Napi Atur Pasar Sabu

Napi Atur Pasar Sabu

  Kamis, 2 Agustus 2018 15:06
NARKOBA: Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalbar membekuk pengedar narkoba jaringan Jakarta dan Palangkaraya, empat tersangka diamankan. ARIEF NUGROHO/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK - Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalbar membekuk pengedar narkoba jaringan Jakarta dan Palangkaraya yang diduga melibatkan seorang narapidana. Dalam penangkapan kali ini, polisi mengamankan empat tersangka dan barang bukti sabu sebanyak 770,93 gram. 

Direktur Reserse Narkoba Polda Kalbar Kombes Pol Purnama Barus mengungkapkan, penangkapan terhadap tersangka berawal dari informasi masyarakat terkait adanya pengiriman barang melalui jasa ekspedisi (JNE)  Jalan Gusti Hamzah, Pontianak. 

Dari informasi itu, pihaknya berhasil mengamankan seseorang bernama SP berikut barang buktinya berupa satu buah kotak tisu yang didalamnya terdapat satu buah baju dan satu kantong plastik putih yang terdapat tiga klip plastik kecil transparan berisi serbuk kristal seberat 304,6446 gram, diamankan juga satu buah kotak yang berisi serbuk kristal seberat 466,5329 gram.

"Pada 27 Juli 2018, kami mendapatkan informasi terkait pengiriman barang yang diduga narkoba melalui jasa ekspedisi. Setelah kami cek ternyata benar, kami berhasil mengamankan satu tersangka dan barang buktinya," kata Purnama Barus, dalam keterangan persnya, kemarin.

Dari penangkapan itu, pihaknya langsung melakukan pengembangan dengan control deliery secara terpisah, satu tim melakukan kontrol pengiriman dengan tujuan barang ke Jakarta namun tidak membuahkan hasil, sementara tim kedua mengontrol pengiriman dengan tujuan Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Setiba di Kota Palangkaraya, Kalteng tim melakukan koordinasi dengan petugas TIKI dan menghubungi nomor telepon sesuai pengiriman untuk menentukan tempat pertemuan.

Tim kemudian mendatangi lokasi sesuai perjanjian dengan penerima barang, tidak berselang lama, kemudian datang pengambil paket kiriman.

Saat penerima mendapatkan paket tersebut, tim langsung melakukan penyergapan terhadap pengambil paket dengan inisial RK.

Kemudian dilakukan pengembangan dan tim berhasil melakukan penangkapan terhadap sepasang suami isteri dengan inisial TF dan SN, yang dilanjutkan dengan penggeledahan di rumahnya. "Dari pengembangan itu kam berhasil mengamankan tiga orang, yakni RK, TF, serta SN yang ditangkap di Palangkaraya," jelasnya.

Dari hasil penggeledahan ditemukan satu buah sarung berwarna hitam yang didalamnya terdapat enam buah klip plastik transparan berisi serbuk kristal diduga sabu, dua buah timbangan digital berbentuk sendok panjang dan berbentuk remot mobil, beberapa buku rekening beserta ATM, buku catatan, handphone, klip plastik dan satu buah alat isap berupa bong.

Tersangka kemudian dibawa ke Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalbar untuk proses lebih lanjut. Dikatakan Barus, berdasarkan pengakuan tersangka, pengiriman narkoba tersebut melibatkan seorang narapidana di lembaga pemasyarakatan. Hanya saja, pihaknya masih akan melakukan pengembangan lebih jauh terkait hal itu.

"Pengakuanya pengiriman ini dikendalikan oleh seorang narapidana. Untuk nama sudah kami kantongi, tapi yang menjadi kendala, tersangka dan narapidana ini belum pernah bertemu. Mereka hanya berkomunikasi melalui handphone. itu yang menjadi kendala kami," bebernya.

Menurut Barus, narapidana tersebut berperan sebagai orang yang mengatur peredaran narkoba tersebut. 

"Jadi, napi ini lah mengatur kemana barang itu akan dikirim," terangnya. 

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 114 ayat 2 atau pasal 112 ayat 2 atau pasal 132 ayat 1, UU RI nomor 35 tahun 2009, tentang Narkotika, dengan ancaman pidana mati, pidana penjara seumur hidup, pidana penjara minimal enam tahun dan maksimal 20 tahun, serta pidana denda paling sedikit satu milyar, dan paling banyak Rp10 miliar.

Saat ini keempat tersangka telah ditahan di rumah tahanan Mapolda Kalbar. (arf) 
 

Berita Terkait