Narkoba Sudah Masuk Desa

Narkoba Sudah Masuk Desa

  Rabu, 24 April 2019 11:18
BIMTEK: Sejumlah masyarakat penggiat anti narkoba sedang merumuskan sejumlah program untuk mengedukasi masyarakat agaar terhindar dari kasus penyalahgunaan narkotika

Berita Terkait

SUNGAI RAYA – Berdasarkan pantauan di lapangan, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kubu Raya, Rudolf Manurung mengatakan saat ini hampir disetiap desa di Kubu Raya ditemukan kasus penyalahgunaan narkoba. 

“Untuk sementara waktu memang belum ada survei, namun dari hasil kami melakukan kunjungan dari berbagai desa, bisa dibilang tidak ada desa yang tidak luput dari kasus penyalahgunaan narkotikanya,” katanya disela-sela Bimbingan Teknis Masyarakat Penggiat Anti Narkoba, Selasa (23/4) di Gardenia Resort and Spa Kubu Raya.  

Rudolf menambahkan dari hasil penelitian dan  pengungkapan sejumlah kasus, penyelundupan  narkotika saat ini sekitar 80 persen dilakukan melalui jalur perairan. Artinya, setiap daerah yang dilalui dengan jalur air kata dia bisa dibilang sangat rentan disusupi atau peredaran gelap narkoba.

Dibeberapa tempat, kata dia semakin rutin pihaknya melakukan sosialisasi mengenai bahaya naarkoba, namun tidak memberikan perubahan berarti. “Kami lihat pantauan di lapangan, setelah diberikan sosialisasi, hasilnya tidak memberikan dampak penurunan penyalahgunaan narkoba, namun angkanya penyalahgunaannya masih saja,” jelasnya. 

Rudolf menilai fenomena saat ini, kasus penyalahgunaan narkoba seperti ngelem dan menggunakan sabu dikalangan remaja termasuk pelajar merupakan hal yang biasanya. Adapun faktor yang membuat kasus penyalahgunaan narkoba dikalangan remaja tersebut mudah terjadi, kata Rudolf salah satunya dipicu dari penyalahgunaan kemajuan teknologi dan IT termasuk penggunaan gadget yang kebablasan. 

“Dengan pergaulaan yang semakin terbuka, ditambah kemajemukan, kurangnya pengawasam orang tua, membuat para remaja semakin mudah mencari tahu sendiri tentang narkoba melalui gadget yang mereka miliki.  Karenanya penting peran semua pihak terutama pihak keluarga dan orang tua untuk mengawasi anaknya agar terhindar dari bahaya narkoba ini,” ucapnya. 

Selain menjalankan sejumlah program edukasi dan sosialisasi mengenai bahaya narkoba, kata Rudolf, untuk menekan kasus penyalahgunaan narkoba di Kubu Raya saat ini pihaknya juga melakukan strategi pemberdayaan masyarakat dengan membentuk masyarakat pegiat anti narkoba. Nantinya kata dia, Masyarakat penggiat anti narkoba ini diharapkan bisa terjun langsung dan memberikan edukasi labih optimal bagi masyarakat lainnya dan berperan serta dalam upaya pencegahan, pemberantasan dan rehablilitasi terhadap kasus penyalahgunaan narkoba. 

“Jadi kami latih sejumlah penggiat narkoba yang berasal dari sejumlah kalangan masyarakat, mulai dari pemuda, ibu-ibu dan sejumlah kalangan lainnya, dengan tujuan nanti mereka bisa lebih maksimal memberikan sosialisasi dan edukasi bagi masyarakat untuk menghindari bahkan mengatasi masalah yang berkaitan dengaan penyalahgunaan narkoba,” paparnya. 

Berdasarkan diskusi yang digelar,  sejumlah penggiat anti narkoba juga berencana membuat penyuluhan tentang bahaya narkoba melalui pementasan drama tentang bahaya narkotika. “Saya lihat kalau hal ini bisa direalisasikan, maka mungkin saja bisa lebih efektif untuk mengedukasi sekaligus mensosialisasikan masyarakat agar membentengi diri dari bahaya narkotika. Kegiatan ini rencananya akan kami sinergikan dengan hari anti narkoba,” pungkasnya. (ash) 

 
 

Berita Terkait