Mess PT Wika Ludes Terbakar

Mess PT Wika Ludes Terbakar

  Sabtu, 11 May 2019 11:16
DILAHAP API: Kobaran api melahap bangunan mess PT Wika di Kecamatan Sungai Kunyit, Mempawah, Jumat (10/5). WAHYU/PONTIANAK POST

Berita Terkait

MEMPAWAH – Di tengah kesibukan masyarakat menyiapkan menu berbuka puasa, karyawan PT Wika berjibaku memadamkan kobaran api. Pasalnya, dua bangunan mess karyawan PT Wika di Desa Sungai Bundung Laut, Kecamatan Sungai Kunyit ludes terbakar, Jumat (10/5) sekitar pukul 17.20. Polisi memastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah itu.

Kapolsek Sungai Kunyit, Ipda Dewa Made Surita membenarkan kebakaran yang menghanguskan bangunan mess karyawan PT Wika. Menurut Kapolsek, kebakaran berlangsung dalam waktu singkat dan melalap seluruh bangunan.

“Dari informasi sementara yang kami himpun dari masyarakat dilapangan, kebakaran ini diduga akibat arus pendek listrik di salah satu ruangan pada bangunan mess tersebut,” ungkap Kapolsek.

Bermula dari arus pendek itulah diduga memicu percikan api. Kemudian, api mulai membakar bangunan mess yang terbuat dari kayu. Akibatnya, dalam waktu singkat api sudah menghanguskan seluruh bangunan.

“Ada dua bangunan mess karyawan PT Wika di lokasi itu. Posisi dua bangunan itu saling berdampingan sehingga api dengan mudah merembet,” ujarnya. Selain faktor material bangunan yang terbuat dari kayu, menurut Kapolsek, tiupan angin yang cukup kencang juga membuat kobaran api semakin cepat menjalar. 

Kencangnya angin dapat dimaklumi mengingat bangunan mess tersebut berada di kawasan pinggir Pantai Kijing, Kecamatan Sungai Kunyit yang menjadi lokasi pembangunan pelabuhan. “Angin dari pinggir pantai cukup kencang sehingga kobaran api begitu besar dan dengan cepat membakar seluruh bangunan. Dalam waktu singkat, seluruh bangunan habis,” ucapnya.

Saat kebakaran, para karyawan PT Wika pun berhamburan keluar dari ruangan dan mencoba menjinakkan amukan si jago merah menggunakan alat pemadam yang dimiliki perusahaan. Sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi pun turut membantu memadamkan api dengan cara manual.

“Api sudah berhasil dipadamkan, namun seluruh bangunan rata dengan tanah. Barang-barang milik karyawan tidak dapat diselamatkan. Meski demikian dipastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah ini,” tegasnya.

Ditanya kerugian materi dalam musibah itu, Kapolsek mengaku belum mengetahuinya. Sebab, pihak belum melakukan perhitungan atas kerugian yang diderita perusahaan. Pihaknya masih fokus pada penyelidikan untuk mengungkap penyebab kebakaran.

“Kami masih berusaha mengumpulkan bukti dan keterangan dari para saksi yang mengetahui awal terjadinya kebakaran. Nanti dari bukti dan keterangan saksi itu baru dapat kita simpulkan penyebabnya,” tukas Kapolsek. (wah)
 

Berita Terkait