Musim tak Bersahabat, Buruh pun Dikerjakan

Musim tak Bersahabat, Buruh pun Dikerjakan

  Sabtu, 10 September 2016 09:30
SAMPAN: Sampan yang bersandar di Pantai Sungai Jawi, Kecamatan Matan Hilir Selatan. Sebagian besar masyarakat di kawasan desa yang tidak jauh dari pantai tersebut bermata pencaharian sebagai nelayan.

Berita Terkait

Masih banyak nelayan di Ketapang ini yang jauh dari kata sejahtera. Di antaranya nelayan di Desa Sungai Jawi, Kecamatan Matan Hilir Selatan. Di desa ini sebagian besar masyarakatnya menggantungkan hidup dari laut. Alat tangkap sederhana yang digunakan membuat hasil tangkapan mereka menjadi tak menentu.

 

 

 

AHMAD SOFI, Pesaguan

JANGANKAN untuk menyisihkan hasil dari menjual ikan untuk menabung, untuk memperbaiki alat tangkap yang rusak pun kadang-kadang harus mencari utangan. Oleh karena itu, selain berharap mendapatkan bantuan dari pemerintah, juga diharapkan ada pelatihan keterampilan bagi masyarakat agar tidak hanya bergantung kepada hasil tangkapan ikan.

Tokoh masyarakat nelayan, Wasti (46), mengatakan, ada sekitar 50 kapal dengan 150 nelayan di Desa Sungai Jawi. Jumlah itu, menurut dia, belum termasuk nelayan tradisional yang menggunakan pukat sebagai alat tangkap mereka. Dari keseluruhan kelompok nelayan, diakui dia, ada sekitar 10 kelompok yang sudah mendapatkan bantuan.

Para kelompok nelayan ini, diakui dia, mendapat bantuan alat tangkap ikan berupa pukat, mesin dongpeng, fiber, dan lainnya. "Bantuan lainnya juga pernah dapat, seperti beras raskin dan beberapa BPJS. Tapi banyak yang belum punya. Karena orang pikir bayar bulanan. Itu yang berat bagi mereka," kata Uningwas, sapaan akrabnya.

Uningwas menuturkan, hasil tangkapan nelayan tidak bisa diprediksi. Terlebih jika musim hujan dan gelombang tinggi. Tak jarang mereka tidak mendapatkan ikan sama sekali. Biasanya juga dapat, namun jumlahnya tidak banyak dan hanya cukup dikonsumsi sendiri. "Kalau sedikit tidak bisa dijual, jadi dimakan sendiri," jelasnya.

Ia mengungkapkan, hasil dari tangkapan nelayan bila dikalkulasi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Mereka harus ambil upah lain seperti buruh bangunan. "Terlebih saat ini masuk musim selatan, hasil tangkapan berkurang. Kondisi ini berlangsung dari bulan Juni hingga September. Hasil tangkapan akan membaik pada musim barat pada akhir September hingga Januari," paparnya.

Ia menceritakan, dulu pernah ada koperasi bagi nelayan di daerah mereka. Namun tidak berjalan baik, karena para nelayan sulit untuk mengembalikan pinjaman karena dipengaruhi hasil tangkapan. Untuk menagih, petugas merasa tidak tak enak hati, karena memang kondisi mereka tidak ada untuk melunasi pinjaman.

Nelayan pun juga tidak mengerti soal perbankan, kebanyakan mereka tidak punya tabungan di bank. "Harapannya ada bantuan dari pemerintah untuk nelayan di sini. Lebih bagus dibantu sedikit-sedikit, serta dilakukan pemberdayan masyarakat nelayan biar tidak manja. Jadi bisa berpikir untuk berusaha," harap Uningwas.

Salah satu nelayan di Sungai Jawi, Syahdan (40), mengaku tidak setiap saat mendapat hasil tangkapan yang banyak. Menggunakan alat tangkap sederhana berupa pukat, dalam sekali melaut jika cuaca sedang tidak bagus, ia hanya bisa mendapat 15 kilo ikan saja. "Kalau saat ini sedikit, kalau musim selatan paling banyak Rp200 sampai Rp300 ribu, itu pun tidak setiap hari," ucap Syahdan.

Syahdan yang lebih dari 11 tahun menjadi nelayan mengaku hasil tangkapan yang didapat hanya untuk memenuhi kebutuhan sehar-hari seperti makan dan minyak. Tak jarang ia harus mencari pekerjaan lain untuk memenuhi kebutuhan lainnya. Apalagi ia memiliki satu anak yang bersekolah.

Untuk bantuan, ia mengaku pernah mendapatkannya. Bantuan itulah yang ia gunakan untuk menangkap ikan di laut. "Soal suka duka pasti ada. Seperti kendala mesin yang rusak. Tidak ada uang untuk memperbaikinya. Jadi terpaksa pinjam," jelasnya.

Syahdan berharap, ada bantuan pemerintah yang diberikan kepadanya. Selain modal dengan sistem pembayaran bertahap atau bagi hasil, pemberdayaan terhadap masyarakat nelayan sangat diperlukan guna meningkatkan kesejahteraan. (*)

Berita Terkait