Menyambut Era Baru Kalbar

Menyambut Era Baru Kalbar

  Rabu, 11 July 2018 07:21   282

Oleh Saleh Alhinduan

----------------

SETELAH  melalui proses perhitungan suara dari 14 kabupaten dan kota, KPU Provinsi Kalbar memutuskan bahwa pasangan nomor urut 3, Midji-Norsan, dinyatakan menang dalam Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar dengan perolehan suara 51,56%. Suatu angka yang cukup besar. Dengan perolehan suara tersebut, maka pasangan Midji-Norsan akan memimpin provinsi Kalbar untuk periode lima tahun ke depan, 2018-2023. Gubernur terpilih menyatakan, bahwa kemenangan ini merupakan kemenangan bersama yang melibatkan banyak pihak, tidak saja partai pendukung dan relawan, tetapi juga simpatisan dan masyarakat pemilih. Kemenangan ini memberi arti bahwa masyarakat mempercayakan kepemimpinan Kalbar pada pasangan Midji-Norsan.

Dari sisi masyarakat, kemenangan ini merupakan cerminan harapan dan keinginan akan perubahan. Masyarakat sangat mengharapakan akan adanya kemajuan yang dapat dicapai bagi masa depan daerah. Dengan kemenangan tersebut maka hal yang dapat diajukan adalah apa yang akan dilakukan dalam waktu dekat dan jangka menengah? Apa prioritas utama yang perlu dimajukan?

Menjawab pertanyaan tersebut, setidaknya terdapat beberapa hal yang perlu menjadi pertimbangan. Sebagai langkah pertama, sebagai kelanjutan dari janji kampanye dan visi yang sudah disampaikan kepada publik, Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih perlu menyampaikan program prioritas 100 hari ke depan. Hal ini penting untuk menunjukkan kepada masyarakat sebagai pemilih bahwa janji yang disampaikan akan ditepati dan dijalankan dalam waktu dekat. Program ini mencakup program yang dapat dijalankan dan dirasakan langsung oleh masyarakat dalam waktu yang singkat 100 hari seperti pemerataan pendidikan, pelayanan kesehatan masyarakat dan penyediaan pangan untuk masyarakat yang kurang mampu serta sangat membutuhkan, agar tidak ada masyarakat yang tidak dapat mencukupi kebutuhan dasar sehari-hari untuk kehidupan.

Kedua, membangun citra (image) Kalbar sebagai daerah/provinsi yang aman dan jauh dari konflik. Pembangunan citra ini perlu dilakukan karena selama ini Kalbar sering dipersepsikan sebagai daerah rawan konflik komunal. Anggapan ini harus dihapus supaya masyarakat dan daerah tidak tersandera dengan bayang-bayang citra buruk yang membuat Kalbar tertinggal jauh dari daerah lain. Ketiga, penguatan sektor pertanian, perikanan dan perkebunan bagi petani dan nelayan. Hal ini mengingat ketiga sektor tersebut banyak bersentuhan dengan masyarakat di pedesaan, disamping sebagian besar penduduk Kalbar menggantungkan kehidupan pada sektor tersebut.

Keempat, pengembangan industri kecil dan menengah (IKM) untuk masyarakat. Hal ini perlu mendapat perhatian, sehingga Kalbar dapat menjadi provinsi dan memiliki basis industri yang kuat untuk mengelola dan menggerakkan sumber daya yang terdapat di daerah. Dengan populasi sekitar 4,5 juta, Kalbar selayaknya memiliki pondasi industri yang baik untuk masa depan. Tanpa industri yang memadai, daerah akan sulit untuk mengelola sumber daya dan kekayaan daerah untuk mencapai lompatan kemajuan.

Kelima, pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan sebagai sarana untuk mendukung kemajuan ekonomi. Jalan untuk lalu lintas tidak dapat lagi dibangun dengan dua jalur. Infrastuktur jalan untuk masa depan selayaknya dirancang dengan tiga jalur sebagai antisipasi terhadap meningkatnya jumlah kendaraan dan menghindari kepadatan serta kemacetan lalu lintas. Jalan modern masa depan harus dapat disiapkan dari jauh-jauh hari, sehingga tidak perlu dilakukan pelebaran dan perbaikan jalan secara parsial.

Keenam, peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah yang tinggi, setidaknya dapat mencapai 5,5% hingga 6% pada tahun pertama. Selanjutnya tiap tahun meningkat 0,5%. Apabila ekonomi dapat mencapai pertumbuhan yang tinggi, maka daerah akan cepat mencapai kemajuan. Pembangunan ekonomi perlu dikonsentrasikan dengan sungguh-sungguh, agar masyarakat dapat merasakan kemajuan dan lebih sejahtera. Konsentrasi perlu diberikan pada aspek ekonomi dan tidak perlu memikirkan hal-hal yang bersifat politis seperti pemekaran daerah. Masyarakat sudah terlalu lama tertinggal dari daerah lain yang sudah lebih maju. Kalbar kehilangan waktu cukup lama pasca reformasi 1998.  

Apabila Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih menyiapkan program pembangunan yang prospektif, dan selanjutnya dilantik untuk menjalankan pemerintahan dengan baik, maka masyarakat akan mendapatkan optimisme akan masa depan dan kesejahteraan selama 5 tahun ke depan. Pengentasan kemiskinan dan keterbelakangan akan dapat dilakukan dengan sepenuhnya.

Kemenangan pilkada ini merupakan awal yang baik untuk membangun era baru Kalbar dan citra Kalbar sebagai provinsi yang terkemuka dan terdepan di Indonesia yang dapat dibanggakan masyarakat.

*) Penulis warga Kalbar tinggal di Jakarta.