Musim Hujan Jalur Sungai Jadi Pilihan

Musim Hujan Jalur Sungai Jadi Pilihan

  Rabu, 9 January 2019 10:36
JALUR SUNGAI. Beginilah kondisi jalur sungai yang digunakan warga Pala Pasang untuk menuju ibu kota kecamatan di Entikong. Selain mahal, ancaman bahayanya juga tinggi. (istimewa)

Berita Terkait

ENTIKONG – Jalan penghubung pusat kota Kecamatan Entikong menuju Desa Pala Pasang semakin sulit untuk dilewati karena sebagian belum beraspal ditambah kondisi beberapa jembatan darurat yang tidak memadai, membuat warga setempat kembali menggunakan jalur transportasi sungai meskipun dengan biaya yang lebih mahal.

Kepala Desa Pala Pasang, Antonius Angeu menyampaikan selain mahal, jalur sungai yang dilalui warga untuk menuju Entikong juga cukup menguji nyali. Arus Sungai Sekayam yang deras saat musim hujan dan bebatuan tajam di dasar sungai, membuat warga terkadang memilih belanja kebutuhan harian di kampung terdekat yang ada Malaysia.

 “Warga biasanya numpang sama pemilik perahu yang mau ke Entikong, ongkosnya seratus sampai seratus lima puluh ribu (rupiah) per orang. Kalau tidak ada yang ke Entikong, warga carter (sewa) perahu, biaya carter dua juta lima ratus ribu untuk pergi pulang,” ungkapnya, Selasa (8/1).

 “Warga kami itu kebanyakan petani, jadi kalau sekedar bawa 10 kilogram hasil panen, mereka lebih pilih jual ke Malaysia karena kalau ke Entikong tidak cukup ongkos transportasi dan keselamatan juga rawan lewat sungai,” tambahnya.

Ia sangat berharap sekali pemerintah segera melanjutkan pembangunan jalan ke desanya agar warga lebih mudah ke Entikong. “Kami punya beberapa dusun yang letak antara satu dusun ke dusun lainnya harus menyeberang sungai,” ujarnya. (sgg)

Berita Terkait