Musyawarah Adat Dayak ke-6 Sanggau

Musyawarah Adat Dayak ke-6 Sanggau

  Rabu, 20 March 2019 09:52
DIABADIKAN: Usai pembukaan, para peserta yang merupakan pengurus adat dari 15 kecamatan di Sanggau mengabadikan diri dengan foto bersama. sugeng/pontianakpost

Berita Terkait

Dibuka Oleh Ketua DAD Provinsi Kalbar

 

SANGGAU – Pembukaan Musyawarah Adat Dayak ke-6 Kabupaten Sanggau dilaksanakan pada Selasa (19/3) pagi kemarin dengan dihadiri dan dibuka secara resmi oleh Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Provinsi Kalimantan Barat, Jakius Sinyor.

Acara yang dipusatkan di Rumah Adat Dori Mpulor tersebut dihadiri ratusan orang yang merupakan Pengurus DAD dari 15 kecamatan yang ada di Kabupaten Sanggau. Musdat yang akan dilaksanakan 19-20 Maret 2019 tersebut mengusung tema dengan semangat kebersamaan Dayak Sanggau, memperkokoh cita-cita luhur Bangsa Dayak yang bermartabat.

Ketua panitia, Urbanus menyampaikan agenda musdat ke-6 akan rangkai dengan sejumlah kegiatan diantaranya perumusan arah kerja DAD Kabupaten Sanggau, pemilihan pengurus periode 2019-2024 dan sejumlah agenda lainnya yang telah direncanakan sebelumnya.

Musdat juga akan memilih Ketua DAD yang baru yang akan memimpin DAD lima tahun kedepan. Dengan pemimpin baru, diharapkan dapat mengangkat harkat dan martabat Bangsa Dayak kedepannya.

Ketua DAD Sanggau, Yohanes Ontot mengatakan bahwa waktu 5 tahun ini tugas sebagai Ketua Dewan Adat Dayak bukan hanya sekedar bagaimana orang Dayak bisa eksis tetapi sebenarnya secara keseluruhan tugas ketua bagaimana menyatukan masyarakat adat Dayak yang ada. Kemudian, bagaimana memberikan pemahaman agar masyarakat dayak mampu beradaptasi, mampu berkomunikasi, mampu hidup secara bersama-sama dengan masyarakat lainnya.

Di tengah keberagaman di Indonesia, dengan keberagaman suku bangsa dan agama maka ada tugas bagaimana menciptakan hidup berdampingan saling harmonis, aman dan damai. Fungsi dewan adat mulai dari provinsi, kabupaten sampai tingkat kecamatan dan desa ini yang perlu diberikan pemahaman. Dengan demikian maka bangsa bisa menjadi bangsa yang hebat di tengah-tengah kehidupan dalam keberagaman.

Tugas paling berat sebagai Ketua DAD, yang susah karena dalam interaksi di tengah masyarakat tentu terdapat ada konflik sosial, apakah konflik internal atau eksternal maka harus mampu menghadapi hal tersebut dan mampu mengambil langkah penyelesaiannya sehingga tidak ada orang yang dirugikan.

Sementara itu, Ketua DAD Provinsi Kalbar, Jakius Sinyor berharap agar musdat dapat berjalan sesuai harapan, kemudian peserta mengikuti dengan serius hingga akhir, sehingga dapat menghasilkan keputusan dalam pemilihan Ketua DAD Kabupaten Sanggau yang benar-benar mampu membawa masyarakat adat ke arah kemajuan serta bersinergi dengan pemerintah daerah. (sgg/*)

Berita Terkait