Minim Jalan dan Jembatan di Perbatasan

Minim Jalan dan Jembatan di Perbatasan

  Sabtu, 24 September 2016 10:08
JEMBATAN : Jembatan Sungai Labian Kecamatan Batang Lupar merupakan salah satu jembatan rangka baja yang tengah dibangun di kawasan Perbatasan.

Berita Terkait

PUTUSSIBAU—Pembangunan infrastruktur dasar berupa jalan dan jembatan, pendidikan serta kesehatan diperbatasan lagi terbatas. Sejumlah desa masih terisolir, sehingga terlihat pincang dari warga negara tetangga.

 
Disaat musim hujan dan terjadi banjir masyarakat harus berjibaku melewati air serta lumpur. Sebaliknya, pada saat musim kering masyarakat diselimuti debu jalanan yang pekat.

Kondisi itu terjadi diseluruh kecamatan perbatasan yakni Empanang, Puring Kencana, Badau, Batang Lupar dan Embaloh. Sementara kecamatan Putussibau Utara dan Selatan yang berbatas langsung dengan negara tentanga, daerah perhuluan juga mengalami nasib yang sama.

“Sebagai ring satu wilayah perbatasan negara,mestinya lima kecamatan itu diperhatikan,” papar Iskandar warga Puring.

Dikatakan Iskandar, mestinya pemerintah menghadirkan pembangunan di Puring Kencana. Namun sampai sekarang impian masyarakat yang berada di ujung negeri ini untuk menikmati mulusnya jalan dan jembatan yang permanen belum terwujud. Masyarakat secara swadaya membangun fasilitas seadanya seperti pembangunan unit jembatan Sungai Palima, Dusun Kedang, Desa Merakai Panjang.

Bersama Polsek Puring Kencana, masyarakat, anggota Polsek dan koramil bahu membahu bangun jembatan tersebut. Untuk akses menuju Desa Merakai Panjang-Kantuk Asam ini dibangun secara swadaya. Jalur tersebut juga mengubungkan Merakai Panjang ke Dusun Kantuk Bunut hingga ke Desa Sungai Antu yang merupakan kota Kecamatan Puring Kencana yang merupakan akses ekonomi.

Silo Buwono, Kapolsek Puring Kencana, Jumat (23/9) membenarkan pihaknya bersama masyarakat membangun jembatan Sungai Palima. Jembatan tersebut penting karena anak-anak SMP (Sekolah Menengah Pertama) yang sekolah ke Sungai Antu harus melewati sungai tersebut.

“Kasian anak-anak sekolah harus basah-basah dulu sebelum tiba di sekolah, karena menyeberang sungai itu,” ucapnya.

Dikatakan Kapolsek, jembatan tersebut sangat darurat terutama untuk keperluan lalu lintas sepeda motor dan berjalan kaki, karena ketika musim penghujan, sungai meluap sulit dilalui. Karena itu Polksek dan Koramil bersama masyarakat masyarakat sepakat gotong-royong membangun jembatan sederhana dengan kayu-kayu seadanya.Yang terpenting aman dilewati oleh anak-anak yang sekolah.

Terpisah, Kapolres Kapuas Hulu AKBP Sudarmin SIK menjelaskan, kegiatan membangun jembatan oleh Polri ini merupakan kepedulian terhadap masyarakat, seperti fasilitas jembatan penghubung antar desa di Puring Kencana itu. Ia mengapresiasi kekompakan warga setempat yang berpartisipasi dan cukup antusias dalam melaksanakan gotong royong bersama anggota Polri diPuring Kencana itu.

Sudarmin mengatakan, pembangunan jembatan itu untuk memperlancar aktivitas masyarakat dalam kegiatan sehari hari. “Masyarakat sangat senang dengan kehadiran Polsek yang selalu bekerja sama dengan masyarakat baik gotong royong dan kegiatan kemasyarakatan lainnya,” kata Kapolres. Polri, kata dia,  sangat peduli dengan masyarakat.Baik bidang kemasyarakatan maupun kegiatan lain. (aan

Berita Terkait