Midji Sentil Pihak yang Tak Hadir Pada Forum Perangkat Daerah PU-PR

Midji Sentil Pihak yang Tak Hadir Pada Forum Perangkat Daerah PU-PR

  Kamis, 7 March 2019 09:16
PUPR: Gubernur Kalbar Sutarmidji membuka Forum Perangkat Daerah PU-PR Tahun Anggaran 2019, Rabu (6/3). HUMPRO KALBAR FOR PONTIANAK POST

Berita Terkait

Gubernur Kalbar Sutarmidji menyayangkan beberapa pihak yang tak hadir dalam Forum Perangkat Daerah Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU-PR), Rabu (6/3). Dalam kegiatan itu ada dua daerah yang tidak hadir yakni Kabupaten Bengkayang dan Melawi, termasuk organisasi profesi yang berkaitan dengan PU-PR.  

IDIL AQSA AKBARY, Pontianak

"BAGAIMANA kami mau tahu kebutuhan mereka, karena mereka tidak hadir," ungkapnya usai membuka kegiatan tersebut. 

Orang nomor satu di Kalbar itu bahkan mengancam tahun depan tidak akan mengurus hal yang berkaitan dengan pembangunan di dua daerah tersebut. Karena dianggap tidak mau berkoordinasi. 

"Mungkin mereka sudah bisa mengurus daerah sendiri, ya sudah kami tidak usah urus. Kalau tidak mau berkoordinasi dan mau mengurus sendiri silakan," katanya. 

Selain itu ia juga menyinggung organisasi profesi yang berkaitan dengan PU-PR juga tak hadir dalam kegiatan tersebut. Padahal forum tersebut menurutnya cukup penting agar mengetahui program kerja pembangunan yang dilakukan Pemprov Kalbar.

"Sepanjang saya jadi gubernur jangan lagi diundang mereka (organisasi profesi). Kalau diundang saya tidak mau buka acaranya," tegasnya. 

Organisasi profesi lanjut dia jangan hanya sekedar berbicara tentang hak-hak saja. Secara profesional juga harus proaktif menjalankan kewajibannya agar mengetahui arah program pemerintah. "Mereka kan pandainya kan kritik, tapi tak pernah hadir," ucapnya.  

Kepala Dinas PUPR Kalbar Bride Suryanus Allorante mengatakan, pihaknya sudah mengundang seluruh kabupaten/kota untuk hadri dalam kegiatan tersebut. Termasuk seluruh asosiasi atau organisasi profesi yang berkaitan. 

"Seluruh pemangku kepentingan yang ada kami undang dalam rangka memberikan masukan untuk pembangunan ke depan. Sangat disayangkan (tidak hadir)," ujarnya, Rabu (6/3) pagi. 

Ia pun mengaku sependapat dengan gubernur bahwa daerah yang tak hadir dianggap kurang serius terhadap pentingnya forum ini. Untuk itu jangan disalahkan jika ke depan Pemprov tidak memprioritaskan daerah tersebut dalam alokasi proyek yang berkaitan dengan PU-PR. 

"Karena memang mereka tidak mau hadir, tidak mau tahu. Jadi jangan salahkan kami, jangan ada lagi kata-kata bahwa dianaktirikan dan lain sebagainya," ucapnya. 

Bride mengaku belum tahu pasti alasan mengapa pihak-pihak tersebut tidak hadir. Harapannya dua daerah yang tak hadir itu hanya terlambat sehingga tetap bisa mengetahui hasil forum.

"Mudah-mudahan terlambat saja, tapi kami lihat nanti. Pokoknya sampai hari ini (kemarin), pukul 05.00 (sore) tidak hadir ya sudah. Demikian juga organisasi profesi gubernur tidak memperkenankan mereka diundang lagi," pungkasnya.(*) 

Berita Terkait