Midji Geram Oknum Dokter Alihkan Pasien ke Klinik

Midji Geram Oknum Dokter Alihkan Pasien ke Klinik

  Selasa, 18 June 2019 09:28
MAKET : Desain maket pembangunan enam lantai RSUD Soedarso. ISTIMEWA

Berita Terkait

Benahi Fisik dan Pelayanan RSUD Soedarso

Pembangunan gedung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soedarso ditargetkan selesai secara keseluruhan pada 2020 mendatang. Tak hanya secara fisik, kualitas pelayanan RS kebanggaan Pemprov Kalbar ini juga bakal dibenahi secara total.     

IDIL AQSA AKBARY, Pontianak

WAJAH baru RSUD Soedarso mulai dapat dibayangkan setelah Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji mengunggah foto-foto desain pembangunan RS tersebut di laman facebook pribadinya, Sabtu (15/6) lalu. 

Dalam rancangannya, RS yang terletak di Jalan DR Soedarso No.1, Pontianak Tenggara itu terlihat sangat modern. Terdapat dua bagian bangunan enam lantai yang saling terhubung. Bangunan berwarna dominan putih itu dilengkapi berbagai fasilitas penunjang. Seperti taman, kolam serta pepohonan yang rindang. 

"Mimpi saya untuk RS Soedarso, mudah-mudahan terwujud, dan kita mulai sekarang. Insyallah jadi, mohon doa dari masyarakat Kalbar," tulis Midji sapaan akrabnya dalam keterangan foto tersebut. 

Saat diwawancarai di ruang kerjanya, Senin (17/6), Midji mengaku sangat serius membenahi RSUD Soedarso. Rencanannya pembangunan sudah akan dimulai pada Agustus 2019 mendatang. Kemudian untuk tahap kedua bakal ditender pada Desember 2019. "Dan target saya tahun 2020 sudah selesai semua," katanya kepada awak media.

Ia menjelaskan tak hanya pasien, bangunan tersebut juga akan dibuat senyaman mungkin untuk keluarga atau penjaganya. Yakni dengan adanya rumah-rumah singgah. Lalu juga bakal ada beberapa gedung yang dibangun di tahap ketiga untuk kepentingan-kepentingan khusus penyakit tertentu. Seperti talasemia dan lain sebagainya. "Itukan kasihan anak-anak yang harus cuci darah dalam waktu tertentu, penyakit-penyakit itu harus ditempat yang dibuat nyaman," ujarnya. 

Termasuk untuk penyakit paru-paru, meski sudah ada RS sendiri, untuk rawat inapnya bakal digabung ke RSUD Soedarso. Dengan demikian bakal lebih mudah penanganannya. Orang nomor satu di Kalbar itu yakin secara fisik pembangunannya tidak akan sulit. Pemerintah cukup menyiapkan anggaran yang dibutuhkan. 

"Anggaran fisik selesailah mau Rp100 miliar atau Rp150 miliar tidak masalah, yang pasti dari sisi tampilan fisik RS tersebut benar-benar representatif," terangnya.  

Meski demikian yang masih akan menjadi pekerjaan rumah ke depan menurutnya adalah perbaikan dalam hal pelayanan. Dan memang hal tersebut yang banyak dikeluhkan oleh masyarakat selama ini. Untuk menanganinya Midji akan tegas. "Kepada semua dokter mohon maaf, saya akan tegas saja," ucapnya.

Dokter menjadi sorotan, karena ia mengaku mendapat laporan bahwa banyak oknum dokter yang bekerja tidak sesuai aturan. Seperti disebutkannya ketika dokter-dokter muda yang menangani spesialis tertentu meminta pengadaan alat kesehatan (alkes) di RS tersebut, dokter senior malah mengatakan tidak perlu. "Yang senior bilang kalau begitu Soedarso tidak usah beli, kalau mau menggunakan yang di tempat praktik dia saja, di klinik dia," terangnya. 

Artinya ada indikasi agar pasien diarahkan ke klinik dengan alasan bahwa tidak adanya ketersediaan alat di RSUD Soedarso. Padahal lanjut Midji, RS mampu untuk melakukan pengadaan terhadap alkes yang dibutuhkan tersebut. "Alat itu tidak begitu mahal, nah sengaja tidak disediakan, ketika perlu alat itu larinya ke klinik," tegasnya. 

Mantan wali kota Pontianak dua periode itu menuding ada praktik-praktik yang tidak benar berjalan di sana. Itulah mengapa kemudian untuk layanan tertentu klaim BPJS justru lebih besar di klinik dibanding RS itu sendiri. "Kan lucu itu, nah itulah yang buat BPJS amburadul. Saya akan tegas saja pokoknya. Rumah dia (dokter) yang utama itu kan RSUD Soedarso, bukan klinik, klinik dia ya belakangan," ucapnya. 

Midji pun menantang jika oknum dokter tersebut akhirnya protes. Karena bisa saja izin praktik para dokter tersebut dicabut oleh pemerintah daerah. Untuk itu ia meminta hal-hal yang demikian segera diakhiri. Selama ini menurutnya masyarakat sudah cukup sabar dengan lemahnya pelayanan di sana.

Termasuk ia mengatakan selama ini di sana lebih banyak dilayani oleh tenaga-tenaga relawan. Yakni mereka yang hanya digaji kecil untuk melayani para pasien di sana. Jumlahnya mencapai ratusan orang. Dan karena itulah akhirnya pelayanan tidak pernah maksimal. "Ada ratusan digaji hanya Rp350 ribu, Rp500 ribu untuk mengganti apa, itu (dokter) yang hanya mengurus klinik, berdosa mereka yang seperti itu," imbuhnya.

"Saya mintalah, saya mohon kepada seluruh dokter, seluruh manajemen RS, sudah hentikan hal-hal yang bisa merusak, mengecewakan pelayanan masyarakat, saya minta itu, supaya semua bisa berjalan dengan baik," tambahnya.   

Terpisah, Direktur RSUD Soedarso Yuliastuti Saripawan mengatakan untuk pembangunan, pihaknya sudah diajak berkoordinasi dengan Bidang Cipta Karya, Dinas PUPR Kalbar. Membahas terkait kebutuhan sarana, prasarana, kelengkapan fisik bangunan, ruangan dan lain sebagainya. Sejauh ini semua sudah berjalan dengan baik. 

"Sama-sama dengan tim, kemarin sudah diundang koordinasi. Harapannya bisa ada percepatan sehingga bisa meningkatkan pelayanan, dengan sarana memadai dan representatif tentu berimbas pada mutu layanan," paparnya. 

Terkait pelayanan ia mengakui memang tidak mudah untuk merubah citra yang ada. Semua harus ada pembuktian. Namun ia optimis semua bisa berjalan dengan baik. Apalagi dikatakan dia, semua pihak baik jajaran manajemen dan tenaga medis sudah memiliki semangat yang tinggi mendukung perubahan dalam hal peningkatan kualitas pelayanan.

Untuk itu pihaknya bakal menggelar pelatihan-pelatihan seperti komunikasi efektif dan lain-lain. Hal tersebut diharapkan dapat mengurangi adanya kesalahpahaman antara para pasien dengan tenaga medis.

"Paling utama juga perlu keterbukaan, sekarang di IGD kami sudah membuka jumlah tempat tidur yang kosong, bisa dilihat di dashboard IGD, terintegrasi dengan ruangan. Jadi bisa dilihat langusng," tutupnya.(*)

 

Berita Terkait