Mercedes Patut Waspada di Silverstone

Mercedes Patut Waspada di Silverstone

  Kamis, 11 July 2019 11:52
Tim Mercedes: Pembalap F1 Lewis Hamilton, Valeri Bottas bersama Direktur Teknik James Allison (kesatu dari kanan),Direktur Eksekutif Toto Wolff (tengah), Managing Direktur Performa dan kekuatan Andy Cowell, yang merupakan bagian dari Tim F1 Mercedes diabadikan bersama. Mark Thompson/Getty Images Europe

 

SILVERSTONE – Fakta bahwa Mercedes begitu kuat sepanjang musim ini tak terbantahkan. Sudah delapan balapan mereka lewati dengan posisi terdepan. Tetapi, kekalahan pertama di Red Bull Ring, Austria dua pekan lalu membuka celah buat para pesaing untuk kembali mencuri kemenangan dari dua pembalap Mercedes, Lewis Hamilton dan Valtteri Bottas.

Akhir pekan ini, Formula 1 menyambangi sirkuit Silverstone di Inggris. Tahun lalu Mercedes juga kehilangan podium di sana. Mereka kalah dari Sebastian Vettel dan Ferrari. Kini, mereka datang ke Silverstone dengan serangkaian masalah yang bisa mengganjal comeback mereka di sirkuit legendaris tersebut.

Tercatat sejak 2013-2017, Mercedes selalu menempatkan pembalapnya sebagai juara. Setelah Nico Rosberg pada 2013, Hamilton selanjutnya menjadi penguasa Silverstone empat musim beruntun hingga 2017. Berkaca pada performa Mercedes di Red Bull Ring, Austria, ada kekhawatiran dari Bos mereka, Toto Wolff terkait ketangguhan W10.

Kala itu, Bottas harus menggunakan power unit yang lama. Di saat yang sama, Mercedes mengalami masalah overheating yang membuat mereka mengakhiri balapan terburuk musim ini. Dengan Bottas finis ketiga dan Hamilton tercecer di posisi kelima. 

"Kami punya masalah reliability yang menghambat kami. Jadi kami tetap waspada dan mengeluarkan kemampuan terbaik kami jika ingin berada dalam pertarungan akhir pekan ini," terang Wolff dikutip Crash.

Sebelumnya, Mercedes menemukan masalah sensor pada saat kualifikasi GP Prancis di sirkuit Paul Richard. Mereka bahkan memedah power unit dan gearbox milik Hamilton untuk mengurai masalah tersebut. Beruntung, tim mampu keluar dari lubang jarum dan menempatkan Hamilton di podium teratas.

Di tengah masalah yang dihadapi Mercedes, Wolff berharap cuaca di SIlvertsone akhir pekan ini bisa membantu mereka melewati balapan dengan bagus. Seperti di Spielberg dua pekan lalu, W10 milik Mercedes jelas tidak mampu mengatasi suhu panas lintasan yang memaksa mereka menjalankan mode mesin yang lebih rendah.

"Saya berharap cuaca di Silverstone mendapatkan waktu untuk menyelesaikan masalah kami," katanya. Tetapi pada dua balapan berikutnya, di Hockenheim (Jerman) dan Budapest (Hungaria), Mercedes belum punya opsi alternatif untuk mengurai masalah mereka.

Sementara itu, Formula 1 memastikan perpanjangan kontrak jangka panjang dengan pengelola Silverstone. Kontrak selama lima musim ke depan hingga musim 2024 menjadi garansi sirkuit legendaris di Inggris untuk beredar di F1. Teka-teki kepastian kontrak itu sudah berlangsung sejak 2017 hingga menjelang balapan di GP Inggris akhir pekan ini.

Kepastian itu disampaikan Chase Care CEO Formula 1. "Sekarang ini, F1 adalah olahraga global, digelar di lima benua, ditonton lebih dari 500 juta penggemas di seluruh dunia. Dan tujuan kami terus memperkenalkan F1 ke negara baru, tetapi tetap mempertahankan akarnya. GP Inggris dan Silverstone adalah bagian dari sebuah visi tersebut," beber Carey. (nap)