Minta Distribusi KIP Jangan Salah Sasaran

Minta Distribusi KIP Jangan Salah Sasaran

  Sabtu, 3 September 2016 10:10

Berita Terkait

BAIK itu dari guru, anggaran dan lain sebagainya bisa dilihat secara langsung. Jadi apa saja yang menjadi perhatian bersama untuk perbaikan kedepannya,” kata Christiandy Sanjaya usai menerima Tim Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Ruang Rapat Wakil Gubernur, Jumat (2/9) pagi.

Pertemuan itu juga membahas mengenai Kartu Indonesia Pintar (KIP). Christiandy memastikan KIP yang dikirim pemerintah pusat sudah sampai ke tingkat kecamatan.

Dia berharap pemerintah kabupaten/kota bisa membantu mendistribusikan hingga ke rumah tangga tepat sasaran. Penerima KIP itu diantaranya siswa yang kurang mampu dan keluarga yang tidak mampu bahkan belum menyekolahkan anaknya.

Menurutnya, sosialisasikan terus dilakukan agar masyarakat memahami dan menerima dan menikmati fasilitas yang telah diberikan oleh negara.

“Jika informasi seperti itu, kami belum mengetahui karena masih sebagai besar belum sampai ke masyarakat. Saya meminta distribusinya jangan salah sasaran,” pesan Christiandy.

Ketua Tim Audiensi Staf Ahli Bidang Regulasi Pendidikan dan Kebudayaan Kemendikbud, Chatarina  M. Girsang mengatakan audiens itu yang dilakukan itu untuk melihat kondisi ril bidang pendidikan.

Dari pengamatan itu, lanjut dia, pemerintah bisa membuat program strategis pendidikan dan yang perlu diprioritaskan. Selain itu, lanjut dia, audiensi itu juga ingin melihat kualitas guru apakah sudah memenuhi pasal 8 UU Guru dan Dosen mengenai syarat kualifikasi  serta sarana dan prasarana sekolah yang belum memnuhi kualitas yang baik.  

Menurutnya, dengan melihat neraca pendidikan daerah maka pemerintah daerah pada tahun-tahun berikutnya bisa melihat kabupaten/kota mana saja yang perlu didorong untuk meningkatkan kualitas pendidikan termasuk juga kualitas para guru.

Lalu, Staf khusus Mendikbud Alpha Amirrachman mengimbau bagi yang sudah mendapat KIP agar segera mendaftar ke sekolah atau lembaga kursus terdekat untuk bisa diaktivasi.

“Kemdikbud berharap masyarakat ikut dapat mendorong anak-anak yang mendapatkan KIP untuk segera mendaftar di data pokok pendidik sekolah,” harapnya.

Menurutnya, pendaftaran itu tidak hanya di sekolah formal tapi di seluruh sektor nonformal. “Jadi mereka yang berada di nonformal juga bisa untuk mendaftar. Mereka yang tidak punya kartu sekolah maupun lembaga kursus bisa mengusulkan di Dapodik agar anak yang tidak mampu bisa di usulkan untuk mendapatkan KIP,” pungkasnya.

Sementara itu tercatat jumlah yang akan di distribusikan ke Kalbar kurang lebih 300.000. (mse)

 

Berita Terkait