Mengidap Jantung Bocor, Ike Tak Boleh Kelelahan

Mengidap Jantung Bocor, Ike Tak Boleh Kelelahan

  Sabtu, 24 September 2016 09:58
BERSAMA: Ike Noni Assyifa (4) yang terdiagnosis jantung bocor berpangku dengan ibunya, Juli Fitriani.

Berita Terkait

Sekilas anak perempuan dari Juli Fitriani berusia empat tahun yang bernama Ike Noni Assyifa tampak tak berbeda dengan anak lain sebayanya. Dia seakan tak memiliki penyakit atau ganguan kesehatan di dirinya. Dia terlihat manja dan tak bisa jauh dari dekapan hangat ibu.

SIAPA menyangka, di balik semua itu, dia mengidap penyakit yang dapat mengganggu tumbuh kembangnya kelak.

"Anak saya terdiagnosis mengalami penyakit jantung bocor," kata ibu Ike, Juli Fitriani saat ditemui Pontianak Post.

Dijelaskan Juli, dia telah merasakan kejanggalan dengan Ike sejak anak bungsunya itu masih kecil. Perasaan tak nyaman itu muncul lantaran sejak kecil tubuh Ike sering membiru tiba-tiba tanpa ia tahu sebabnya.

"Saya sudah takut waktu melihat kejadian itu dulu. Tapi karena baru memiliki biaya yang saya rasa cukup, setahun yang lalu saya bawa Ike periksa ke puskesmas terdekat," ucap Juli.

Juli mengaku sedikit tersentak setelah mengetahui anak keduanya itu mengidap penyakit jantung bocor. "Dari puskesmas saya diberi surat rujukan ke RS Sultan Syarif Abdurahman, lalu kembali dirujuk ke RS Santo Antonius, barulah hasil pemeriksaan mengatakan anak saya positif mengidap jantung bocor," tuturnya.

Demi mengobati Ike, Juli yang merupakan single parent untuk kedua anaknya ini tersandung masalah finansial. Dia hanyalah seorang guru honorer di pesantren Al-Murobi Jalan Nipah Kuning Dalam, Sungai Beliung, Pontianak Barat yang hanya sekitar 15 menit dari rumahnya di daerah Jalan Karet Gg. Al Mustaqim No 22.

"Saya sudah sejak lima tahun lalu menjadi guru honorer. Pendapatan saya hanya tak lebih dari 500 ribu rupiah perbulan," ungkapnya lagi.

Selama ini Ike, kelahiran Kubu Raya, 18 November 2011 belum mendapatkan pengobatan yang serius mengenai penyakitnya itu. Lantaran, dijelaskan ibunya bahwa penyakitnya hanya bisa sembuh dengan cara dioperasi.

"Saya hanya berikan vitamin penambah nafsu makan karena dia (Ike) sangat tidak nafsu makan. Obat satu-satunya untuk Ike hanya dengan cara operasi jantung dan itu harus dilakukan di Jakarta," papar ibunya lirih.

Selama mangidap jantung bocor, Ike tak jarang harus tak sadarkan diri akibat terlalu lelah. "Dia kalau sudah terlalu banyak bermain bisa sampai pingsan, lalu beberapa bagian tubuh seperti bibirnya membiru," terang Juli.

Hal tersebut yang membuat Juli menjadi sangat khawatir dan harus memperhatikan Ike dengan ekstra agar tak kelelahan. "Saya sangat khawatir melihat kondisi anak saya, terlebih lagi beberapa bulan belakangan ini dia (Ike) kondisinya semakin parah. Penyakitnya lebih sering tampak membirukan bibirnya," paparnya.

Juli berharap, dia akan dapat segera mendapatkan rezeki lebih dari uluran tangan orang yang peduli terhadap anaknya dan kondisi perekonomian keluarganya yang tak sebanding. Sehingga sambungnya, dia dapat memboyong Ike ke Jakarta untuk melakukan operasi jantung bocor tersebut.

"Dokter bilang Ike harus segera di operasi. Karena kalau terlalu lama atau sampai Ike dewasa takutnya penyakit itu semakin parah dan tentu akan menghambat Ike untuk sekolah. Tapi dari mana saya dapatkan uang puluhan juta untuk mengobati Ike?" ungkap Juli sembari mengusap kepala Ike.

Saat ini Juli hanya dapat bersabar dan harus banting tulang demi mengasapi dapur rumahnya sekaligus menyisihkan pendapatannya untuk mengobati Ike. "Saya hanya bisa sabar dan tetap berusaha mencari dana sebesar itu. Saya sangat ingin melihat anak saya dapat tumbuh kembang seperti teman sebayanya nanti," tuturnya lagi.

Kendati demikian, Juli tetap bersyukur akan cobaan yang sedang dihadapinya beserta anak keduanya itu. Dia bersyukur anaknya masih dapat didekapnya hangat dan memiliki kesempatan hidup yang besar setelah di operasi.

"Alhamdulillah cobaan ini membuat saya tetap tegar menghadapinya karena saya masih bisa memeluk Ike. Jika Ike sudah di operasi, Insyaallaah dia akan tumbuh sebagai anak yang sholehah," tutupnya. (pah)

 

 

Berita Terkait