MENENTENG OLEH-OLEH PRODUK PANGAN DARI BUAH LOKAL KALBAR

MENENTENG OLEH-OLEH PRODUK PANGAN DARI BUAH LOKAL KALBAR

  Sabtu, 29 December 2018 20:22   0

Oleh: Dr. Maherawati, S.TP., M.P.*)

Kalimantan Barat dianugerahi posisi yang sangat unik karena dilintasi oleh garis khatulistiwa. Posisi geografis Kalimantan Barat berada di garis 20°8 LU serta 30°5 LS dan diantara 108°0 BT dan 114°0 BT. Tercurahnya sinar matahari dan kelembaban yang tinggi menyebabkan mudah berbagai jenis tanaman mudah tumbuh. Jenis tanah gambut juga merupakan media yang baik untuk tumbuhnya berbagai macam tanaman karena kandungan bahan organik yang cukup lengkap.

Jenis tanaman yang variasinya paling banyak yang ditemui di hutan-hutan Kalimantan Barat adalah tanaman buah dan tanaman daun. Variasi beragamnya tanaman buah dan daun yang ada tersebut juga diikuti dengan beragamnya kandungan senyawa aktif yang bermanfaat bagi manusia.

BPTP Kalbar pada tahun 2017 berhasil mendokumentasikan beberapa buah lokal yang ditemukan di beberapa tempat di hutan Kalimantan Barat, yaitu: Tampoi, Durian jarum mas, Pekawai/Empakan (Durio kuteijeinsis), Belimbing darah, Mentawak (Artocarpus rigidus), Lengkuis/lengkeng local (Dimocarpus sp.), Kemayau, Puak (Baccaurea sp), Mawang (Mangifera sp.), Durian serumbut, Bekoli (Nephelium sp.), Kerawit/terotong (Durio sp), Bawang dayak, Peluntan (Artocarpus sp.), Asam raba (Mangifera sp.)

Berbagai buah lokal tersebut sebagian besar mempunyai rasa asam segar, ada juga yang mempunyai rasa manis. Komposisi nutrisi buah-buah lokal tersebut sebagian besar banyak mengandung vitamin, mineral, dan antioksidan. Sebagai contoh, buah rambai (Baccaurea motleyana) mempunyai komposisi nutrisi seperti tercantum pada Tabel 1.

Tabel 1. Komposisi nutrisi buah rambai

Komponen  Kandungan

Total gula              4,42 %

Keasaman            2,1 %
Kadar protein       5,5%
Vitamin C           178 mg/100 g
Kalsium              169 mg/100 g
Natrium              137 mg/100 g
Fosfor                177 mg/100 g
Fe                      100 mg/100 g

Dengan komposisi seperti itu, terlihat bahwa buah lokal Kalimantan Barat mempunyai potensi sebagai sumber vitamin dan mineral yang cukup baik. Selain itu analisis kimia pada buah-buahan lokal Kalbar juga menunjukkan bahwa terdapat potensi sebagai sumber senyawa flavonoid dan polifenol yang dapat berguna sebagai antioksidan. Sebagai contoh, daun pakis atau dikenal juga dengan nama daun kelakai (Stenochlaena palustris) mengandung total polifenol 51,69 mg/g; flavonoid 58,05 mg/g; dan asam hidroksinamat 48,8 mg/g. 

Antioksidan merupakan senyawa yang mempunyai banyak kegunaan dalam metabolism tubuh manusia, karena antioksidan dapat meredam radikal bebas yang masuk dalam tubuh. Radikal bebas merupakan senyawa berbahaya yang tidak boleh terakumulasi dalam tubuh manusia. Keberadaan radikal bebas dalam tubuh harus sedikit demi dihilangkan dengan mengonsumsi bahan makanan yang mengandung antioksidan.

Dengan komposisi nutrisi kaya vitamin, mineral dan antioksidan, buah-buahan lokal Kalbar tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan yang digemari masyarakat luas seperti sirup, selai, atau jelly. Cara pembuatannya cukup sederhana sehingga mudah untuk diaplikasikan dalam skala rumah tangga. Jika buah local Kalbar dapat diolah menjadi produk pangan dengan masa simpan lama, maka merupakan produk pangan tersebut dapat berpotensi digunakan sebagai makanan oleh-oleh khas Kalimantan Barat.

Namun selama ini pemanfaatan buah lokal Kalbar ini belum dapat dilakukan dengan baik. Berdasarkan pengalaman pemanfaatkan buah local sebagai produk pangan, ada beberapa kendala yang dihadapi antara lain:

1) lokasi tanaman tersebar pada beberapa lokasi yang berjauhan;

2) musim buah tidak kontinyu, sehingga tidak bisa diprediksi waktu panennya;

3) total produksi terbatas. Dengan adanya beberapa kendala tersebut, maka selama ini buah lokal hanya dikonsumsi secara langsung tanpa peningkatan nilai tambah menjadi suatu produk pangan yang lebih tahan lama. 

Untuk meningkatkan pemanfaatan buah lokal Kalbar menjadi produk pangan yang digemari masyarakat,  diperlukan sinergi antar institusi terkait untuk dapat melakukan langkah-langkah awal seperti pendataan dan dokumentasi jenis buah-buah lokal Kalbar, dilanjutkan dengan usaha untuk penanaman kembali tanaman-tanaman yang potensial untuk dikembangkan. Kekayaan alam yang telah dianugerahkan Tuhan seharusnya menjadi nilai tambah bagi daerah Kalimantan Barat yang mempunyai kekhususan iklim ini. Semoga.

*) Dosen Prodi Ilmu dan Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura