Midji Minta Bawaslu Pegang Aturan

Midji Minta Bawaslu Pegang Aturan

  Jumat, 15 March 2019 10:42
SIAP: Gubernur Kalbar Sutarmidji saat menghadiri apel kesiapan pengawasan pemilihan umum (Pemilu) di Auditorium Untan, Kamis (14/3). HUMPROV KALBAR FOR PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK—Gubernur Provinsi Kalimantan Barat Sutarmidji berharap Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kalbar dapat benar-benar memegang aturan dalam mengawal proses demokrasi Pemilu Serentak 2019. Menurutnya, lembaga ini berperan penting dalam menentukan kualitas penyelenggaran serta sukses atau tidaknya pemilu tahun ini. 

“Saya harap, Bawaslu betul-betul menempatkan diri sebagai wasit yang betul-betul berpegang pada aturan," katanya saat menghadiri Apel Kesiapan Pengawasan Pemilu, Kamis (14/3) pagi.

Dikatakannya, aturan penyelenggaraan pesta demokrasi ini sudah jelas dan semuanya sudah sangat lengkap. Karena itu, jangan sekali-kali membiarkan satu pelanggaran dianggap bukan lagi sebuah pelanggaran. 

Jika itu terus menerus terjadi, menurutnya akumulasi dari semua itu akan membuat penegakan aturan menjadi sulit. "Penegakan aturan di negara ini menjadi sulit, kalau sebuah pelanggaran sudah tidak dianggap lagi sebagai sebuah pelanggaran. Jadi ketika harus ditegakkan, dikatakan telah terjadi diskriminasi. Itu yang tidak boleh. Aturan harus ditegakkan," ujarnya. 

Selain itu, ia juga berpesan kepada para penyelenggara dan pengawas pemilu tetap menjaga netralitas. Seluruh anggota harus menjadi petugas yang betul-betul memiliki integritas yang tinggi. Jangan sedikitpun ada dipikiran untuk memberikan kesempatan kepada peserta pemilu melakukan hal-hal yang menyimpamg dari aturan. 

"Saya minta Panwaslu harus netral. Tidak boleh jadi pemain. Saya tahu persis, saya pernah jadi peserta pada pemilu lalu. Panwaslu harus netral," ingatnya lagi. 

Orang nomor satu di Kalbar itu melihat, masalah-masalah yang terjadi dalam Pileg dan Pilpres tahun ini lebih banyak dikarenakan ketidakdewasaan peserta pemilu dalam berpolitik. "Saya harap kepada seluruh peserta pemilu agar memiliki kedewasaan berpolitik," pungkasnya. 

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Bawaslu Kalbar Ruhermansyah mengatakan, untuk menghasilkan pemilu yang berkualitas jajarannya harus menjaga aspek profesionalitas dan kapabilitas. Bahwa para pengawas pemilu harus memiliki sikap mental yang baik. 

"Karena sifatnya jujur dan adil, maka kami harus memperlakukan semua peserta pemilu dan masyarakat menjaga hak pilihnya secara jujur dan adil," ungkapnya. 

Apel kesiapan pengawasan ini menurutnya dimaksudkan untuk memberitahukan kepada masyarakat bahwa penyelenggaraan pemilu di Kalbar akan berjalan demokratis, berkualitas dan berintegritas. 

"Tetap pegang teguh prinsip-prinsip, apabila ada jajaran kami di bawah melakukan suatu dugaan pelanggaran seperti tidak netral atau berpihak, maka jangan segan-segan sampaikan ke kami, segera kami lakukan penindakan," ujarnya. (bar)

Berita Terkait