My Vintage Seventeen

My Vintage Seventeen

  Sabtu, 10 September 2016 09:30

Banyak peristiwa yang terjadi di kehidupan. Setiap peristiwa meninggalkan moment dan kenangan yang sulit untuk dilupakan. Apalagi moment tersebut begitu istimewa dan hanya terjadi sekali dalam seumur hidup seperti moment sweet seventeen. Tak sedikit orang yang merayakan moment ini dengan alasan tertentu. Kalau menurut Anggraeni Dewi Puspaningrum, moment ini perlu dirayakan karena seseorang yang sudah berumur tujuh belas tahun artinya sudah menginjak dewasa alias bukan anak-anak lagi.

Sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan YME dan ingin membagi kebahagiaan dengan orang-orang terdekat, pelajar SMAN 1 Pontianak ini merayakan ulang tahun ke-17-nya bulan lalu. Dirayakan dengan konsep acara yang sederhana tapi mengesankan karena menurutnya yang terpenting itu bukanlah suatu kemewahan acara tapi orang yang hadir dan isi acara yang akan dikenang.

 Kekeh dengan pendirian tidak ingin memakai event organiser, gadis yang kerap disapa Puspa ini mengonsepkan acaranya sendiri dengan bantuan keluarga dan kerabat terdekat. Ketika ditanya apa alasan Puspa memilih mengurus sendiri tanpa bantuan event organizer, cewek kelahiran 9 Agustus 1999 ini menjawab, “Aku lebih suka memperdayakan barang dan tenaga yang sudah ada. Rasanya lebih puas aja ketika kita turun langsung dalam menyiapkan acara seperti mengonsep photobooth, design baju sendiri, suasana ruangannya diciptakan sedemikian rupa sesuai tema yang aku pilih yaitu vintage black or white,” ungkapnya.

Sesuai harapan, sweet seventeen birthday party Puspa berjalan lancar hingga akhir. Hal ini dibuktikan dari banyaknya teman Puspa yang hadir dalam acara. Gadis yang sedang duduk di bangku akhir SMA ini mengaku sangat bersyukur dan tak henti-hentinya tersenyum di malam itu. Malam yang menjadi moment penting dalam hidupnya, malam yang akan selalu dikenang dan penuh harapan.

By the way, ngomongin soal harapan Puspa berharap di umurnya yang sudah menginjak angka 17 ini ia dapat menjadi manusia yang berguna bagi sesama, bisa membahagiakan kedua orang tua dan bisa cepat-cepat mewujudkan mimpinya membuat sebuah restoran yang akan diberi nama “Terserah”. Tujuannya supaya bisa menampung orang-orang yang galau dan menyebalkan karena setiap ditanya mau makan dimana, selalu dijawab dengan “terserah aja”. LOL. Meskipun niat Puspa yang terakhir agak unik, tim Z doain semoga terkabul ya! (dee)