Minggu Depan Pembagian Kacamata Gratis

Minggu Depan Pembagian Kacamata Gratis

  Senin, 10 Oktober 2016 09:33
PEMERIKSAAN MATA: Peserta mengikuti pemeriksaan mata gelombang II dengan komputer, serta mencocokkan lensa dan bingkai kacamata, dalam rangkaian bakti sosial Hari Jadi ke-245 Kota Pontianak di sekretariat Yayasan Bhakti Suci, Jl Gajahmada, kemarin. MADE FRANS/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK – Pemeriksaan mata sebagai rangkaian bakti sosial Hari Jadi ke-245 Kota Pontianak telah selesai digelar di sekretariat Yayasan Bhakti Suci, Jl Gajahmada Pontianak. Kegiatan tersebut kerja sama Yayasan Bhakti Suci, RS Kharitas Bhakti, Lions Club, Yayasan Panca Bhakti, dan Pontianak Post.

Kegiatan dibagi dalam dua gelombang, yaitu pada Minggu, 2 dan 9 Oktober. Pemeriksaan mata gelombang I diikuti 216 orang, dengan 58 butuh kacamata plus dan 107 kacamata minus. Gelombang II diikuti 165 orang, dengan 45 butuh kacamata plus dan 83 butuh kacamata minus. Selain itu, terdeteksi pula beberapa peserta yang menderita katarak. Total penerima kacamata plus 103 orang dan kacamata minus 190 orang. Mereka dapat mengambil kacamata di sekretariat Yayasan Bhakti Suci, Minggu, 16 Oktober, pukul 09.00-12.00 WIB.

Tjioe Kui Sim (Hasim), Ketua Yayasan Bhakti Suci menyampaikan, sebagai tahap awal, pemberiksaan mata dan pembagian kacamata gratis dikhususkan bagi pekerja harian lepas (PHL) Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Pontianak. Tetapi, karena tingginya antusias masyarakat, panitia juga menerima peserta umum dengan jumlah terbatas.

“Ini untuk masyarakat tidak mampu, kami dukung. Tahun ini untuk petugas kebersihan, yang akan datang kami set lebih bagus lagi. Mungkin yang akan datang, pesertanya lebih luas. Nanti bisa tambah alat periksa matanya, jadi tidak perlu tunggu terlalu lama,” ujarnya, disela pemeriksaan mata, kemarin (9/10).

Terkait hari jadi kota, Hasim menilai Pontianak sudah cukup maju, kondusif, perkembangan pembangunan pun terlihat. “Kami harap akan datang, Pontianak lebih maju,” katanya.

Ahmad Taufik (32), bagian operasional kebersihan DKP Pontianak menyampaikan banyak terima kasih pada panitia. “Kalau kami, masing-masing pekerja yang periksa sendiri tentu berat,” ujarnya. “Kami sangat terbantu, terima kasih pada semua panitia.”

Setelah diperiksa, ternyata mata Taufik ada silinder. “Tadi sudah periksa, lalu cocokkan bingkai kacamata. Nanti ke sini lagi, ambil kacamata,” katanya.

Ia berharap, bantuan serupa kepada petugas DKP tetap ada ke depannya. “Kalau sekarang sudah mata, mungkin ke depan kesehatan lain, apakah untuk paru-paru, yang berkaitan dengan kami di dinas kebersihan ini,” pintanya.

Hal senada disampaikan, Lita Luki Bressati (30), petugas TU di TPA. Menurutnya, petugas kebersihan di lapangan, termasuk TPA, rentan kesehatannya, karena debu, sampah, dan gas metan. “Kami bersentuhan langsung dengan sampah dan debu di lapangan. Mata juga rawan langsung kena debu dan asap di jalan, sangat riskan untuk kesehatan,” ujarnya.

Karena itu, ia dan rekannya bersyukur mendapat pemeriksana mata dan kacamata gratis. “Alhamdulillah, ini program bagus. Terima kasih telah bantu kami di dinas kebersihan. Tadi saya periksa kanan kiri minus 0.75, kiri ada silinder. Saya dapat kacamata gratis, minggu depan ambil,” pungkasnya. (de)

Berita Terkait