Menpar: Garuda Harus Kreatif Manfaatkan Peluang Pariwisata

Menpar: Garuda Harus Kreatif Manfaatkan Peluang Pariwisata

  Rabu, 15 June 2016 13:00

Berita Terkait

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya berharap Garuda Indonesia memanfaatkan peluang kepariwisataan yang sedang dikembangkan pemerintah.

"Garuda Indonesia tidak akan mendapatkan keuntungan besar jika hanya bergerak di bisnis transportasi," kata Arief Yahya. "Jadi, Garuda Indonesia harus mampu menggabungkan bisnis jasa penerbangan dengan bisnis lain yang menguntungkan."

Secara umum, masih menurut Menpar Arief Yahya, bisnis airlines tidak mudah karena hampir seluruh perusahaan penerbangan di berbagai negara mengalami kerugian.

"Garuda tidak perlu malu jika merugi," kata Menpar usai peresmian rute penerbangan Medan-Singapura yang dijalankan Garuda Indonesia di Bandara Kualanamu.

Upaya yang harus dilakukan manajemen Garuda Indonesia, lanjut Arief Yahya, adalah lebih kreatif mendatangkan keutungan.

"Clue-nya, jangan berdiri sendiri. Kalau tidak, Anda akan minus dan tidak akan cukup agresif," kata Menpar.

Menurutnya, Garuda Indonesia yang masih menggunakan bisnis airline tidak akan mungkin mengalahkan Emirate Airlines yang bukan memosisikan diri sebagai airline tetapi 'airbridge'.

"Jika ditanya ke pemerintah Uni Emirat Arab (UEA), pemberian modal bukan dianggap subsidi tapi investasi untuk menjadikan wilayah tertentu sebagai hub country," katanya.

Pemerintah UEA membangun airbridge tidak menghitung jumlah 'return' atau pengembalian modal, melainkan melihat pertumbuhan ekonomi yang tergambar dari produk domestik bruto (PDB).

"Maka, mulailah berpikir untuk tidak berdiri sendiri," katanya.

Salah satu cara yang dapat dilakukan Garuda Indonesia adalah memanfaatkan kebijakan pemerintah yang menjadikan 10 destinasi wisata baru di Tanah Air.

"Coba Anda pikirkan penerbangan Garuda dengan 10 destinasi baru itu," ujar Menpar.

Berita Terkait