My First Election

My First Election

  Rabu, 27 June 2018 10:17

Berita Terkait

HAPPY election day! Selamat juga bagi kamu yang baru pertama kali mendapat hak untuk memilih. Bagi pemilih pemula, tentu pilkada hari ini adalah pesta demokrasi perdana yang nggak akan terlupakan. Jika biasanya sobat Z cuma bisa mendengarkan visi, misi, serta program dan manut-manut aja dengan pemimpin yang terpilih. Tahun ini, sobat Z dapat memilih pemimpin pilihannya sendiri. Tentunya, tanpa ada intervensi dari orang tua, pacar, dan sahabat. Kira-kira persiapan apa aja yang udah dilakukan keempat sobat Z di bawah ini dalam menyambut pesta demokrasi?

Ikuti Perkembangan Calon Pemimpin

Sholikah Indah Sari (@iin.daa)

Mahasiswi FKIP Untan

Pilkada 2018 jadi momen perdana bagi Sholikah Indah Sari untuk memilih calon pemimpin daerahnya. Nggak heran jika cewek berhijab ini tampak senang dan sangat antusias merayakan pesta demokrasi yang diselenggarakan hari ini (27/6).

Sejak awal, mahasiswi Untan ini udah aktif mengikuti perkembangan calon pemimpin di daerahnya, baik untuk Kota Pontianak maupun Provinsi Kalbar. Nggak hanya profil, cewek yang akrab disapa Iin ini juga melihat visi dan misi masing-masing calon.

“Alhamdulillah sekarang udah memutuskan calon pemimpin yang akan dipilih. Intinya, pilihlah pemimpin yang beriman, bertanggung jawab, dan peduli kepada masyarakat,” pesan Iin.

 

Tidur Awal Agar Nggak Telat

Ersius Willy Tryantoro (@ersius_tryantoro)

Mahasiswa FKIP Untan

Pesta demokrasi memang sangat ditunggu-tunggu generasi muda, salah satunya Ersius Willy Tryantoro. Cowok yang akrab disapa Ersius ini mengaku generasi muda seperti dirinya berperan penting dalam menentukan pemimpin mana yang mampu membangun daerah tercinta agar lebih baik kedepannya.

Meski nggak terlalu mengikuti perkembangan calon pemimpin yang ada, Ersius udah memiliki calon yang pas membangun Pontianak dan Kalbar agar lebih maju dan berkembang kedepannya. Terlebih lagi dirinya juga sudah merasakan keberhasilan program yang telah berjalan di periode lalu.

“Calon pemimpin daerah yang aku pilih adalah sosok yang terlihat tenang, tampan, dan gagah,” ujarnya.

 

Pahami Politik untuk Pilih yang Terbaik

Ari Chairi (@arichairii)

Mahasiswa Hukum Untan

Antusias merayakan pesta demokrasi sudah dirasakan Ari Chairi sejak memasuki bulan Juni. Kebetulan sejak duduk di bangku SMA, Ari memang udah senang mengikuti dunia politik. Tahun 2018 jadi pemilu pertamanya. Ari mengatakan dirinya memang sudah harus memahami politik. 

“Memilih pemimpin daerah bukanlah sekadar datang ke TPS dan mencoblos pasangan calon. Memilih pemimpin daerah adalah bagian dari ikhtiar untuk mendoakan yang terbaik bagi kemajuan daerah,” tuturnya.

Baginya, meski setiap pasangan calon layak menjadi pemimpin. Tetap saja sebagai masyarakat menginginkan pemimpin yang mengerti apa yang dibutuhkan masyarakat di daerahnya. Serta, paham mengenai aturan-aturan adat yang ada di daerahnya sendiri, agar ketika membuat aturan tidak sembarang buat.

 

Dokumentasikan Janji Calon Pemimpin

Huda Rabbani (@idiotalways)

Mahasiswa IAIN Pontianak

Jika sebelumnya Huda Rabbani hanya bisa berdiskusi dengan keluarga sebagai perantara agar hak suaranya dapat tersampaikan. Kali ini, mahasiswa IAIN Pontianak ini bisa ikut serta menyuarakan pilihannya. Huda terus menggali informasi dari setiap kandidat.

“Saya cari track record kepemimpinan, kepribadian, prestasi, jejak hukum dan yang berkaitan dengan pribadi setiap kandidat. Setelah itu saya analisis dan berdiskusi dengan teman, keluarga, dan salah satu dosen mengenai informasi yang telah saya dapatkan,” ungkapnya. 

Dengan mengenal sosok calon pemimpin, Huda pun bisa mengetahui visi misi dan rencana ke depan dalam pembangunan daerah. Nggak lupa, ia mendokumentasikan janji calon pemimpin pilihannya sebagai bukti agar ketika menjadi pemimpin bisa mempertanggungjawabkan segala hal yang diucapkan saat kampanye. (ghe)

Berita Terkait