Menikmati Keagungan Ciptaan Tuhan

Menikmati Keagungan Ciptaan Tuhan

  Rabu, 20 July 2016 09:29

Berita Terkait

"Naik naik ke puncak gunung, tinggi tinggi sekali”. Lagu Naik Puncak Gunung ini pastinya udah nggak asing lagi di telinga. Sedari kecil kita udah dididik dengan lagu-lagu yang mengajarkan tentang keindahan alam sekitar. Nggak heran jika ketika dewasa, banyak orang yang ingin mengeksplor keindahan alam Indonesia. Salah satu hal yang dilakukan yaitu hiking. Mendaki gunung ini menjadi aktifitas favorit beberapa orang, seperti Rexa Kharsandy yang menjadikan hiking sebagai pengisi waktu luangnya.

Ketertarikan Rexa Kharsandy terhadap dunia hiking telah dimulai sejak masa SMA. Hal itu dibuktikannya melalui keikutsertaan dalam ekstrakurikuler Siswa Pencinta Alama (Sispala). Pada ekskul ini, Rexa kerap melakukan perjalanan ke pulau dan bukit yang ada di Kalimantan Barat.

“Kalo di Kalbar tuh nggak banyak bukit atau gunung, jadi aku cuma pernah hiking ke Bukit Loncet dan Bukit Bendera. Buat wilayah pulau Jawa, aku udah pernah hiking ke Gunung Garut, Gunung Papandayan, Gunung Cikuray, Gunung Guntur, Gunung Gede sama Gunung Manglayang,” tutur cowok yang akrab disapa Rexa ini.

Berdasarkan track record mendakinya yang terbilang udah cukup mumpuni membuat Rexa selalu melakukan persiapan yang matang sebelum mendaki. “Persiapannya tuh tergantung situasi. Kalo kita udah tahu medan dan prakiraan cuaca, bawa makanan dan pakaian aja udah cukup. Tapi biasanya perlu bawa tenda, tas carrier, sleeping bag, nesting dan makanan ringan. Usahakan makanan ringan yang dibawa adalah cokelat karena cokelat terkandung banyak kalori. Nggak mungkin banget lah pas lagi nanjak harus berhenti buat masak. Air perlu dibawa banyak, apalagi kalo suka masak nasi di atas. Korek api, lilin dan pisau juga harus selalu standby. Yang pasti harus tahu kegunaan dari setiap perlatan yang dibawa,” tambah alumnus SMA Negeri 1 Pontianak ini.

Suka duka selama hiking pun telah puas dirasakannya. Mahasiswa Jurnalistik Unpad ini mengaku hiking telah membuatnya memiliki banyak teman. “Kalo barang rusak atau kejebak hujan sih udah biasa. Yang paling diingat tuh hampir dikeluarkan dari sekolah gara-gara ngajak teman hiking. Ceritanya tuh dia udah ngabarin ortunya mau naik gunung, tapi pas di lokasi kakeknya nelpon ke sekolah. Padahal hiking bukan acara resmi dari sekolah. Jadi kita harus bikin surat pernyataan sama Waka Kesiswaan dan Kepsek,” ungkap Rexa.

Walaupun sempat hampir dikeluarkan dari sekolah tapi hal itu nggak membuat Rexa kapok untuk kembali hiking. “Buat aku saat bisa ke puncak tuh jadi bahan perenungan diri sendiri. Dari atas kita bisa melihat keindahan lukisan Tuhan secara luas dan betapa kecilnya diri kita ini. Tentunya ini bikin kita semakin bersyukur atas nikmat Tuhan. Nggak ada hal yang bisa kita sombongkan di hadapan Tuhan. Surely, kalo udah di puncak kan spot fotonya keren banget. Jadi sekalian foto-foto juga lah. Yang pasti kalo mau hiking jangan egois. Sampah-sampah saat hiking harus kita kumpulin buat dibuang di bawah. Jangan ninggalin sampah saat hiking karena sampah-sampah itu malah yang akan merusak lingkungan jika dibuang sembarangan,” tutupnya. (ind)

 

Berita Terkait