Muda: Perkuat Program Keperpihakan Masyarakat

Muda: Perkuat Program Keperpihakan Masyarakat

  Senin, 27 May 2019 09:34
BONUS: Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan, secara simbolis menyerahkan bonus bagi perwakilan kafilah STQ Kubu Raya | Humas Pemkab Kubu Raya

Berita Terkait

SUNGAI RAYA – Bersama jajaran Pemerintah Kubu Raya, Sabtu (25/5) Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan menggelar buka puasa bersama ratusan anak yatim piatu di kediaman pribadinya di Jalan Tanjungsari Nomor 169 Pontinak Tenggara. 

“Setelah belum lama ini kami menuntaskan silaturahmi Ramadan di sembilan kecamatan, khususnya daerah terluaar di Kubu Raya. Alhamdulillah hari ini kami bisa mengajak dan bersilaturahmi dengan anak-anak yatim piatu melalui buka puasa bersama,” kata Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan kepada wartawan.

Muda menerangkan dirinya mengajak seluruh perangkat daerah dan aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, khususnya para pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah, untuk berbuka puasa bersama anak yatim. Menurutnya, perangkat dan aparatur daerah harus menyatu dengan semua elemen masyarakat seperti kelompok pengajian, perangkat desa dan lain sebagainya.

“Yang pasti kami berbagi bersama anak-anak yatim. Tentu buat kami ini upaya untuk menyatukan hubungan antara pemerintah daerah dengan masyarakat,” katanya. 

Muda menerangkan buka puasa bersama kaum yatim dan duafa merupakan salah satu bentuk gerakan kepedulian kepada masyarakat, terutama kaum papa. Ia menegaskan kegiatan serupa akan terus digalakkan. Karena, menurutnya, safari Ramadan dan buka puasa bersama masyarakat mendatangkan banyak inspirasi untuk memperkuat program-program keberpihakan khususnya kepada masyarakat bawah.

“Saya yakin bahagia itu tidak hanya ketika bahagia untuk diri sendiri. Jabatan, kekayaan, kekuasaan, dan seterusnya adalah kebahagiaan semu. Bahagia yang benar itu kalau kami dengan apa yang kami miliki bisa berbagi kebahagiaan dengan orang lain. Itulah baru kami bisa bahagia,” ujarnya. 

Muda mengungkapkan kunjungannya ke sembilan kecamatan di desa-desa terluar dan terjauh bertujuan memberikan semangat sekaligus memastikan dan memetakan kondisi yang ada di lapangan. Misalnya terkait kondisi pendidikan, kesehatan, infrastruktur, ketahanan pangan, dan lain-lain. 

“Apakah di desa tersebut ada PAUD atau tidak. Kita bawa SKPD, kalau tidak ada (PAUD) segera kita minta bentuk. Kemudian layanan posyandunya seperti apa. Ada tenaga kesehatan atau tidak, lengkap atau tidak. Misalnya di setiap dusun ada bidannya atau tidak. Kemudian hal-hal yang menyangkut infrastruktur terutama. Supaya dinas juga tahu dan akhirnya bisa dirancang penganggarannya,” paparnya. 

Bahkan, lanjut Muda, dirinya juga mengecek apakah di desa terkait masyarakatnya sudah memiliki sarana mandi-cuci-kakus (MCK) yang layak atau tidak. “Sampai ke hal-hal seperti itu didata, mana masyarakat  yang tidak punya WC karena kita ada program sanitasi,” tambahnya. 

Pada kesempatan itu Muda secara khusus berpesan agar masyarakat Kubu Raya selalu optimistis. Dirinya menegaskan pemerintah daerah komit menjangkau daerah-daerah terjauh. Ia menegaskan pihaknya tidak ingin ada daerah yang tertinggal dan tidak terlayani. 

“Dari segi pelayanan-pelayanan dasar semuanya bisa lebih adil ke depan,” ujarnya. 

Kegiatan buka puasa bersama anak yatim dirangkaikan dengan penyerahan bonus kepada kafilah STQ Kabupaten Kubu Raya yang pada pergelaran STQ Provinsi Kalimantan Barat beberapa waktu lalu meraih peringkat ketiga setelah Kota Pontianak dan Kabupaten Mempawah. Turut diserahkan juga bingkisan berupa Alquran dan sarung kepada para anak yatim. (ash)

Berita Terkait