Midji: Ada Temuan, Saya Copot!

Midji: Ada Temuan, Saya Copot!

  Rabu, 26 June 2019 10:22
LANTIK : Gubernur Kalbar Sutarmidji saat melantik 15 pejabat eselon II di lingkungan Pemprov Kalbar, Selasa (25/6). HUMPRO KALBAR FOR PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK - Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji melantik 15 pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalbar, Selasa (25/6). Para pejabat yang dilantik merupakan hasil seleksi terbuka calon pimpinan tinggi pratama serta rotasi mutasi yang dilaksanakan beberapa waktu lalu. 

Dari 15 pejabat tersebut, delapan di antaranya hasil seleksi terbuka dan tujuh sisanya merupakan hasil uji kompetensi untuk rotasi dan mutasi. Sutarmidji mengatakan usai pelantikan ini, masih akan dilakukan rotasi dan mutasi untuk beberapa pejabat lainnya. Termasuk untuk jabatan eselon III dan IV, ia memperkirakan di bulan Juli nanti semuanya sudah selesai dilaksanakan. 

"Juli sehingga kami sudah mulai dengan kegiatan persiapan untuk penyusunan anggaran 2020 kemudian persiapan kegiatan tender," ungkapnya saat memberikan arahan usai pelantikan. 

Orang nomor satu di Kalbar itu mengatakan ada beberapa proyek yang dikerjakan tahun 2020 namun dimulai tender di tahun 2019 akhir, saat perubahan anggaran. Dengan demikian perencanaan yang hendaknya akan dilaksanakan tahun 2020 sudah disiapkan sejak perubahan anggaran. "Sehingga ada beberapa ditender 2019 supaya penyerapan anggaran jadi bagus," katanya. 

Kepada para pejabat yang baru dilantik, ia berpesan agar bisa melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan baik. Seperti kepada Kepala Kesbangpol Alexander Rombonang, Midji sapaan akrabnya meminta agar ada persiapan pelaksanaan pilkada serentak mendatang. Membuat seluruh jajaran birokrasi benar-benar netral. 

"Buat peta kebutuhan karakteristik daerah untuk yang ditugaskan menjadi Pj Bupati, ada lima (daerah) kalau tidak salah," pesannya. 

Selain itu kepada Kepala Dinas Kesehatan Harisson, ia berharap ada pembenahan di semua lini terkait bidang kesehatan. Seperti pembangunan RSUD Soedarso, apapun kendalanya Midji meminta dipastikan di tahun 2020 semuanya sudah selesai. Ia berpesan agar ada koordinasi yang baik antara dinas dengan RSUD serta RSJ untuk pembenahan secara total. 

Kepada Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sukaliman, juga diminta ada pembenahan terkait data dan IT milik Pemprov Kalbar. Tahun 2020 ditargetkan seluruh kegiatan pembangunan di Kalbar bisa diakses melalui website. Termasuk penggunaan anggaran atau kas daerah juga bisa diketahui oleh semua pihak termasuk masyarakat umum.  "Jadi semua harus transparan, semua harus terbuka," tegasnya. 

Mantan Wali Kota Pontianak dua periode itu memastikan para pejabat yang baru dilantik ini minimal menduduki jabatan tersebut selama dua tahun. Setelah itu baru akan dilakukan evaluasi terhadap kinerja yang dilaksanakan. Meski demikian ada pengecualian, terutama yang berkaitan dengan tata kelola penggunaan anggaran.

"Kalau berkaitan dengan temuan banyak, kemudian ada penyimpangan anggaran sebesar apapun langsung saya copot. Kalau anggaran tak ada ampun, biar cuma sedikit, pokoknya kalau akhir tahun ada temuan, penyakitlah yang didapat (copot)," pungkasnya. 

Usai dilantik, Kepala Dinas Kesehatan Harisson menyatakan, meski perlu didukung berbagai aspek, bidang kesehatan merupakan hal penting dalam peningkatan IPM di Kalbar. Kedua seperti yang ditekankan oleh gubernur mengenai peningkatan layanan, ia berharap bisa dilaksanakan dengan baik. Para pasien di RS harus mendapat layanan semudah dan semurah mungkin.  

"Itu nanti kami akan fokus supaya masyarakat dapat banyak kemudahan dalam mengakses pelayanan kesehatan," ujarnya. 

Yang pasti lanjut dia, dalam waktu dekat pembenahan yang bakal dilakukan terlebih dahulu adalah di Dinas Kesehatan sendiri. Bagaimana meningkatkan kinerja aparatur di OPD tersebut, serta di RS dan unit-unit layanan kesehatan yang ada.(bar)

Berita Terkait