Minum Air Panas Percepat Turunkan Berat Badan, Mitos Atau Fakta?

Minum Air Panas Percepat Turunkan Berat Badan, Mitos Atau Fakta?

  Selasa, 29 January 2019 11:32
Minum secangkir air panas dapat membantu merasa lebih kenyang sedikit lebih lama daripada minum air dingin dengan jumlah yang sama. (Livestrong)

Selalu ada cara ketika berusaha untuk menurunkan berat badan. Selain olahraga dan diet, ternyata ada cara yang lebih sederhana lagi dalam membakar kalori.

Ada anggapan bahwa jika minum air panas dapat mempercepat penurunan badan. Lalu apakah memang benar?

Pada dasarnya air adalah cara mudah untuk memulai dan mempertahankan penurunan berat badan. Namun, air dapat bekerja dengan ajaib pada suhu berapa pun, dilansir dari Livestrong, Selasa (29/1).

Meminum air panas ternyata tak mempercepat penurunan berat badan. Sebab, hanya akan membuat merasa kenyang lebih lama. (pixabay)

Oleh karena itu, minum air panas tidak akan mempercepat metabolisme Anda. Tingkat metabolisme tubuh Anda cukup stabil dan sebagian besar ditentukan oleh ukuran, usia, jenis kelamin dan genetika.

Tapi dari segi penyerapan pada tubuh, air dingin dan air panas punya perbedaan. Air dingin diserap sedikit lebih cepat daripada air panas. Jadi, minum secangkir air panas dapat membantu Anda merasa lebih kenyang sedikit lebih lama daripada minum air dingin dalam jumlah yang sama.

Tetapi, studi ilmiah belum memvalidasi apakah ada efek secara signifikan. Yang sudah pasti berapa pun suhunya, minum air putih dapat membantu Anda makan lebih sedikit kalori. Caranya, dengan minum sekitar 16 ons air 30 menit sebelum makan.

Menurut uji coba, acak terkontrol 2015 yang diterbitkan dalam jurnal Obesity, para pelaku diet yang minum air sebelum makan mengonsumsi rata-rata 40 kalori lebih sedikit per makan dan kehilangan lebih banyak berat badan daripada mereka yang tidak minum air sebelum makan. (Inriyani Sembiring/ Jawa Pos)