Meruntuhkan Memori Milan

Meruntuhkan Memori Milan

  Rabu, 12 September 2018 10:00
Cetak gol: Pemain Portugal, Andre Silva mencetak gol tunggal ke gawang Italia yang dikawal Gianluigi Donnarumma pada laga UEFA Nations League A group 3 di Estadio da Luz, Lisbon (11/9). Claudio Villa/Getty Images Europe)

Berita Terkait

LISBON – Andre Silva sudah berubah. Ya, Selasa dini hari kemarin WIB (11/9) Silva berhasil membuktikan bahwa dia tidak se-flop seperti semusimnya di Italia, musim lalu. Silva tak layak “ditendang” AC Milan musim panas ini dan dipinjamkan ke Sevilla. Silva membuktikan lewat golnya ke gawang Italia dalam laga UEFA Nations League di Estadio da Luz, Lisbon. 

Dan Silva melakukannya ke gawang Gianluigi Donnarumma, rekan setimnya semasa di Milan. Memanfaatkan assist Bruma, tendangan plesing kaki kiri Silva di menit ke-48 tak dapat dijangkau Gigio. Silva mencatatkannya setelah dua kali tembakan ke gawang Gigio. ''Di Italia, saya punya banyak teman. Tapi, tak ada kata teman kali ini,'' ungkap Silva, kepada RTP. 

Itu gol ke-13 Silva dari 28 caps-nya untuk timnas Portugal. Gol keduanya tahun ini usai kali pertama mencatatkannya ke gawang Tunisia dalam laga uji coba 29 Mei. Tidak cuma head to head dengan Donnarumma, Silva juga berhadapan dengan Alessio Romagnoli dan Giacomo Bonaventura. Begitu pula Mattia Caldara yang sempat berlatih dengannya selama pramusim di Milanello. 

''Saya pikir, di semua aspek kami tim lebih baik ketimbang Italia malam ini. Kami layak memenanginya.'' tambah striker yang dibeli Rossoneri dari Porto senilai EUR 38 juta (Rp 654,6 miliar) musim panas 2017 itu. Malam di Da Luz tersebut jadi pelengkap pembuktiannya. Ya, di awal-awal musim ini dia langsung on fire dalam enam laga pertamanya di Los Nervionenses. 

Tiga gol itu di jornada pertama La Liga. Tak seperti di Serie A dia harus menanti sampai giornata 28 Serie A melawan Genoa (11/3). Selain itu, Silva bisa membuktikan tanpa Cristiano Ronaldo pun Selecao das Quinas masih mampu membunuh tim-tim elite di Eropa. Sebelumnya tanpa CR7, Portugal ditahan Kroasa 1-1 (7/9) dan Belgia 0-0 (3/6). 

Bersama Silva, Portugal kemarin memainkan skuad yang berumur 25,07 tahun. Entah di skuad starter, atau pemain pengganti. Dari 14 pemain, kapten Pepe dan kiper Rui Patricio sudah berusia kepala tiga. Lainnya masih di bawah 30 tahun, termasuk tiga pemain berumur 21 tahun, Ruben Dias, Ruben Neves dan Renato Sanches. 

''Anak-anak muda yang memberi spirit baru bagi tim ini. Dengan spirit kerja keras, yang dipadu dengan kualitas yang mereka miliki. Seperti yang saya bilang kemarin (sebelum laga) di masa depan Portugal takkan jadi bahan tertawaan,'' tutur Pepe, kepada SAPO Desporto. Pepe di laga kemarin mencatatkan 100 caps-nya bersama Portugal. 

Skuad muda itu juga yang disebut treinador Fernando Santos salah satu pembeda timnya dengan Azzurri. Dalam wawancaranya kepada A Bola, Santos menginstruksikan kepada timnya untuk memanfaatkan kelebihannya, salah satunya dari sisi kecepatan mereka. ''Tingkatkan pace kalian, itu yang saya minta,'' klaim Santos. 

Dia sudah paham dengan cara main Italia. Termasuk laga kemarin, Santos sudah head to head dengan Italia sekali. Yang pertama di uji coba 2015, dan dia masih menang adu taktik atas Antonio Conte, allenatore Italia kala itu. ''Saya tahu, begitu kami meningkatkan tempo maka di saat itu kami akan membuat masalah dengan mereka,'' tambah pelatih yang sudah mencatatkan victory ke-35-nya dari total 57 laganya menukangi Portugal sejak 24 September 2014 itu.

Sementara, dengan gagal menang dalam dua laga pertama UEFA Nations League, skuad asuhan Roberto Mancini masih terbenam di posisi paling bontot Grup 3 League A. Italia belum aman dari kans terdegradasi ke League B. Apalagi, di laga berikutnya Ciro Immobile dkk harus bertamu ke Stadion Slaski, Chorzow, lawan tuan rumah Polandia (11/10). Mancini seperti yang dikutip Football Italia tak khawatir dengan itu. 

Sebab, beber Mancini, sasaran Italia bukan UEFA Nations League. Termasuk kenapa dia berani mengganti 10 pemain starter-nya. ''Kami pun tak mau kalah. Tentang tim ini, tunggu dan lihat apa yang terjadi. Tapi, tujuan obyektif kami membentuk skuad untuk lolos ke Euro 2020,'' sebut Mancini. (ren)
 

Berita Terkait