Minta Pedagang Tak Menolak Pengawasan Pasar

Minta Pedagang Tak Menolak Pengawasan Pasar

  Sabtu, 2 July 2016 09:30
TES SAMPLE : Tim gabungan dari beberapa instansi sedang mengambil beberapa sample hasil laut yang dijual salah satu pedangan di Pasar Flamboyan saat inspeksi mendadak, Jumat (1/7). MEIDY KHADAFI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK - Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Kota Pontianak Hidayati menyatakan hasil evaluasi yang dilakukan menunjukkan pasar-pasar sudah semakin perubahan yang lebih baik. 

Mulai dari penjualan hingga pemotongan ayam di pasar tradisional. Kendati demikian Hidayati berharap penilaian yang sudah diperoleh bisa ditingkatkan. 

Peningkatan yang diharapkan itu agar pedagang mampu bersaing di era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). 

“Kami berharap tidak ada penolakan dari pelaku pasar. Maksud kami baik, agar mereka bisa bersaing dan jangan sampai yang luar lebih maju,” pinta Hidayati pagi kemarin. 

Hidayati menuturkan jika pihaknya kerap melakukan pengawasan ke pasar-pasar tradisional. Di bulan Ramadan ini, pihaknya sudah pun melakukan sidak bersama Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalbar yang dibantu kepolisian dan Satpol PP.

Menurutnya, pengawasan yang dilakukan itu untuk melihat apakah ada temuan barang-barang berbahaya yang dijual pedagang. 

“Banyak tuntutan masyarakat untuk keamanan pangan. Contohnya ketika kami sidak ke pasar. Masyarakat bertanya aman tidak bahan pangan ini,” kata dia. 

Sementara itu dari sidak yang dilakukan Hidayati menuturkan temuan dilapangan yakni masalah masalah penjualan di ayam. Masih ada pedagang yang tidak langsung membuang isi perut dari ayam yang dipotong.

Padahal, lanjut dia, pembinaan yang dilakukan sejak tiga tahun lalu ialah dengan mengeluarkan isi perut ayam yang akan dijual. Hal ini dilakukan untuk mencegah pembusukan. 

“Sudah tiga tahun kami melakukan pembinaan tapi masih ada yang protes. Kami melihat ini adalah tantangan yang harus dihadapi,” pungkasnya. 

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan kembali menggelar inspeksi mendadak (sidak), Jumat (1/7) pagi. Kali ini Pasar Flamboyan di Jalan Gajah Mada, Pontianak yang menjadi sasaran sidak tim gabungan ini. 

Tim mulai turun turun sejak pukul 05.30. Petugas setiap sudut pasar tradisional terbesar di Kota Pontianak ini. Sidak yang kedua ini difokuskan pada pedagang daging ayam. 

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan hewan Kalbar Abdul Manaf menyatakan tidak ditemukannya daging yang tidak layak jual dalam sidak di hari kedua ini. Dari sidak itu, petugas hanya masih ada pedagang yang keliru memperlakukan ayam yang dijual. “Sama seperti kemarin, masih ada pedagang yang tidak mengeluarkan isi perut ayam setelah dipotong,” kata Manaf.

Manaf mengaku mengubah mindset ini yang tidak mudah. Namun, jelas dia, tidak menjadi persoalan jika masyarakat memahami daging mana yang layak untuk dibeli. 

Setelah ke pedagang ayam, sidak dilanjutkan ke pedagang ikan. Dari sini, Manaf memastikan ikan yang dijual tidak mengandung formalin. Selain ikan, tim juga melakukan uji terhadap udang. 

“Untuk udang sampelnya kami ambil dan diperiksa di laboratorium. Hasilnya akan disampaikan ke pedagang,” kata dia. 

Kepala Dinas Pertanian Perikanan  dan Kehutanan Kota Pontianak Hidayati menjelaskan pembinaan yang dilakukan ke pedagang selama ini ialah mengeluarkan isi perut ayam usai dipotong.

Menurut Hidayati jika itu tidak dilakukan dalam waktu dua jam daging ayam akan membusuk. Dan itu, lanjut dia, bisa menyebabkan racun yang melekat pada daging sehingga berbahaya jika dikonsumsi. 

“Racun yang melekat di daging bisa menyebabkan sakit perut, diare dan sebagainya. Jadi ini ada kesalahan penanganan saat berjualan,” jelas Hidayati.

Karena itu, lanjut dia, seharusnya ayam datang dari tempat pemotongan langsung dikeluarkan isi perutnya. Ini dilakukan untuk mencegah proses pembusukan. Hidayati menganggap ini adalah tantangan dinas untuk mengubah mindset pedagang dalam menjual ayam. Sementara itu, menjelang lebaran yang kurang dari sepekan, warga terlihat mulai membanjiri pusat-pusat perbelanjaan yang ada di Kota Pontianak. Mulai dari pasar, toko-toko dan mall ramai dikunjungi.

Salah satunya seperti yang terlihat di Khatulistiwa Plaza (KP), Jalan Diponegoro Pontianak Kota. Pengunjung yang datang mulai dari kalangan orang tua, dewasa, remaja hingga anak-anak. 

Bahkan untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan bagi penunjung, pihak keamanan setempat mengaku telah menambah jumlah personel yang di tempatkan di sejumlah titik di pusat perbelanjaan tersebut.

Salah satu petugas keamanan, Jumhari mengatakan, biasanya peningkatan jumlah pengunjung mencapai puncak pada empat hari terakhir jelang lebaran. “Seperti tahun sebelumnya seperti itu, tapi musim lebaran tahun ini saya lihat sejak awal lebaran sudah mulai ramai,” kata Jumhari, Jumat (1/7).

Demi melayani melonjaknya jumlah pembeli, Jumhari mengatakan jadwal operasional pun ditambah. Jika pada hari biasanya KP tutup pada pukul 18.00, pada musim lebaran kali ini bisa tutup hingga pukul 21.00.

Seorang pengunjung Ratih (21 tahun) mengaku, KP masih menjadi tempat pilihannya berbelanja lantaran harganya yang ditawarkan cukup murah. Barang-barang yang dijual juga dinilai berkualitas. “Barangnya bagus-bagus, murah karena masih bisa ditawar, pilihannya juga banyak,” katanya.

Meski ramai dikunjungi, salah satu pemilik toko Mariana (37 tahun) merasa penghasilan yang didapat lebih rendah jika dibanding tahun lalu. “Tahun lalu lebih ramai, harga-harga barang juga tidak semahal tahun ini,” ucapnya. 

Menurutnya ada beberapa faktor yang membuat warga tidak banyak berbelanja. Pertama karena perekonomian yang memang sedang sulit ditambah momen lebaran ini bertepatan dengan masuknya tahun ajaran baru sekolah. “Pasti orang tua lebih mementingkan biaya sekolah anaknya dibanding belanja lebaran,” ujar ibu tiga anak ini.(mse/bar)  

Berita Terkait