Nantikan Implementasi Roadmap E-commerce

Nantikan Implementasi Roadmap E-commerce

  Kamis, 17 November 2016 09:30

Berita Terkait

PONTIANAK - Roadmap e-commerce yang telah diluncurkan beberapa hari lalu oleh pemerintah disambut baik oleh para pelaku usaha di Indonesia. Peraturan yang dikeluarkan melalui paket kebijakan 14 ini dinilai belum akan sampai ke tahap pelaksanaan dalam waktu dekat.

Ketua Business Development Service-Provider (BDS) Wilayah Kalimantan Barat, Muhammad Fahmi mengatakan, peraturan ini membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menuju ke tahap pengimplementasianya. "Paket kebijakan ini baru berbentuk peta perjalanan. Mungkin butuh waktu hingga dua tahun untuk menggodoknya," terangnya kepada Pontianak Post, Selasa (15/11) lalu lewat sambungan telepon.

Oleh karena itu, pemerintah mesti dapat memberikan kepastian dan kemudahan berusaha dalam memanfaatkan e-commerce dengan menyediakan arah dan panduan strategis untuk mempercepat pelaksanaan Sistem Perdagangan Nasional Berbasis Elektronik pada periode 2016-2019. Setelah arah dan peraturan ini dibuat, tinggal bagaimana bekal ini dapat diterapkan dan menyasar ke daerah-daerah.

Roadmap e-commerce ini menurutnya memang sangat bermanfaat bagi UMKM di Indonesia. Secara teori, delapan poin dalam roadmap e-commerce itu bisa mendorong kreasi, inovasi dan invensi kegiatan ekonomi baru di kalanbgan generasi muda, bagi UMKM dan juga startup. Pemberdayaan dan penguatan dari pemerintah seperti pendanaan berupa KUR untuk bisa mengembangkan usaha, hibah untuk inkubator bisnis, pendampingan bagi startup digital dan startup e-commerce platform dan lain sebagainya.

Bagi penggiat e-commerce di Kalbar, tentu hal ini sangat menggembirakan. Peraturan yang dikeluarkan melalui paket kebijakan ke 14 ini mestinya dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. "Peraturan ini akan menumbuhkan semangat baru bagi kanal-kanal kreasi, inovasi dan invensi bagi UMKM maupun startup di bidang ini," terangnya.

Ia mencontohkan, di Kota Pontianak telah banyak tumbuh usaha yang berbasis teknologi informasi. startup ini yang juga mengarah ke informasi data seperti, angkuts, abang antar, ponjek, poncar dan startup berbasis teknologi lainnya yang mungkin akan lahir di Kota Pontianak. Tak lupa juga UMKM yang memanfaatkan e-commerce sebagai media mereka untuk berkembang. Mereka akhirnya dapat memiliki satu pegangan peraturan yang dapat memacu mereka berkembang.

Setelah peraturan ini dijalankan dalam satu atau dua tahun ke depan, pemerintah tentu membutuhkan pengawasan yang tepat dalam sistem baru ini. Nantinya akan ada unit khusus untuk mengawal dan menangani setiap inisiatif yang akan berjalan di roadmap e-commerce. "Tentunya akan ada evaluasi yang bisa dilakukan dari beberapa tahap dalam implementasi paket kebijakan ini," katanya. (mif)

Berita Terkait