Momentum Berbagi dan Nilai Kemanusiaan

Momentum Berbagi dan Nilai Kemanusiaan

  Senin, 5 September 2016 09:32
BANTUAN: Asisten II, H Ismail menyerahkan bantuan kepada pengurus Masjid Nikmatullah Sungai Pinyuh. WAHYU/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

MEMPAWAH- Ibadah kurban tidak hanya sekedar melaksanakan perintah menyembelih hewan. Lebih dari itu, berkurban menjadi momentum bagi seorang muslim untuk berbagi kebahagiaan dan menguatkan nilai-nilai kemanusian. Hal itu disampaikan Asisten II Ekonomi dan Kesra, Drs. H. Ismail, MM dalam kegiatan Safari Fajar di Masjid Nikmatullah Sungai Pinyuh, kemarin pagi.

Secara harfiah, terang Ismail, kurban berarti mendekatkan diri. Munurut syar’i, kurban artinya mendekatkan diri kepada Allah melalui penyembelihan hewan kurban pada hari Raya Idul Adha. Makna yang lebih luas, yakni mendekatkan diri kepada sesama manusia lewat pembagian daging kurban, khususnya bagi mereka yang membutuhkan.

“Dengan cara berkurban, kita bisa mengingat saudara-saudara kita yang fakir. Sehingga dengan daging kurban itu, kita bisa saling berbagi dan membahagiakan mereka. Islam telah mengajarkan, bagi umatnya yang diberikan kelebihan rezeki maka diwajibkan untuk saling berbagi kenikmatan. Khususnya kepada kaum duafa dan anak yatim piatu,” tegasnya.

Ismail pun mencontohkan isi buku Dr. Riza Syafiq Basalamah, MA, terkait tiga cara agar umat muslim dimuliakan Allah SWT. Yakni menyambung silaturahim kepada yang memutuskan, memaafkan orang yang menzalimi atau membohongi kita dan memberi kepada orang yang tak pernah memberi kita.

“Ketiga cara ini sesungguhnya tampak sederhana, namun amat berat untuk dilaksanakan. Namun jika kita mampu dan ikhlas melaksanakannya, Allah SWT pasti akan memuliakan kita,” serunya dihadapan puluhan jemaah safari fajar.

Dalam kesempatan itu pula, Ismail mengajak seluruh umat Islam di Kabupaten Mempawah untuk mendoakan jemaah haji yang berada di tanah suci Mekkah. Agar para tamu Allah itu diberikan kemudahan, kelancaran dan keselamatan dalam menjalankan ibadah haji. Yang terpenting pula, para jemaah mendapatkan kualitas ibadah terbaik menjadi haji mabrur.

“Mari bersama-sama kita doa kan agar saudara-saudara muslim yang sedang menjalankan ibadah haji bisa melaksanakan seluruh proses ibadah dengan baik dan khusuk hingga menjadi haji yang mabrur. Tidak hanya untuk jemaah haji Kabupaten Mempawah, melainkan jutaan umat muslim seluruh dunia yang saat ini sedang menunaikan ibadah haji di Mekkah,” tukasnya.

Kegiatan safari fajar tersebut dihadiri Ketua MUI, KH Tusirana Rasyid, Ketua Motivator Safari Fajar Kabupaten Menpawah, H. Syahril, S.Ip, M.Pd, alim ulama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda, serta para jemaah dari seluruh kecamatan di Kabupaten Mempawah.(wah)

Berita Terkait