Kerja

  Senin, 23 July 2018 10:46

Berita Terkait

Setiap orang pasti menginginkan gaji yang besar saat bekerja di sebuah perusahaan. Namun, kebanyakan masih segan atau takut menyampaikan pendapatan yang diinginkan saat melakukan wawancara kerja. Alhasil, gaji yang didapatkan cenderung bertahan dan sulit naik meski sudah bertahun-tahun bekerja. 

Oleh : Ghea Lidyaza Safitri

Tahapan melamar pekerjaan demi mendapatkan pekerjaan yang layak tak hanya terhenti pada proses mengirim surat lamaran. Ada tahapan lainnya yang harus dijalani ketika surat lamaran diterima, seperti mengikuti psikotes dan wawancara. 

Terkadang banyak yang tak mempersiapkan diri saat tahapan wawancara. Apalagi ketika ditanya tentang nominal gaji yang diinginkan. Akhirnya menerima begitu saja jumlah penghasilan yang diberikan perusahaan. 

Dosen Ekonomi Islam IAIN Pontianak, Nia Zulinda,S.EI., M.A menuturkan negosiasi penghasilan sangat penting untuk menentukan seberapa besar penghargaan yang pantas diterima dari perusahaan atau instansi tempat bekerja. Negosiasi dilakukan agar calon pekerja mendapatkan penghasilan sesuai dengan pekerjaan yang akan dijalani nantinya.

"Hal ini dikarenakan penghasilan atau gaji diterima berdasarkan pikiran, waktu, dan tenaga yang didedikasikan untuk perusahaan atau instansi selama hari kerja," ujarnya.

Saat akan menghadapi sesi wawancara, penting bagi para calon pekerja untuk mencari tahu kisaran penghasilan yang diterima oleh karyawan di tempat kerja tersebut. Bisa dengan bertanya kepada karyawan yang telah bekerja di sana. Atau, bertanya pada karyawan di perusahaan atau instansi lain yang bergerak di bidang yang sama. 

Pengetahuan ini menjadi modal calon pekerja untuk mengetahui standar penghasilan di perusahaan atau instansi tersebut.

"Dengan begitu, seseorang bisa menetapkan nominal penghasilan yang diinginkan di atas standar yang ada," tutur Nia.

Meski begitu, proses negosiasi antara yang sudah memiliki pengalaman bekerja dengan fresh graduate sedikit berbeda. Melakukan negosiasi bagi seseorang yang sudah berpengalaman kerja memiliki peran penting untuk mendapatkan penghasilan yang lebih baik.

Pengalaman kerja dapat dijadikan alat pendongkrak bagi calon pekerja untuk menaikkan angka penghasilannya ke tingkat yang lebih tinggi. Biasanya, pelamar dengan pengalaman kerja memiliki kesempatan untuk mendapatkan penghasilan yang lebih tinggi, dibandingkan fresh graduate.

Bagi pelamar fresh graduate yang berkeinginan meningkatkan penghasilannya menjadi di atas standar, diharapkan dapat lebih ‘menjual' dirinya sendiri dengan memaparkan kelebihan-kelebihan yang dimiliki untuk lebih meyakinkan perusahaan atau instansi. Pelamar fresh graduate dapat menawar nominal penghasilan yang ditentukan oleh perekrut, apabila kurang sesuai dengan harapannya.

Nominal yang ditambahkan pada kisaran 10 sampai dengan 20 persen, tetapi nominal harus tetap rasional. Jika nominal yang diberikan perekrut sudah mentok, cobalah bertanya mengenai kompensasi lain. Mungkin bisa saja mendapat kompensasi di luar penghasilan utama, seperti uang bensin, uang makan, dan lainnya.

Nia mengatakan tak ada salahnya saat proses wawancara berlangsung, pelamar yang telah memiliki pengalaman kerja diperbolehkan langsung menetapkan nominal yang diinginkan terlebih dahulu. Berikan nominal kira-kira dua kali lipat nominal penghasilan yang  didapatkan di perusahaan atau instansi sebelumnya.

Sedangkan, pelamar fresh graduate akan lebih baik menunggu perekrut menawarkan nominal penghasilan terlebih dahulu.

Ulangi lagi nominal yang perekrut tawarkan untuk memastikan bahwa tak salah dengar. Cobalah untuk memberi jeda seakan-akan sedang berpikir tentang banyak hal mengenai nominal tersebut. Hal ini dapat memicu perekrut untuk menaikkan nominal yang ditawarkan sebelumnya.

Nia menambahkan, jika pelamar masih ragu atau bimbang memutuskan apakah akan melakukan proses negosiasi atau tidak, tak ada salahnya pelamar untuk mengajak keluarga atau orang terdekat berdiskusi, terutama bagi yang sudah berumah tangga. Nia menyarankan sebisa mungkin membicarakan hal ini dengan pasangannya (suami atau istri).

"Tujuannya untuk menghitung apakah penghasilan yang akan diterima dapat memenuhi keperluan rumah tangga dan hal-hal lainnya," pungkasnya.**

Berita Terkait