Nam Air Kembali Berulah, Dari Delay hingga Batal Terbang

Nam Air Kembali Berulah, Dari Delay hingga Batal Terbang

  Senin, 3 June 2019 09:53
BATAL TERBANG: Ratusan penumpang menunggu kepastian penerbangan di Bandara Rahadi Oesman Ketapang, kemarin (1/6). Para penumpang ini harus menelan kekecewaan lantaran gagal berangkat siang itu. AHMAD SOFI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

KETAPANG – Maskapai Nam Air kembali dikeluhkan oleh calon penumpangnya. Pasalnya, selain menunda jadwal keberangkatan, maskapai milik Sriwijaya Grup ini membatalkan sejumlah penerbangan. Penundaan dan pembatalan penerbangan ini terjadi Sabtu (1/6).

Dari pantauan di Bandar Udara (Bandara) Rahadi Oesman Ketapang Sabtu (1/6) siang, ratusan calon penumpang sudah memadati ruang tunggu bandara. Para calon penumpang ini kebanyakan menggunakan jasa layanan penerbangan maskapai Nam Air tujuan Pontianak. Mereka menunggu kedatangan pesawat yang tak kunjung tiba.

Salah satu calon penumpang, Desi Wulan Sari (25), menceritakan bahwa dia hendak terbang ke Pontianak menggunakan maskapai tersebut. Sesuai jadwal, menurut dia, pesawat akan terbang dari Ketapang menuju Pontianak pada pukul 14.05 WIB. "Saya mau melanjutkan perjalanan ke Sambas. Sengaja pilih siang agar sampai di Sambas tidak telalu malam," katanya, kemarin (1/6) di Ketapang.

Penumpukan penumpang sudah terlihat dari ruang tunggu di luar bandara. Puluhan calon penumpang tertahan di pintu luar dan belum bisa masuk. Alasannya, pihak maskapai belum membuka pintu check in untuk maskapai Nam Air. Sekitar pukul 13.00 WIB, konter check in dibuka dan puluhan calon penumpang langsung memadati konter Nam Air.

Sementara di dalam ruang tunggu Bandara, ratusan calon penumpang sudah memadati setiap kursi yang tersedia. Para calon penumpang ini semakin gelisah karena belum ada pemberitahuan resmi dari pihak maskapai kapan mereka akan diterbangkan, baik dari maskapai Wings Air maupun Nam Air.

Pada Sabtu (1/6) siang, cuaca memang sedang hujan deras. Tak ada satu pun penerbangan yang dilakukan di Bandara Rahadi Oesman Ketapang. Namun, saat hujan reda, maskapai Wings Air tiba dan kemudian mengangkut penumpang tujuan Pontianak. Tidak lama berselang, pesawat Nam Air pun datang yang juga mengangkut penumpang tujuan Pontianak.

Akan tetapi, ratusan calon penumpang masih memadati ruang tunggu bandara, karena masih ada dua penerbangan lagi yang belum diketahui keberangkatannya, yaitu maskapai Nam Air. "Seharusnya jam dua siang (14.00 WIB, Red) tadi berangkatnya, tapi sampai sekarang belum ada pemberitahuan, sedangkan sekarang sudah jam 03.30," ungkap Desi.

Sekitar pukul 16.00 WIB, pihak maskapai Nam Air akhirnya membatalkan penerbangan untuk IN153 tujuan Pontianak. Alasannya karena kendala teknis. Para calon penumpang pun diminta untuk melapor ke konter untuk pemberitahuan selanjutnya. "Saat ditanya ke konter Nam Air, katanya mau diberangkatkan besok jam 04.20 sore," keluh Desi.

Dia meminta agar pihak maskapai berusaha memberangkatkannya pada Minggu (2/6) pagi, karena harus melanjutkan perjalanan ke Sambas. "Kami meminta dipriotaskan dan meminta agar diterbangkan Minggu pagi. Ini malah mau diterbangkan Minggu sore," keluhnya.

Hal senada juga diungkapkan salah satu calon penumpang Nam Air lainnya, Ahmad (31). Dia mengaku kesal karena pihak maskapai membatalkan penerbangan dan tidak memprioritaskannya pada penerbangan Minggu. "Seharusnya penerbangan pertama itu adalah kami yang dibatalkan kemarin, tapi kenyataanya tidak," keluhnya.

Ahmad mengaku jadwal keberangkatannya dijadwalkan pada pukul 08.05 WIB. "Parahnya lagi, hari ini pun yang seharusnya berangkat jam 08.05 pagi, malah ditunda lagi menjadi jam 11.20 siang. Ini kan keterlaluan. Nam Air tidak mau bertanggung jawab dan mau seenaknya saja. Meskipun ini alasan teknis, harusnya maskapai mengantisipasinya, apalagi orang mau mudik. Jangan cuma mau untungnya saja," ungkapnya.

Tidak hanya penerbangan pukul 08.05 WIB yang ditunda, Nam Air juga menunda penerbangan sejumlah calon penumpang dari pukul 11.00 WIB ke pukul 15.00 WIB. "Alasan yang disampaikan pihak maskapai hanya menguntungkan mereka saja, sementara kami selalu dirugikan. Kami sudah bayat kewajiban kami, jadi kami menuntut hak kami," pungkasnya. (afi)

Berita Terkait