Midji Bakal Cabut Subsidi Iuran Sekolah

Midji Bakal Cabut Subsidi Iuran Sekolah

  Jumat, 2 September 2016 10:09

Berita Terkait

PONTIANAK - Wali Kota Pontianak Sutarmidji menambahkan, penertiban para pelajar belum cukup umur yang membawa sepeda motor, terus akan dilakukan. Dia berharap kebijakan ini tidak membuat orang tua siswa marah, karena ini dikatakan merupakan bentuk kecintaan dan kesayangan pemerintah kepada anak-anak.

 
“Coba saja lihat data, berapa banyak anak sudah jadi korban kecelakaan, padahal mereka belum boleh membawa motor,” katanya.

Untuk razia tahap pertama ini pelajar hanya diminta membuat pernyataan dan diketahui orang tua. “Tapi jika nanti masih juga seperti itu akan segera ditilang, ditambah subsidi iuran sekolah dicabut, jadi harus bayar, tidak ada lagi sekolah gratis untuk mereka,” tegas wali kota yang telah menjabat dua periode ini.

Sutarmidji menyarankan kepada para orang tua agar mau mengantar anak mereka ke sekolah. Selain itu, jika ada yang kebetulan memiliki abang atau saudara, sudah cukup umur dan memiliki izin membawa motor, maka bisa ikut menumpang.

Terkait solusi jangka panjang, semisal disediakan angkutan umum untuk para pelajar, dijelaskannya, dulu Pemkot Pontianak pernah menyiapkan enam unit bus sekolah yang disubsidi hampir Rp300 juta per tahun. Akan tetapi tidak ada pelajar yang berminat naik bus ke sekolah.

Kemudian untuk opelet dari 760 izin trayek yang beroperasi sekarang hanya tinggal 250 saja. “Lalu juga ada bus kota, dari 32 izin trayek sekarang satu pun tidak ada yang jalan lagi, karena tak ada penumpang,” paparnya.

Mengatasi masalah tersebut, tahun ini sudah ada bantuan 200 unit sepeda untuk pelajar Pontianak. Pelajar dan orang tua juga dianjurkan jangan suka pilih-pilih lokasi sekolah. “Coba lihat ada anak SD tinggal di Pontianak Timur tapi sekolahnya di Pontianak Selatan, padahal nilai terbaik ada di SD Timur dan Utara,” kesalnya.

Untuk itu akan digalakkan pembangunan sekolah terpadu antara SD dan SMP. Sehingga pelajar yang sudah tamat SD tidak boleh sekolah di SMP lain selain di SMP terpadu tersebut. “Kami sudah anjurkan pilih sekolah yang dekat sehingga bisa jalan kaki atau pakai sepeda. Kami juga terus berbenah bangun SMP untuk mendekatkan dengan tempat tinggal,” pungkasnya.(bar)

Berita Terkait