Menghadapi Atasan Tak Berlaku Adil

Menghadapi Atasan Tak Berlaku Adil

  Senin, 30 July 2018 10:00

Berita Terkait

Pimpinan perusahaan tak hanya dituntut jadi panutan, tetapi juga bersikap bijak dalam memberikan arahan, serta bersikap adil dan objektif dalam menilai kinerja karyawannya. Namun, terkadang ditemukan atasan yang bersikap pilih kasih. Memberi perlakukan khusus pada karyawan tertentu dan terkesan tak adil, bahkan kebijakannya merugikan karyawan lainnya.

Oleh : Ghea Lidyaza Safitri

Memperlakukan karyawan dengan adil di tempat kerja bukan sekadar tanggung jawab moral. Namun, sangat penting bagi pertumbuhan perusahaan. Saat ada karyawan yang merasa diperlakukan tak adil, ia akan merasa rendah diri. Ia beranggapan tak bisa bekerja sebagaimana mestinya. Produktivitasnya dalam bekerja pun terganggu. Sikap atasan yang terus menerus berlaku tak adil membuatnya memilih untuk meninggalkan perusahaan. 

Banyak hal yang menyebabkan atasan kerap bersikap tak adil pada karyawan. Bisa disebabkan karyawan yang satu jauh lebih rajin dari yang lainnya. Sehingga, atasan lebih memberikan perhatian dan penghargaan pada bahawannya yang rajin, dibandingkan pada karyawan lainnya. Namun, semua  kembali  pada sikap pada tipe atasan, merupakan sosok yang baik atau tidak. 

Psikolog D. Islamiyah, M.Psi mengatakan ketika karyawan merasa ada yang salah dari sikap atasan, sebaiknya tak langsung memberikan penilaian tak baik pada atasan. Pahami dulu akar masalahnya sehingga bisa memahami letak kesalahan tersebut.

“Sebagai karyawan Anda bisa mengintrospeksi diri. Bisa jadi Anda lah yang jadi penyebab ketidakadilan tersebut. Contohnya, Anda bekerja kurang maksimal, sering datang terlambat ke tempat kerja, atau lainnya,” ujarnya.

Psikolog Psyche Indonesia menuturkan karyawan bisa menanyakan secara langsung pada atasan atas sikap yang ditampilkan. Namun, harus dengan sikap dan bahasa yang santun. Gunakan bahasa yang lebih formal dan sopan. Perhatikan intonasi dan bahasa tubuh. Gunakan bahasa tubuh yang baik dan intonasi bicara yang jelas dengan nada yang rendah. Jangan memotong pembicaraan dan menggurui atasan.

“Bagaimana pun atasan adalah orang yang lebih tinggi posisinya di tempat kerja. Sudah sepatutnya sebagai karyawan Anda harus menghormati atasan,” jelas D. Islamiyah. 

Selain itu, karyawan juga bisa menjalin komunikasi yang baik dengan atasan dan sesama karyawan lainnya. Bisa jadi ketidakadilan terjadi karena karyawan kurang berkomunikasi dengan baik di tempat kerja. Atau, ketika merasa mendapat perlakuan kurang baik, jangan terlalu terfokus pada rasa sakit hati yang dirasakan. Tetapi, cobalah untuk mengembangkan potensi di tempat kerja. Nantinya, apabila lebih berprestasi, akan lebih diperhatikan oleh atasan dan rekan kerja.

Berdiskusilah dengan rekan kerja lainnya sebelum berbicara langsung dengan atasan untuk menyampaikan ketidakadilan yang dirasakan. Biasanya di kantor akan dilakukan evaluasi secara berkala atas kinerja atasan dan karyawan. Evaluasi ini bisa dijadikan momen untuk menyampaikan kritik dan saran. Adanya diskusi dengan rekan lainnya bertujuan agar atasan lebih bisa menerima masukan dari karyawannya.  

Namun, bagaimana jika sikap tak adil memang benar dihadirkan atasan atas ketidaksukaannya hanya pada karyawan, atau satu divisi tertentu? Psikolog Yayasan Pontren Al-Qomar Mempawah ini mengungkapkan tak seharusnya atasan tak hanya memperhatikan karyawan atau satu divisi. Karena seluruh karyawan dan divisi yang dipimpin adalah tanggung jawabnya. 

Apabila satu divisi sempurna dan divisi lain terlihat tak terlalu terlihat, dapat menghambat kemajuan perusahaan tersebut. Karena perusahaan ibarat mobil, semua yang ada di dalamnya harus berfungsi maksimal. 

D. Islamiyah mengungkapkan perilaku tak adil yang dilakukan atasan sangat memengaruhi karyawan. Karena hubungan  dan suasana yang terjadi di tempat kerja sangat mempengaruhi psikologis seseorang, termasuk karyawan. Apabila karyawan merasa nyaman, sangat dimungkinkan ia dapat menjalankan pekerjaan dengan produktif. **

Berita Terkait