Mereka tak Hanya Mengajar, tapi juga Mengajak

Mereka tak Hanya Mengajar, tapi juga Mengajak

  Senin, 13 May 2019 12:12
SOSIALISASI: Para peneliti dari Yayasan Palung berbagi ilmu pengetahuan sekaligus sosialisasi konservasi lingkungan. YAYASAN PALUNG FOR PONTIANAK POST

Berita Terkait

Peneliti YP Turun Gunung Datangi Ruang Kelas

Baru-baru ini, Asisten Peneliti Yayasan Palung di Stasiun Penelitian Cabang Panti, Taman Nasional Gunung Palung (TNGP) turun gunung dari lapangan ke ruang kelas untuk berbagi ilmu pengetahuan kepada sejumlah siswa di Sukadana. Guru lapangan ini mengenalkan kepada siswa-siswi tentang apa saja pekerjaan yang mereka kerjakan terkait penelitian mereka di TNGP.

ADALAH Tori Bakely, asisten peneliti Yayasan Palung (GPOCP) bersama Sabta dan Sahril, berkesempatan mengunjungi sekolah-sekolah di Sukadana. Mereka berbicara tentang penelitian yang mereka lakukan di Cabang Panti. Mereka menyambangi SMAN 1 Sukadana dan SMAN 2 Sukadana. 

“Ini merupakan pengalaman yang luar biasa untuk berbagi pengetahuan saya tentang hutan dan program kami dengan para siswa yang tidak jauh lebih muda dari saya,” ungkap Tori, belum lama ini.

Memberikan kesempatan kepada para peneliti untuk berbicara langsung kepada siswa, tidak hanya menginspirasi mereka untuk mengejar ilmu pengetahuan. Mereka juga menyoroti bagian penting dari konservasi yang kadang-kadang diabaikan. “Saya berharap dapat mengunjungi lebih banyak sekolah di masa depan untuk menunjukkan kepada siswa sekolah menengah tentang pekerjaan yang berlangsung di hutan dan peluang yang ada dalam jangkauan mereka,” harap Tori.

Para peneliti ini mengenalkan kepada siswa-siswi tentang konsep kerja lapangan, seperti  pekerjaan penelitian, aktivitas, sejarah penelitian di Gunung Palung dan pekerjaan para peneliti laboratorium di Stasiun Penelitian Cabang Panti, TNGP. Mereka juga menyampaikan tentang bagaimana mereka meneliti dan mengikuti orangutan, sekaligus juga memotivasi siswa-siswi siapa tahu di antara siswa-siswi ada yang tertarik menjadi peneliti.

Wahyu Susanto, direktur Penelitian Yayasan Palung (GPOCP), mengatakan sosialisasi ke sekolah-sekolah dilakukan tim peneliti dari proyek orangutan kepada para pelajar SMA adalah langkah tepat. Hal ini, menurut dia, secara langsung akan dapat cepat menumbuhkan kesadartahuan mereka tentang kehidupan orangutan liar, yang sebenarnya dekat dengan kehidupan mereka juga.

“Para pelajar SMA adalah remaja yang sedang tumbuh berkembang menuju dewasa, sehingga pemikiran mereka pun akan bertambah dewasa pula. Dengan demikian, bila mereka sudah mengerti dan memahami tentang pentingnya orangutan bagi kehidupan dan hutan, maka secara dewasa mereka akan lebih bijak dalam menyikapi ancaman-ancaman yang terjadi pada kehidupan orangutan dan habitatnya,” ungkap Wahyu. (afi)

Berita Terkait