Menikmati Menu Khas Jawa di Pontianak

Menikmati Menu Khas Jawa di Pontianak

  Kamis, 1 September 2016 09:30

Berita Terkait

Tak perlu harus ke daerah asalnya, jika ingin menikmati masakan khas Jawa. Kini, makanan tersebut banyak dijumpai di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di Kota Pontianak. Berbagai menu khas Jawa itu juga menjadi obat bagi mereka yang rindu pada kampung halaman. 

Oleh :  Marsita Riandini

Masakan khas Jawa tak kalah enak dengan menu Western. Penyukanya juga banyak. Tak hanya orangtua, para anak muda juga menyukainya. Keberadaan aneka menu makanan nusantara ini juga menjadi cara memperkenalkan keberagaman Indonesia. 

Terdapat beberapa tempat di Pontianak yang menyediakan masakan khas Jawa. Satu diantaranya Rumah Eyang di Jalan M. Sohor Pontianak No. 60. Ada beberapa menu khas Jawa bisa dijumpai di tempat ini. 

Menu pertama adalah gudeg. Penggemar gudeg di Pontianak cukup banyak. Tim For Her pun berkesempatan mencicipinya dilengkapi dengan sepiring nasi. 

Gudek merupakan makanan yang terbuat dari olahan nangka muda. Nangka muda atau gori dalam bahasa Jawa ini bergetah. Getah tersebut dibersihkan, kemudian dimasak dalam kuah santan bersama bumbu dan rempah-rempah selama berjam-jam. Tak tanggung-tanggung, proses memasaknya bisa seharian. 

“Agar tahan lama, proses pemasakan gudeg harus lebih lama. Dalam memasaknya jangan sering dibuka-buka tutup pancinya. Makanya sudah bisa menyesuaikan santan yang dibutuhkan dengan nangkanya,” jelas Angki Karyati Wahyuningsih, owner Rumah Eyang Pontianak. 

Umumnya citarasa gudeg manis. Tetapi untuk menyesuaikan lidah masyarakat Kalimantan Barat, Angki memodifikasi gudeg buatannya dengan mengurangi rasa manisnya. 

“Rasanya tidak lagi manis seperti gudeg khas Yogyakarta. Bagi masyarakat sini, rasanya terlalu manis. Jadi sudah saya modifikasi menyesuaikan lidah masyarakat Kalbar,” kata Angki yang membuka usaha dari pukul 09.00 hingga pukul 21.00. 

Gudeg ini disajikan bersama sayur krecek. Sayur krecek merupakan olahan kulit sapi dengan sedikit rasa pedas. Krecek dipotong-potong lalu diolah dengan potongan tempe dan campuran cabe rawit. Tak ketinggalan tahu dan tempe bacem untuk menambah variasi rasa menu makan siang Anda. 

Sebagai pelengkap sajian gudeg, Angki menambahkan telur yang direbus dengan kulit bawang merah. Kemerahannya sampai masuk ke dalam telur. Sebab proses perebusannya yang lama sehingga meresap sampai ke dalam.  

Masakan Jawa lain yang tak kalah nikmat adalah rawon. Meskipun dikenal sebagai khas Jawa Timur, tetapi rawon kini menyebar ke berbagai wilayah di Indonesia. Menu yang enak ini dilengkapi dengan tauge pendek, sambal terasi, telur asin, kerupuk udang, dan tentunya nasi. Menu masakan berbahan dasar daging yang dipotong kecil-kecil dengan bumbu yang sangat khas ini cocok menemani makan siang Anda. 

Bumbu  supnya  sangat khas karena terbuat dari  kluwek. Semakin banyak kluweknya semakin sedap cita rasanya. “Sekarang ini kluwek sulit di cari. Untuk persediaannya, saya selalu membeli berkilo-kilo kluwek,” tutur Angki. 

Rumah Eyang menyajikan rawon lebih berbeda, dengan menggunakan potongan kacang panjang dan timun. 

“Ini juga memperkenalkan sayuran kepada anak-anak. Potongan timun itu juga sengaja ditambahkan agar tidak eneg,” jelasnya. 

Mendoan merupakan makanan khas Jawa yang juga dijumpai di Rumah Eyang. Rasanya pun tak kalah enak. Sepiring mendoan tempe bisa  pula dinikmati untuk suasana santai kumpul bersama. 

Mendoan berasal dari bahasa Banyumas, Jawa Tengah. Mendo yang berarti setengah matang ataupun lembek. Itu sebabnya mendoan dimasak setengah matang menggunakan minyak yang panas.

 “Mendoan ini sebenarnya tempe yang dibungkus khusus. Kalau di Jawa itu lebar beberapa kilan dan tempenya dipotong tipis,” ungkap Angki.

Menikmati mendoan bisa sambil menggigit cabe rawit. Tetapi bisa pula dengan kecap yang ditambah irisan cabe. “Tetapi umumnya orang menikmatinya dengan cabe rawit,” pungkasnya.**

Berita Terkait