Menjadi Tuan Rumah yang Baik

Menjadi Tuan Rumah yang Baik

  Selasa, 31 July 2018 10:00
PEMBUKAAN PESPARAWI: Pembukaan Pesparawi Nasional XII di Stadion Sultan Syarif Abdurrahman, Pontianak, Senin (30/7) malam. Pembukaan Pesparawi ini ditandai dengan memukul alat musik kangkuang oleh para undangan. MEIDY KHADAFI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Dari Pembukaan Pesparawi Nasional XII di Kalimantan Barat

PONTIANAK—Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) XII resmi dibuka Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan. Pembukaan digelar Stadion Sutan Syahrir Pontianak, Senin (30/7).

Tribun penonton dipadati masyarakat. Riuh gemuruh dan tepuk tangan mewarnai pembukaan saat digelar iring-iringan kontingan 34 provinsi. Secara keseluruhan Pesparawi XII ini diikuti 7.762 orang dari berbagai provinsi di Indonesia. Jumlah itu terbagi di antaranya 6.146 peserta dan 1.116 official. 

Hadir juga Menteri Agama Lukman Saifudin Hakim, Penjabat Gubernur Kalimantan Barat Dodi Riyadmadji, Ketua Umum Pesparawi Nasional Karolin Margret Natasha, Ketua Harian Pesparawi, Presiden MADN Cornelis, dan undangan lainnya. Kehadiran Lea Simanjuntak, Saykoji, Andy /rif merupakan artis yang memeriahkan pembukaan Pesparawi yang dipandu Choki Sitohang. 

Menteri Luhut Binsar Panjaitan meminta masyarakat Kalbar menjadi tuan rumah yang baik sehingga pelaksanaan event nasional ini berjalan dengan baik. Apalagi pelaksanaan ini digelar dengan membangun kepercayaan bersama serta kerjasama dsesama anak bangsa. 

“Saya berpesan kepada peserta, pujian itu harus dilakukan dengan tulus sehingga tidak hanya karena ingin memenangi pertandingan,” kata Luhut yang mewakili Presiden Joko Widodo yang sebelum dikabarkan akan hadir untuk membuka Pesparawi ini. 

Luhut mengaku bangga dengan kehadiran peserta dari seluruh provinsi di Indonesia. Kebanggaan itu juga dikarenakan pagelaran ini memberikan nuansa kedamaian. Dan perdamaian itu terbangun tidak lepas dari sikap toleransi yang dikedepankan antarsuku, agama dan budaya.  “Sebagai sesama anak bangsa, maka sepatutnya membangun kerjasama dan kebersamaan,” kata Luhut. 

Menteri Agama Lukman Saifudin Hakim mengatakan Pesparawi tidak hanya sebagai lomba paduan suara sebagai bakat dan potensi, tapi juga bermaka untuk meningkatkan keimanan kepada Tuhan. 

Selain Pesparawi juga sebagai media untuk melekatkan nilai persaudaraan dengan keberagaman di Indonesia. “Pesparawi adalah media untuk mengembangkan kerukunan hidup serta nasional. Tentu dengan semangat itu maka umat Kristen diharapkan terus membangun optimisme,” kata Lukman. 

Ketua Umum Pesparawi XII, Karolin Margret Natasa mengatakan anggaran yang digunakan dalam penyelenggaran Pesparawi ini bersumber dari APBN dan APBD mencapai Rp70 miliar. 

“Dukungan anggaran juga datang dari donatur. Dukungan penuh diberikan oleh Gubernur ke-10 Kalbar, Cornelis,” kata Karolin dalam sambutannya. 

Bupati Kabupaten Landak menambahkan rangkaian kegiatan sudah digelar dua hari sebelumnya. Tepatnya tanggal 28 Juli 2018 sudah digelar pameran yang terpusat di Rumah Radank. Kemudian di tanggal 29 Juli 2018 juga digelar karnaval keliling Kota Pontianak. 

Untuk kegiatan utama dimulai 31 Juli hingga 2 Agustus 2018. Kegiatan itu digelar di enam tempat berbeda. Kemudian tanggal 3 Agustus berlanjut pada musyawarah nasional guna menentukan tuan rumah Pesparawi selanjutnya.(mse)

Berita Terkait