Minimal Tembus Semifinal

Minimal Tembus Semifinal

  Rabu, 5 December 2018 11:05
FOTO : Greysia Polii--Apriyani Rahayu

Berita Terkait

Ganda Putri Indonesia di BWF Tour Finals

JAKARTA - Persiapan enam wakil Indonesia di BWF Tour Finals 2018 terus berlangsung. Khusus di ganda putri, Greysia Polii/Apriyani Rahayu menjadi satu-satunya wakil Indonesia. Kesempatan tersebut akan menjadi modal bagi mereka menyongsong tahun 2019. Terlebih mulai awal tahun perebutan poin menuju Olimpiade juga sudah berlangsung.

Eng Hian, pelatih ganda putri pelatnas mengungkapkan, setidaknya Greysia/Apriyani bisa menembus semifinal. Pernyataan tersebut bukan tanpa alasan. Saat ini, mereka menempati unggulan ketiga dari 8 pasangan yang masuk di BWF Tour Finals.

Di atas mereka ada dua ganda putri Jepang, Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi dan Mayu Matsutomo/Wakana Nagahara. Menghadapi dua wakil Jepang tersebut, ganda putri terbaik Indonesia itu selalu berakhir ketat.

Dua pasangan Jepang tersebut juga menjadi pesaing terbaik bagi mereka. “Semifinal itu target minimal buat mereka, saya rasa untuk lolos grup masih bisa,” terang Eng Hian. 

Meskipun begitu, Didi-sapaan karib Eng Hian enggan menganggap remeh lawan yang lain. Sebab, dari dominasi pebulu tangkis Asia, muncul satu pasangan yakni, Gabriela/Stefani Stoeva dari Bulgaria. Mereka manjadi satu-satunya pasangan non Asia yang masuk dalam 8 besar BWF Tour Finals.

“Stoeva bersaudara ini juga cukup bahaya. Mereka ini mainnya ulet,” beber Didi. Selanjutnya, Greysia/Apriyani juga harus bisa bermain lebih tangguh saat mereka berjumpa dengan mereka.

Saat ini, permainan Greysia/Apriyani memang cukup dinamis. Walaupun Apriyani selalu mengambil peran hampir 80 persen di belakang. Wajar saja, secara usia dan power, Apriyani punya kemampuan yang lebih fresh.

Sedangkan Greysia dengan pengalaman panjang yang dia miliki, dia menjadi playmaker yang mengatur ritme permainan, khususnya dengan bola netting. “Ini kesempatan kami untuk membuktikan, setelah tahun lalu belum tembus,” kata Apriyani. 

Apriyani mencatat setiap evaluasi yang diberikan Eng Hian. Khususnya saat mengevaluasi dari tayangan video. “Itu jadi pegangan saya untuk tetap berbenah,” lanjutnya. (nap)

Berita Terkait