Musibah Puting Beliung, Korban Berharap Bantuan

Musibah Puting Beliung, Korban Berharap Bantuan

  Kamis, 2 June 2016 09:30
RUSAK PARAH: Salah satu rumah yang mengalami kerusakan cukup parah akibat disapu puting beliung, Minggu (29/5) malam lalu di Desa Sukabangun Dalam, Kecamatan Delta Pawan. DOKUMEN

Berita Terkait

KETAPANG – Korban bencana angin kencang di Desa Sukabangun Dalam, Kecamatan Delta Pawan, menunggu bantuan dari pemerintah. Terdata lebih dari 20 rumah yang mengalami kerusakan akibat angin kencang yang terjadi pada Minggu (29/5) malam. Bahkan, dua rumah di antaranya mengalami kerusakan parah.

Salah satu warga Sukabangun Dalam, Sainidi, memastikan bahwa pemerintah setempat sudah melihat langsung ke lokasi kejadian. Di antaranya, disebutkan dia, dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ketapang. "Hingga hari ini (kemarin, Red) belum ada bantun kepada korban yang rumahnya kena angin puting beliung kemarin. Kita harap pemerintah segera memberikan bantuan setelah melihat ke lapangan," katanya, kemarin (1/6) di Ketapang.

Menurutnya, angin puting beliung yang terjadi beberapa waktu lalu sangat besar. Sebelumnya, diakui dia, kejadian serupa juga pernah terjadi sekitar 1990, namun tidak sebesar saat ini. "Ada sekitar 20 rumah warga terkena angin puting beliung ini. Kebanyakan atap rumahnya rusak hingga lepas dan melayang. Tapi ada juga yang ditimpa pohon besar dan roboh," paparnya.

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Ketapang, Triyoga, berjanji akan segera memberikan bantuan kepada para korban. Namun, dia menjelaskan kembali bahwa bantuan yang akan diberikan BPBD bervariasi, tergantung kerusakan dan kerugian yang dialami. "Tidak sama, bervariasi," tukasnya.

Ia menjelaskan, bantuan terhadap korban bencana dan besaran bantuan yang diberikan sendiri sudah diatur dalam Peraturan Bupati (Perbup). "Misalnya rumah korban mengalami kerusakan pada atapnya, maka bantuan hanya diberikan untuk memperbaiki atapnya. Jadi, sesuai yang diperlukan," jelasnya.

Triyoga mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan pendataan terhadap rumah korban angin puting beliung. Saat ini bantuan yang akan diberikan oleh pemerintah, diakui dia, masih dalam proses. Proses yang dimaksud dia mulai dari pendataan dan kelengkapan administrasi lainnya. "Kita berusaha secepatnya menyalurkan bantuan kepada korban angin puting beliung ini," ungkapnya.

Ia mengungkapkan pada 2014 lalu, kejadian rumah warga terkena angin puting beliung juga pernah terjadi. Saat itu, disebutkan dia bahwa mereka yang terkena musibah merupakan warga Desa Baru, Kecamatan Benua Kayong. Meski pada saat itu, menurut dia, belum ada Perbup terkait bantuan korban bencana, tapi mereka tetap menyalurkannya. Penyaluran bantuan yang dimaksud dia berupa bahan bangunan. Namun, dia juga tak memungkiri jika pemberian bantuan tidak bisa dilakukan secara maksimal.

"Jadi, sekarang karena sudah jelas di atur dalam Perbup, maka nanti ada bantuan berupa uang sesuai kriteria rusak rumah korban. Berdasarkan pendatan kita ada 25 rumah. (Sebanyak) 22 rusak ringan, dua rumah rusak sedang, dan satu rumah rusak berat," pungkasnya. (afi)

Berita Terkait