Midji Siapkan Ruang Inap RSUD Soedarso Tanpa Kelas

Midji Siapkan Ruang Inap RSUD Soedarso Tanpa Kelas

  Selasa, 12 February 2019 15:31

Berita Terkait

Dalam rangka kolaborasi pusat dan daerah dalam pelayanan kesehatan menuju cakupan kesehatan semesta, Gubernur Kalbar H. Sutarmidji menjadi pembicara kegiatan yang dihadiri oleh Menteri Kesehatan Nila Moeloek dan para pimpinan dinas kesehatan seluruh Indonesia.

GUBERNUR Kalbar H. Sutarmidji memaparkan startegi dan arah kebijakan pembangunan kesehatan perlu dilakukan dengan tiga aspek yaitu peningkatan kesehatan ibu dan anak, peningkatan status kesehatan masyarakat dan peningkatan akses dan kualitas pelayanan kesehatan. Sedangkan untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak arah kebijakan dengan meningkatkanlayanan gizi dan kesehatan ibu dan anak. 

Untuk peningkatan status kesehatan masyarakat arah kebijakan Pemerintah Kalbar, meningkatkan pola hidup bersih dan sehat pada masyarakat, penyediaan obat dan perbekalan kesehatan yang memadai serta penyediaan data dan informasi kesehatan.

“Saya baru jadi gubernur itu empat bulan. Perhatian utama saya yaitu di bidang kesehatan dan pendidikan dua hal ini yang harus di reformasi besar-besaran di Kalbar. Untuk itu meningkatkan pelayanan kesehatan yang berorientasi pada kepuasan masyarakat terhadap layanan kesehatan dengan perluasan kapasitas dan memnuhi fasilitas kesehatan rumah sakit,” ungkap Sutarmidji dalam rangka Kolaborasi Pusat dan Daerah dalam pelayanan kesehatan menuju cakupan kesehatan semesta di Nusantara Hall, ICE-BSD City Tangerang pada hari Selasa (12/2).

Dirinya pun menggambil contoh fasilitas kesehatan rumah sakit saat ia menjabat sebagai Walikota Pontianak, dimana rumah sakit milik pemerintah Kota Pontianak orang nomor satu di Kalbar membangun rumah sakit tanpa kelas pelayanan kesehatannya. Sebab dirinya beranggapan pelayann kesehatan untuk masyarakat tidak boleh dibedakan.

“Ketika saya jadi wali kota saya bangun rumah sakit dan saya minta untuk pelayanan kesehatan masyarakat  tidak ada kelas. Satu-satunya rumah sakit tanpa kelas yang ada di Indonesia dan itu semua semata-mata untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” tuturnya.

Saat ini ia tengah melakukan reformasi besar-besaran di bidang kesehatan yang ada di Kalbar, dimana banyak pimpinan pelayanan kesehatan yang ada tidak sesuai dengan bidang ilmu terapan yang dimiliki. 

“Kepala rumah sakit jiwa yang ada di Kalbar saya minta mundur, karena tidak sesuai terapan pendidikan keilmuannya. Masa kepala rumah sakit itu dipegang sarjana ekonomi kan tidak sesuai dengan bidangnya, dan dalam waktu dua bulan kita isi dengan orang-orang professional sesuai bidangnya,” ujarnya.

Sedangkan tahun 2019, Gubernur Kalbar H. Sutarmidji akan membuat sebuah gebrakan perubahan untuk pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah Soedarso yang ada di Kalbar dianggap kurang memadai dengan berbagai fasilitas yang ada saat ini.

“Tahun ini kita akan bikin perubahan untuk RS Soedarso, dengan menyediakan berbagai fasilitas yang lengkap dan bangunan rumah sakitnya kita akan bangun enam lantai. Karena rumah sakit soedarso merupakan rujukan nasional itu akan menjadi kebanggaan bagi masyarakat Kalbar dalam bidang kesehatan dan ruang inapnya tanpa kelas,” tegasnya. (Humas Pemprov)

Berita Terkait