Miliki Sifat Taawun

Miliki Sifat Taawun

  Senin, 13 May 2019 11:08
TAUSYIAH: Kiai Hadran Faloga didampingi Gubernur Kalbar, Sutarmidji dan Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan dan Wabup Kubu Raya, Sujiwo dan sejumlah pejabat lainnya memberikan tausyiah belum lama ini di Aula Kantor Bupati Kubu Raya

Berita Terkait

SUNGAI RAYA – Kiai Hadran Faloga mengatakan setiap muslim wajib memiliki sifat taawun yang merupakan sifat gemar menolong sesama warga yang membutuhkan tanpa harus menunggu dimintai pertolongan.  Beberapa contoh taawun dalam kehidupan sehari-hari kata dia seperti mengeluarkan zakat, infak dan sedekah semampunya.

“Apa yang kita peroleh kalau melaksanakan perintah, semua perintah mulai dari salat, puasa, zakat dan sebagainya ini agar kita meraih kesuksesan hidup dengan ridha Allah Taala. Mari kita raih kesuksesan hidup itu melalui amal saleh,” ajaknya saat memberikan tausyiah singkat di Aula Kantor Bupati Kubu Raya, belum lama ini dalam Safari Ramadan Gubernur Kalimantan Barat di Kubu Raya.

Kata Kiai Hadran, semua harapan masyarakat Kubu Raya hanya bisa diraih dengan usaha dan doa dari seluruh elemen masyarakat. Alih-alih membebankan tanggungjawab hanya kepada kepala daerah. Karena itu, ia mengajak kaum muslimin di Kubu Raya untuk memanfaatkan Ramadan dengan memperbanyak ibadah dan doa.  

“Makmur sapinya, kambingnya, ayamnya, padinya, dan semuanya. Tapi itu tidak sekadar harapan. Ada kesempatan di bulan rahmat ini, raihlah keberkahan melalui ibadah-ibadah yang lainnya. Banyak-banyak berdoa. Jadi tidak bisa hanya mengandalkan bupati. Masyarakat juga harus berbuat,” paparnya. 

Ramadan, menurutnya, merupakan bulan tempatnya memohon kepada Allah. Dan di antara sarana mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa, ujarnya, adalah dengan memperbanyak salat sunah. 

“Perbanyak salat sunah. Sukses kalau tidak melaksanakan Tahajud malam tidak akan bisa. Di mana-mana seluruh dunia semua orang sukses diraih dengan bangun jam tiga malam. Salat lail. Sukses kalau rajin salat malam dan baca Quran,” ucapnya. 

Kiai Hadran menegaskan, penyebab kesuksesan manusia adalah perintah Allah dan Rasul-Nya. “Itulah penyebab kita sukses. Mulia ketika hidup dan mulia ketika diwafatkan Allah,” tambahnya. 

Di tempat yang sama Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji mengajak kaum muslimin khususnya di Kabupaten Kubu Raya menambah kualitas dan kuantitas ibadah di bulan suci Ramadan. Ramadan, menurut dia, juga menjadi momentum evaluasi pelaksanaan ibadah setiap diri umat muslim. 

“Kita evaluasi bagaimana model ibadah kita. Salat kita dulu. Jangan cerita yang lain. Cerita salat kita dulu, sudah betul atau tidak,” ujarnya saat menyampaikan sambutan safari Ramadan. 

Dalam ceramah singkatnya Sutarmidji juga mengajak umat muslim untuk berpegang pada empat sumber hukum Islam yakni Quran, Hadis, Ijmak, dan Qiyas. Ia mengingatkan umat muslim untuk tidak gampang mengikuti pandangan-pandangan yang tidak sejalan dengan keempat sumber hukum Islam tersebut.  

Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan menilai suasana Ramadan tidak saja mendorong peningkatan kualitas dan kuantitas ibadah, tapi juga menjaga silaturahmi terjalin dengan baik. 

Kata Muda, di antara visi Pemerintah Kabupaten kubu Raya adalah bahagia dan religius, yang diartikan dalam setiap langkah dan pikiran bahwa segala sesuatu yang dilakukan termasuk kerja sehari-hari juga menjadi sesuatu ibadah. 

“Kalau pergi kerja jangan hanya melihat bahwa itu sekedar untuk mendapatkan pendapatan, tapi juga sebagai ladang amal. Peluang sebagai ASN adalah diberi kesempatan oleh Allah untuk berbuat kepada umat dan masyarakat,” tuturnya. 

Turut menghadiri safari Ramadan Kapolresta Pontianak Kota, Kapolres Mempawah, Dandim 1207/BS, Kajari Mempawah, Direktur Utama Bank Kalbar, perwakilan instansi vertikal di Kubu Raya, dan para tokoh agama serta tokoh masyarakat Kubu Raya. Pada kesempatan itu juga dilakukan penyerahan secara simbolis sarana kontak atau bantuan dari Gubernur Kalimantan Barat. (ash)

Berita Terkait