Menelisik Karya Para Jawara Rima

Menelisik Karya Para Jawara Rima

  Selasa, 28 Agustus 2018 09:25

Berita Terkait

BERBICARA tentang puisi, sering kali pembaca merasa seperti disihir. Banyak bait-bait yang mengandung makna mendalam, bahkan berdekatan dengan pribadi maupun yang sedang dialami pembacanya. Meski, harus bersaing dengan novel cinta dan fiksi, kumpulan dari beberapa karya puisi (antologi puisi) masih tetap diminati, termasuk pula ketiga sobat Z Pontianak ini. (ghe)

Jadi Inspirasi Karya Sendiri 

Devita (@petangmu)

Sukarelawan Pustaka Rumah Aloy

“Saat membaca buku berjudul ‘Untuk Michael’ aku langsung tertarik untuk menyelam lebih dalam pada setiap sajaknya. Buku puisi ini ditulis oleh Herlina, seorang penulis perempuan asal Kalbar. Puisi yang ditulis oleh Kak Herlina ini menghadirkan banyak metafora pada setiap judul puisinya, bahkan di setiap judul puisi ada terdapat gambar yang mewakili puisi tersebut. Puisinya nggak rumit dan nggak terlalu panjang.

Buku ini cocok untuk pembaca puisi pemula. Kita bisa menemukan banyak makna dan kosa kata yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Ada banyak puisi yang menjadi untuk puisiku, seperti puisi yang berjudul ‘Perpustakaan’, memperlihatkan betapa puisi Kak Herlina itu sederhana namun maknanya begitu dalam. Hal inilah yang membuat aku semakin semangat untuk menulis puisi dari kalimat sederhana bermakna luar biasa. Seperti karyaku yang berjudul ‘Secangkir Rindu untuk Bujang’.

Merasakan Keabadian Penulis

Gunawanisi (@gnawan20) 

Penulis Buku Puisi Perempuan Sehabis Hujan

“Jika bicara soal puisi, maka bicara soal maestro puisi Indonesia, yakni Charil Anwar. Puisi-puisinya menghiasi perpustakaan Indonesia. Aku paling ingat dengan puisi yang berjudul ‘Aku’, bahkan aku hafal isinya. Puisi tersebut menyampaikan sebuah pesan yang begitu dalam. Misalnya kutipan berikut /dan aku lebih tak peduli/ /aku mau hidup seribu tahun lagi/. Secara kenyataan, Charil Anwar memang sudah meninggal. Akan tetapi hadirnya puisi ini membuatnya abadi sebagai penulis dan abadi di ingatan penikmat karyanya.

Aku juga suka membaca puisi penulis asal Kalbar. Misalnya, puisi yang ditulis oleh Shella Rimang. Puisi-puisinya setara dengan puisi penulis hebat lainnya. Shella Rimang sangat piawai bermain diksi yang mengena. Bahkan ia suka menulis puisi yang berkaitan dengan keadaan yang dekat dengan kita. Itulah yang membuat aku suka membaca puisinya.”

Tersihir Diksi yang Dihadirkan

Resi Jesita (@resijesita)

Duta Baca Kalbar 2017

“Aku tersihir pada beberapa karya yakni ‘Melipat Jarak’ oleh Safari Djoko Damono dan ‘Lambung Perjumpaan’ karya Agus R. Sarjono. Untuk antologi puisi karya Safari Djoko Damono aku pernah coba mainkan saat musikalisasi puisi bersama Memory Maji. Kemudian jatuh hati juga dengan kutipan puisi berjudul ‘Diksi-Diksi Kecil Tentang Cinta’. Kutipan ini pernah dibacakan Adipati Dolken di film ‘Hujan di Bulan Juni’.

Sedangkan, antologi puisinya Agus R. Sarjono, selain membaca, aku pernah sempat bertemu langsung. Kita juga menghabiskan waktu berdiskusi. Dari situ aku benar-benar jatuh hati sama pemikirannya. Kata-katanya dan diksinya juga dekat dengan pembaca seperti karyanya yang berjudul ‘Aceh’. Agus R. Sarjono membahas tentang tsunami Aceh dengan mendalam. Membuat pembaca seakan merasakan hal yang sama.”

Berita Terkait