Mesin Penggilingan Daun Kratom Meletup

Mesin Penggilingan Daun Kratom Meletup

  Selasa, 9 April 2019 10:09
MELEDAK: Kondisi korban akibat ledakan mesin penggiling daun kratom.

Berita Terkait

PUTUSSIBAU - Sebuah mesin penggiling daun kratom (purik) di Desa Jongkong Hilir, Kecamatan Jongkong, Kabupaten Kapuas Hulu meletup, Ahad (7/4) sore. Seorang pekerja harus dilarikan ke rumah sakit akibat peristiwa tersebut.

Peristiwa meledaknya mesin penggiling daun kratom tersebut berawal saat seorang pekerja bernama Jamil mencoba menghidupkan mesin setelah penggantian saringan penghalus daun kratom pada mesin tersebut.

Kapolres Kapuas Hulu AKBP Handoyo melalui Kasat Reskrim Polres Kapuas Hulu Iptu Siko Sesatria Putra Suma mengungkapkan, saat itu para pekerja penggiling daun kratom sedang beristirahat dari aktivitas penggilingan untuk mengemas daun kratom ke dalam karung.

Setelah dikemas, semua pekerja mengganti saringan pada mesin tepung daun kratom tersebut hingga terpasang. Setelah saringan terpasang, seorang pekerja bernama Jamil, kemudian mencoba menghidupkan kembali mesin penggiling tersebut untuk melanjutkan aktivitas menggiling.

Berselang sekitar setengah jam, mesin penggilingan tersebut meledak dan menyebabkan seorang pekerja terluka parah akibat ledakan mesin tersebut.

“Waktu itu korban sedang menggiling daun kratom, sementara pekerja lain sedang istirahat di luar,” kata Siko, kemarin. 

Tak lama kemudian, beberapa pekerja lainnya tersebut mendengar suara dentuman ledakan dari dalam gudang mesin penggiling tersebut.

Alhasil, ketiga temannya itu pun bergegas menghampiri korban ke dalam gudang untuk melihat kondisi korban. Setelah ketiga rekannya masuk, dilihatnya korban sudah dalam kondisi bersimbah darah.

Melihat kondisi korban dengan luka yang cukup parah, seorang rekan korban segera meminta pertolongan kepada warga sekitar untuk membantu membawa korban ke Puskesmas Jongkong.

Sesampainya di Puskesmas, korban langsung diperiksa oleh dokter, atas luka-luka yang dialami korban.

Namun, karena luka yang dialami korban cukup parah dan harus ditangani lebih intensif, akhirnya dokter Puskesmas tersebut memberi surat rujukan, agar korban dirawat ke RSUD Putusibau.

Tapi sebelum dibawa ke RSUD Putussibau, dokter Puskesmas Jongkong tersebut terlebih dahulu mengkonfirmasi pihak RSUD Putussibau. Setelah dikonfirmasi, pihak RSUD Putussibau mengatakan bahwa dokter di RSUD Putussibau tidak ada di tempat. Sehingga akhirnya korban dibawa ke RSUD Pontianak dengan menggunakan ambulan Puskesmas Jongkong.

“Korban mengalami luka parah pada bagian wajah dan beberapa bagian tubuh lainnya,“ lanjut Siko.

Terkait penyebab terjadinya ledakan, kemungkinan disebabkan oleh adanya alat yang pecah karena kemasukan barang  keras ke dalam mesin penggiling.

Saat ini sedang dilakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan pemilik mesin atau gudang.

“Jika ada unsur pidananya akan kami terbitkan LP dan proses hukum,” pungkasnya. (arf)

Berita Terkait