Meriahkan Imlek Barongsai Kunjungi Setda Kapuas Hulu

Meriahkan Imlek Barongsai Kunjungi Setda Kapuas Hulu

  Kamis, 22 February 2018 11:00
BARONGSAI : Wakil Bupati Kapuas Hulu, Antonius L Ain Pamero dan Anggota DPRD Kapuas Hulu, Budiharjo bersama para penari Barongsai. ISTIMEWA/;PONTIANAKPOST

Berita Terkait

Aksi dan Jurus Barongsai Layak Dilestarikan

Suasana tahun baru Imlek 2569, tahun 2018 sangat terasa juga di kota Putussibau, Kapuas Hulu. Aksi barongsai pun dengan gampang terlihat di jalan-jalan. Bahkan, kemarin, Senin 19/2, para seniman Barongsai berkunjung ke Setda Kapuas Hulu.

Musta’an, Putussibau

PARA seniman Tionghoa ini pun tak sungkang beratraksi Barongsai. Tidak hanya ditempat umum, atraksi Barongsai juga menyambangi kompleks perkantoran yang ada di sekitar kota Putussibau. Juga, termasuk Sekretariat Daerah Kabupaten Kapuas Hulu.

Kunjungan ke Setda Kapuas Hulu, Senin (19/2) lalu disambut hangat Wakil Bupati Kapuas Hulu, Antonius L Ain Pamero dan juga Anggota DPRD Kapuas Hulu, Budiharjo. Tampak juga sejumlah pejabat Setda Kapuas Hulu yang hadir, diantaranya Staf Ahli Bupati Kapuas Hulu, Bung Tomo, Kabag Humas, Abang Sudarmo, Kabag Umum, Hendri dan Kabag Pertanahan, Rudolfus Adji Winursito.

Wakil Bupati, Anton Pamero menuturkan, kebudayaan adalah identitas suatu masyarakat. Kebudayaan juga adalah kekayaan daerah. Sebab itu harus tetap dijaga serta dipelihara dan jangan sampai ada yang menghalang-halangi saat ditampilkan. 

“Jangan sampai ada budaya itu tergerus jaman,” tuturnya.

Wabup juga mengharapkan agar budayawan yang ada di Kapuas Hulu , secara umum, untuk mengupayakan pelestarian budaya. Salah satunya dengan mengajarkan kebudayaan yang ada, secara aktif, kepada anak-anak generasi muda. 

“Sehingga mereka tau dan dapat ikut melestarikan budaya yang ada,” tuntasnya.

Sejarah Barongsai

Kesenian Barongsai mulai populer pada zaman dinasti Selatan-Utara (Nan Bei) tahun 420-589 Masehi. Kala itu pasukan dari raja Song Wen Di kewalahan menghadapi serangan pasukan gajah raja Fan Yang dari negeri Lin Yi. 

Seorang panglima perang bernama Zhong Que membuat tiruan boneka singa untuk mengusir pasukan raja Fan itu. Ternyata upaya itu sukses hingga akhirnya tarian barongsai melegenda hingga sekarang.

Tarian Singa terdiri dari dua jenis utama yakni Singa Utara yang memiliki surai ikal dan berkaki empat, dan Singa Selatan yang bersisik dan bertanduk. Penampilan singa Utara lebih mirip singa karena berbulu tebal, bukan bersisik. (*/wikipedia)

Berita Terkait