Miliaran Dana Nasabah Digelapkan, OJK Kalbar Minta Uang Nasabah Diganti

Miliaran Dana Nasabah Digelapkan, OJK Kalbar Minta Uang Nasabah Diganti

  Kamis, 26 April 2018 10:57
Ilustrasi

Berita Terkait

PONTIANAK – Kasus penggelapan dana nasabah kembali terjadi di Kalimantan Barat. Berdasarkan informasi yang dihimpun Pontianak Post, nilai kerugian dari penggelapan dana nasabah ini mencapai miliaran rupiah. Nasabah yang jadi korban adalah sebuah lembaga keuangan koperasi kredit (Credit Union) di Kalimantan Barat. 

Kasus penggelapan dana nasabah yang terjadi di Bank BTN Pontianak ini kini ditangani Polda Kalbar. Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kalbar, Kombes Pol Mahyudi Nazriansyah saat dikonfirmasi Pontianak Post menyatakan bahwa kasus ini sedang didalami Polda Kalbar. “Masih didalami, Mas. Nanti kalau sudah jelas kita kabari. Sabar dulu. Masih dikembangkan,” kata Mahyudi saat dihubungi Pontianak Post tadi malam. 

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Barat (Kalbar), Moch Riezky F Purnomo membenarkan adanya informasi terkait penggelapan rekening nasabah Bank BTN oleh sejumlah oknum di bank tersebut. Oknum yang diduga melakukan penggelapan pun telah dilaporkan ke pihak kepolisian.

Riezky mengatakan informasi itu didapat berdasarkan laporan pihak Bank BTN kepada OJK Kalbar sekitar dua bulan yang lalu. “Memang ada informasi oleh Kepala Cabang Bank BTN sebelumnya terkait adanya oknum internal bank yang diduga melarikan uang nasabah ke sejumlah rekening di bank lain,” ungkapnya saat dihubungi Pontianak Post, Rabu (25/4).

Riezky menceritakan, bergulirnya dugaan penggelapan rekening ini, lantaran ada komunikasi antara pihak nasabah dengan Kepala Cabang Bank BTN sebelumnya. Nasabah tersebut merasa jumlah rekeningnya berkurang.

“Dimulai dari laporan nasabah yang merasa rekeningnya berkurang, tidak sesuai. Atas kecurigaan itu, nasabah menghubungi Kepala Cabang. Lantas kepala Cabang waktu itu melakukan audit internal untuk menindaklanjuti laporan tersebut,” paparnya.

Mengetahui hal itu, pihaknya selaku pengawas lembaga jasa keuangan di Kalbar terus mengikuti perkembangan kasus tersebut. Berdasarkan informasi yang dia dapat, hasil audit yang telah dilakukan itu membuktikan bahwa sejumlah oknum internal Bank BTN telah melakukan penggelapan rekening nasabah yang diduga nominalnya hingga miliaran rupiah.

 “Barulah setelah dilakukan audit internal, diketahui bahwa oknum pegawai bank tersebut bersalah, sehingga dilaporkan ke pihak kepolisian untuk ditindak,” tuturnya.

Dikatakan Riezky, saat ini kasus masih dalam audit internal, kepala cabang saat itu dimutasi. Kepala cabang baru, kata dia, baru menjabat sekitar dua minggu yang lalu. Adapun terkait beredarnya isu pembobolan dana nasabah yang terjadi setiap pergantian pimpinan Bank BTN, Riezky membantahnya. Hal tersebut menurutnya tidak ada hubungannya antara pergantian kepala cabang dengan kasus penggelapan dana ini. “Tidak ada hubungannya dengan pergantian kepala cabang,” tegasnya. 

Langkah Bank BTN untuk melaporkan oknum tersebut kepada pihak berwajib menurutnya merupakan langkah yang tepat. Mengingat nasabah yang melapor diketahui merupakan salah satu lembaga keuangan yang ada di Kalbar. Dia mengatakan ada kemungkinan pelaku tidak hanya berasal dari internal bank.

 “Bisa jadi pelakunya hanya internal bank. Namun tidak menutup kemungkinan ada orang lain yang terlibat diluar pihak bank. Untuk mengetahui hal itu, maka pihak kepolisianlah yang punya wewenang,” jelasnya. 

Sejauh ini, pihaknya tidak memiliki otoritas dalam hal pengawasan secara internal terhadap kasus ini, lantaran kantor yang ada di Kalbar merupakan kantor cabang. Adapun pihaknya hanya melakukan monitoring terkait berbagai informasi dan perkembangan kasus tersebut untuk dilaporkan ke pengawas yang ada di OJK Pusat.

Meski demikian, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pihak Bank BTN agar bertanggung jawab terhadap rekening nasabah tersebut. “Yang pasti nanti berapapun kerugian dari nasabah ini, harus diganti oleh bank, tanpa menunggu pengembalian uang dari oknum tersebut,” pungkasnya. 

Pontianak Post telah melakukan wawancara dengan Kepala Cabang BTN Pontianak, Dudi, Rabu (25/4) kemarin. Namun Dudi, yang belum lama menjabat kepala cabang BTN ini tidak bersedia hasil wawancara itu dipublikasikan. (sti/arf)

Berita Terkait