Napi Jual Sabu Antarlapas

Napi Jual Sabu Antarlapas

  Rabu, 2 December 2015 08:53
TERSANGKA: Anggota BNN Kalbar menunjukkan tersangka dan barang bukti berupa dua bungkus sabu yang diamankan dari pengungkapan jaringan peredaran narkotika antarlembaga pemasyarakatan di Kalbar. ARIEF NUGROHO/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

PONTIANAK - Badan Narkotika Nasional Kalimantan Barat membongkar jaringan peredaran narkotika antarlembaga pemasyarakatan di daerah ini. KM, narapidana kasus narkotika di Lapas Klas IIB Ketapang diketahui memesan sabu dari seseorang narapidana di Lapas Klas IIA Pontianak.

Jaringan itu terbongkar setelah Bidang Penindakan BNN Kalbar menerima informasi adanya pengiriman sabu di kantor Kalstar, Jalan Tanjungpura, Pontianak pada 14 November 2015. Untuk memastikan kebenaran informasinya tersebut, tim melakukan penyelidikan. Sekira pukul 13.20, datang seorang laki-laki berinisial PD membawa paketan sebuah amplop coklat yang berisikan sabu.

Setelah dilakukan penggeledahan ditemukan barang bukti berupa dua plastik klip transparan berukuran sedang berisi bubuk kristal yang diduga sabu. Saaat dilakukan interogasi terhadap tersangka, tersangka mengaku narkoba tersebut  akan dikirim kepada seseorang berinisial KM, narapidana di Lapas Klas IIB Ketapang."Kami langsung melakukan pengembangan kasus dengan cara controlled delevery ke Lapas Klas IIB Ketapang untuk mengungkap jaringan itu," kata Kasi Intel BNN Kalbar Kompol Sukadi, Selasa (1/12).

Pada 15 November 2015 sekira pukul 09.50, tim BNN Kalbar mengikuti paket narkotika ke kantor Star Cargo Jalan MT Haryono Kecamatan Delta Pawan, Ketapang. Setelah dilakukan penyelidikan, paket tersebut diambil oleh seseorang berinisial YN."Yang bersangkutan mengatakan paket tersebut milik KM di Lapas Klas IIB Ketapang, namun sebelum diserahkan ke KM, paket tersebut harus diserahkan ke anak kandung KM, SL di rumahnya di Gang Kamboja I Mulia Baru Delta Pawan, Ketapang," bebernya.

‎BNN Kalbar kembali melakukan pengembangan kasus ke SL di rumahnya dan melakukan penggeledahan. Di rumah tersebut, BNNP mengamankan barang bukti sabu diantaranya 1 klip plastik kecil berisi sabu, 1 buah HP, timbangan elektrik, alat hisap, korek api dan sejumlah uang tunai yang diduga hasil penjualan sabu."Uang tersebut merupakan hasil penjualan sabu atas perintah ayahnya di Lapas Klas IIB Ketapang," lanjutnya.
Tanggal 16 November 2015 sekitar pukul 09.15, BNN Kalbar melakukan penangkapan terhadap KM di Lapas Klas IIB Ketapang. Ia mengaku sabu tersebut ia pesan dari seorang narapidana berinisial GD yang berada di Lapas Klas IIA Pontianak. ‎KM merupakan narapidana kasus narkotika di Lapas Klas IIB Ketapang dengan vonis 13 tahun 8 bulan.Untuk proses penyidikan, barang bukti tersebut dimusnahkan dengan cara dilarutkan bersama campuran kimia, Selasa (1/12).Ditemui secara terpisah, KM mengakui terpaksa berbisnis narkoba dari balik jeruji karena faktor ekonomi. Saat ini KM telah menjalani proses hukuman selama 4 tahun dari total vonis 13 tahun 8 bulan di Lapas Klas IIB Ketapang.  

Pada kasus yang berbeda, Polresta Pontianak menggelar operasi lintas batas Kapuas 2015. Operasi yang dilaksanakan selama satu minggu menargetkan pengungkapan sindikat barang ilegal.Kabag Ops Polresta Pontianak, Kompol Dhani Chatra Nugraha mengatakan operasi tersebut dimulai sejak 1 sampai dengan 13 Desember. "Targetnya barang-barang ilegal asal luar negeri yang masuk ke Pontianak," kata Dhani, Selasa (1/12).Dia menjelaskan operasi kali ini melibatkan lima Polres yang wilayah hukumnya dekat dengan perbatasan antar negara. Seluruh barang ilegal yang masuk ke Pontianak seperti gula, sosis, daging, minuman akan menjadi target.

Dhani menuturkan di Pontianak para pelaku memasukan barang-barang ilegal melalui semua jalur.Mulai dari darat, air, hingga udara. "Jalan Trans Kalimantan,  jalur sungai di Pontianak Barat dan Pontianak Utara," ungkapnya.Barang-barang ilegal itu, lanjut dia, setelah dibawa oleh pemilik, maka akan langsung disuplai ke penampung. "Hari pertama pelaksanaan, tim sudah berhasil menangkap satu pelaku pembawa barang ilegal berhasil ditangkap," sambungnya.

Dhani menegaskan dalam rangka operasi kali ini, dipastikan mengedepankan penegakan hukum. "Target operasi tidak hanya pengirim tapi juga pengepul akan ditindak. Untuk penampung akan kami dalami. Dan tentu akan berkembang saat pelaksanaan lapangan," terangnya. Agar pengiriman barang ilegal tidak kecolongan, Dhani menambahkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Polres-polres yang ditunjuk sehingga para pelaku bisa termonitor geraknya. Dhani pun beharap kedepan semua petugas di seluruh pintu-pintu masuk yang menjadi akses pelaku kejahatan pangan. "Pelaku barang ilegal dikenakan undang undang pangan dengan ancaman pidana penjara lima tahun," pungkasnya. (arf/adg)

Ketika Sabu Dijual Antarlapas

* 14 November 2015
- BNN terima info pengiriman sabu di Kantor Kalstar, Pontianak.
- Pukul 13.20, datang PD membawa paketan berupa amplop coklat yang diduga berisikan sabu.
- Setelah digeladah, ditemukan dua plastik klip transparan berukuran sedang berisi bubuk kristal yang diduga sabu
- PD mengaku sabu akan dikirim kepada KM, napi di Lapas Klas IIB Ketapang
- BNN melakukan pengembangan kasus dengan controlled delevery ke Lapas Klas IIB Ketapang untuk mengungkap jaringannya

* 15 November 2015
- Pukul 09.50, BNN Kalbar mengikuti paket narkotika ke kantor Star Cargo, Ketapang
- Paket diambil YN, yang mengaku pesanan KM di Lapas Klas IIB Ketapang.
- Sebelum diserahkan ke KM, paket harus diserahkan ke, SL di rumahnya
- Rumah SL digeledah, ditemukan satu klip plastik kecil berisi sabu, satu buah handphone, timbangan elektrik, alat isap, korek api dan sejumlah uang tunai

* 16 November 2015
- Pukul 09.15, BNN Kalbar menangkap KM di Lapas Klas IIB Ketapang
- KM mengaku sabu dipesan dari GD, napi Lapas Klas IIA Pontianak
- ‎KM terlibat kasus narkotika dengan vonis 13 tahun 8 bulan

 

Berita Terkait