Mesum di Pelabuhan, Digerebek

Mesum di Pelabuhan, Digerebek

  Sabtu, 2 April 2016 09:12
EVAKUASI: Pasangan mesum dengan menggunakan penutup kepala sedang dievakuasi dari Mapolsek Mempawah Timur

Berita Terkait

MEMPAWAH- Warga kelurahan Pasir Wan Salim, Kecamatan Mempawah Timur meringkus pasangan sejoli yang sedang berhubungan badan layaknya suami istri di eks warung remang-remang (warmang) di Komplek Pelabuhan Kuala Mempawah, Jumat (1/4) sekitar 10.00 WIB. Keduanya digiring ke Pospol Kuala Mempawah untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Dari informasi yang dihimpun Pontianak Post dilapangan, perbuatan tak senonoh sejoli itu pertama kali diketahui oleh Madi, warga setempat yang sedang mencari udang di pinggir sungai tak jauh dari Tempat Kejadian Perkara (TKP). Sedang asik beraktivitas, Madi melihat pasangan sejoli itu mengendarai dua buah motor masuk ke komplek pelabuhan kuala mempawah.

Masing-masing menunggangi motor Yamaha Mio KB 3668 BI dan Satria F KB 5943 QW. Lantas keduanya pun menuju salah satu eks warmang yang berada di bagian belakang komplek pelabuhan. Madi yang mencurigai gerak-gerik keduanya lantas melakukan pengintaian. Awalnya kedua pasangan muda-mudi itu hanya berbincang saja.

Entah setan apa yang merasuki pasangan bukan muhrim itu, keduanya pun mulai melakukan perbuatan tidak senonoh.

Tak mau membuang waktu, warga yang sejak awal sudah mengintai gerak-gerik pasangan mesum itu langsung melakukan penggerebekan. Kontan saja, kedua kaget bukan kepalang ketika didatangi warga. Meski sempat melakukan sedikit perlawanan, namun si laki-laki tak berkutik diringkus warga.

Sementara itu, si perempuan berhasi lolos dengan menunggangi kuda besinya.

Berhasil meringkus salah satunya, pasangan mesum itu pun digiring ke Pospol Kuala Mempawah. Tak berselang lama, polisi pun berhasil mengungkap identitas si perempuan dan membawanya ke pospol.

Polisi pun berhasil mengungkap identitas kedua pasangan mesum itu. Yakni YG, 23 warga Desa Semparung, Kecamatan Sungai Kunyit dan pacarnya, ST, 20 warga Desa Sungai Bakau Kecil, Kecamatan Mempawah Timur.

Kontan saja, warga yang mengetahui kejadian itu pun berbondong-bondong mendatangi Kantor Pospol untuk melihat secara dekat wajah kedua pasangan mesum tersebut. Warga geram dengan ulah keduanya yang melakukan kemaksiatan dilingkungan tempat tinggalnya.

“Makin tak senonoh jak kelakuan budak-budak zaman sekarang nih. Siang-siang pun berani nak macam-macam,” umpat seorang ibu didepan Kantor Pospol Kuala Mempawah.

Sementara itu, Ketua FPI Mempawah, Sawadi menyesalkan adanya pasangan sejoli yang berzinah di komplek pelabuhan kuala mempawah. “Kejadian seperti ini tidak boleh terulang lagi di lingkungan masyarakat,” tegasnya.

Dalam waktu dekat, Sawadi berencana akan berkoordinasi bersama-sama masyarakat dan aparat berwenang untuk melakukan kontrol dan pengawasan secara berkelanjutan. Pengawasan dilakukan baik siang maupun malam hari.

“Kita mengapresiasi kepedulian masyarakat yang pro aktif mengawasi lingkungannya. Jika melihat ada gerak-gerik mencurigakan baik itu pasangan mesum maupun tindak kriminal lainnya, segera laporkan,” pesannya.

Setelah dibeberapa jam dilakukan pemeriksaan, pasangan mesum itu kemudian di evakuasi dari Kantor Pospol Kuala Mempawah dengan menggunakan kendaraan roda empat. Mengenakan tutup kepala, pasangan mesum tersebut menghindari kerumunan masyarakat sejak awal ingin melihat wajah keduanya.

Beberapa informasi terpercaya mengatakan pasangan mesum itu diangkut ke rumah keluarga si perempuan di Desa Sungai Bakau Kecil untuk dinikahkan. Namun, hingga berita ini ditulis Pontianak Post belum berhasil mengkonfirmasi Kapolsek Mempawah Timur terkait informasi tersebut.(wah)

Berita Terkait