Menitipkan Asa Pada DPD Terpilih

Menitipkan Asa Pada DPD Terpilih

  Jumat, 24 May 2019 16:22

Berita Terkait

OLEH DR. ERDI, M.Si

===========

KPU Kalbar telah merampungkan tahapan penghitungan dan penetapan hasil pemilu serentak 2019 pada hari Jumat 10 Mei 2019. Salah satu ketetapannya adalah memutuskan sebanyak empat anggota DPD RI asal Kalbar periode 2019 – 2024 berdasarkan perolehan suara terbanyak kepada Cristiandy Sanjaya (406.304); Maria Goreti (287.341); Erlinawati (259.058) dan Sukiryanto (220.937).

Saya ingin menyampaikan ucapan selamat atas sukses mewakili Kalbar di DPD-RI. Dari komposisi keanggotaan DPD-RI di atas, terbersit komposisi etnik besar dalam susunan DPD-RI terpilih di Kalbar; yakni Tionghoa, Dayak, Melayu dan Madura.

Terbitan pemerintah tentang komposisi etnik memang sulit didapat karena data etnik dianggap tabu, tidak penting dan dapat membangkitkan semangat primordialisme sempit sehingga publikasi mengenai komposisi etnik versi pemerintah hampir tidak penulis peroleh, meskipun data ini sebenarnya ada dalam dokumen negara. Ada satu link di FB yang penulis dapati mengenai berbicara komposisi penduduk etnis di Kalbar tahun 2003.

Pada link sebagaimana disebutkan oleh Ensiklopedia Kalbar bahwa jumlah penduduk Kalbar tahun 2003 sebesar 3.732.950 jiwa (100,00%) adalah terdiri dari Melayu (34,5%), Dayak (33,75%), China atau Tionghoa ((10,01%), Jawa (9,41%), Madura (5,51%), Bugis (3,2%), Sunda (1,21%), Batak (0,56%) dan suku-suku lainnya (1,85%). Komposisinya dalam bentuk diagram adalah sebagai berikut:

Paling tidak ada fenomena menarik untuk perolehan Cristiandy Sanjaya dan Sukiryanto yang klop dengan data FB Ensiklopedia Kalbar. Sementara suara Melayu, Jawa dan Dayak terbagi ke banyak calon sehingga suara Melayu dan Dayak mendapat wakil masing-masing satu saja; sementara Jawa terbagi ke banyak calon dan harus gigit jari pada periode ini.

Untuk memahami konteks ini, dapat dibaca karya Birnir (2007:200) dan Elia dkk (2016:19-42). Dari dua sumber ini, yang ingin saya katakan adalah semangat etnik politik pada negara demokrasi tergarap apik dalam keluarga yang kemudian terkanalisasi melalui saluran politik dan kesamaan kepentingan dan lain-lain sehingga tergiring dan atau melahirkan pilihan politik secara silent tetapi hasilnya terbaca nyata dalam demokrasi. Soal setuju dan tidak dengan pernyataan ini, tentu saya harus kembalikan lagi kepada pembaca.

Dari empat anggota DPD Kalbar periode 2019 sd 2024, terdapat 3 (tiga) anggota dianggap sebagai “wajah baru” karena hanya Maria Goreti saja yang merupakan “pemain” lama atau petahana DPD. Lalu, bagaimana prediksi kinerja DPD baru kita itu ke depan?

Sebenarnya, dua dari tiga wajah baru itu adalah pemain lama yang sudah matang dalam dunia politik dan pemerintahan. Bapak Cristiandy Sanjaya adalah Wakil Gubernur Kalbar dua periode; sementara Ibu Erlinawati adalah Ketua Tim Penggerak PKK yang merupakan istri dari Bupati Kapuas Hulu A. M. Nasir dua periode. Hanya Bapak Sukiryanto saja yang benar-benar pemain baru. Namun, Rekam jejak Bapak Sukiryanto yang sebenarnya adalah matang dalam dunia bisnis dan juga sering terhubung dengan program pemerintah di bidang properti. Jadi menurut saya, wajah lama dan wajah baru bukanlah penentu kinerja DPD; tetapi kinerja mereka lebih ditentukan oleh faktor tupoksi DPD yang terhubung dengan konsentrasi karier; diantaranya bidang keahlian, keseriusan, komitmen dan pemanfaatan jaringan serta kewenangan DPD itu sendiri.

Kinerja DPD Kalbar adalah akumulasi dari keempat anggotanya dalam memetakan persoalan daerah sesuai dengan kewenangan DPD. Secara personal, Ibu Maria Goreti dan Ibu Erlinawati saya yakin akan tetap focus pada urusan pembangunan dan kesetaraan gender; sementara Mantan Wakil Gubernur Kalbar dua periode akan konsen dalam upaya menjembatani posisi tawar Kalbar di mata pusat yang masih lemah. Terakhir, Bapak Sukiryanto cukup konsen dalam urusan pembangunan rumah murah untuk masyarakat miskin. Dengan membagi focus bidang kerja; saya harus yakin bahwa keempat anggota DPD kita ini akan berkinerja bagus dan saling melengkapi.

Untuk melengkapi penyusunan program kerja mereka sebagai sebuah team work; perkenankan saya mengusulkan sembilan arah perjuangan DPD kita hingga 2024 ini sebagai berikut:

Pertama, penguatan kesejahteraan dan akses rakyat dalam pelayanan public.

Kedua, mendorong dan mempercepat pemekaran daerah; terutama percepatan terbentuknya Provinsi Kapuas Raya dan juga pemekaran kabupaten dan kota di Kalbar agar distribusi layanan public dan sumber-sumber kesejahteraan rakyat mengalir hingga ke pelosok daerah (Kalbar) secara merata.

Ketiga, memperkuat dan melakukan perbaikan daya saing daerah; terutanma yang berhubungan dengan nilai tukar petani (termasuk pekebun: karet dan sawit), nelayan dan buruh.

Keempat, bersama dengan anggota DPR-RI dari Kalbar mengupayakan agar DAK untuk perbaikan infrastruktur jalan menuju desa, terutama di kawasan terpencil dan terkucil yang diikuti dengan pemenuhan pencukupan kualitas minimal untuk pelayanan pendidikan dan kesehatan dasar.

Kelima, mewujudkan seluruh daerah kabupaten dan kota serta provinsi menjadi kabupaten dan provinsi layak anak dan layak perempuan. Tidak hanya sampai di situ, tetapi juga turun hingga ke kecamatan dan desa layak anak dan perempuan. Kota layak perempuan dan layak anak adalah indicator stabilitas keamanan sehingga memungkinkan investor datang untuk berinvestasi.

Keenam, bersinergi dengan Bang Midji sebagai Gubernur Kalbar 2018-2023 untuk mewujudkan minimal sebanyak 60 desa mandiri dan bila mungkin menjadi 400 desa mandiri sesuai kriteria Program Indeks Desa Membangun hingga tahun 2023.

Ketujuh, membenahi dan merajut serta mempersatukan kembali struktur kemajemukan masyarakat yang sepertinya terbelah menjadi dua; untuk untuk disatukan kembali menuju masyarakat Kalbar yang bersatu sebagai bagian dari masyarakat multicultural Indonesia.

Kedelapan, menata, mendorong dan mempercepat pemberdayaan daerah pinggiran.

Kesembilan, merangkul dan melibatkan komponen masyarakat secara akumulatif dalam penyusunan program unggulan bagi Kalbar.

Tentu, sebagai bagian dari masyarakat Kalbar, kita terus dukung kinerja DPD sesuai perkembangan dan kebutuhan masyarakat. Untuk itu, kantor perwakilan DPD di daerah agar lebih difungsikan untuk menampung masukan bagi penyusunan program kerja mereka ke depan. Selamat saya sampaikan dan terus bekerja untuk Kalimantan Barat yang lebih baik. (*)

*) Penulis: Staf Rektor Bidang Kerjasama

Berita Terkait