Mencari Trofi Awali Dinasti

Mencari Trofi Awali Dinasti

  Minggu, 25 February 2018 08:30
Pep Guardiola

Berita Terkait

LONDON – Pep Guardiola sudah iri dengan Sir Alex Ferguson yang pernah merintis dinasti di Manchester United. Guardiola pun juga ingin melakukannya bersama Manchester City. Apabila Sir Alex menunggu sampai lebih dari tiga tahun lamanya, apakah Guardiola juga bakal menanti selama itu? 

Padahal ini sudah hampir jadi musim kedua Sang Filsuf jadi tactician City. Setelah gagal di Piala FA apakah kali ini Guardiola menanti lebih lama lagi setelah melaju ke final Piala Liga, menghadapi Arsenal di Wembley, London, malam nanti WIB. ''Kali ini, kami yang mengangkat trofi itu,'' sebut Guardiola, dalam konferensi persnya di Etihad Campus, kemarin WIB (24/2). 

Tak hanya lebih cepat dari Sir Alex untuk meraih trofi pertamanya. Guardiola pun masih berpeluang lebih cepat dari Sir Alex merengkuh treble winners pertamanya. Treble winners-nya Sir Alex datang pada musim 1998-1999 atau 13 tahun setelah dia merintis dinastinya di United. Guardiola? Dia bisa melakukannya cukup dua musim. 

Selain Piala Liga, Guardiola masih memiliki simpanan kans trofi di Premier League dan Liga Champions. Bedanya jika Premier League sudah satu tangan memegang trofi, peluangnya memberi Si Kuping Lebar pertama bagi City masih berjalan sampai di 16 Besar. Guardiola pun kembali mengingatkan anak asuhnya akan petaka di Piala FA, Selasa lalu WIB (20/2). 

Itu setelah Fernandinho dkk disingkirkan klub Championship Wigan Athletic 0-1, dalam putaran kelima Piala FA. ''Delapan bulan kami bersama, dan selama itu pula kami memimpikan  itu (trofi) datang, maka ini kans terbesar untuk mencapai trofi yang pertama, jangan tunda lagi,'' tutur pelatih pengoleksi tujuh piala domestik sepanjang karirnya itu, dilansir Goal. 

Baik di Barcelona atau Bayern Muenchen. Guardiola bermodalkan tren apik di saat klub asuhannya mampu melangkah ke final. Seperti malam nanti WIB. Dari sepuluh kali final, cuma sekali dia gagal menang pada laga final, dan itu terjadi pada Copa del Rey 2010-2011. Andai di laga ini Guardiola bisa melanjutkan tren itu, maka ini jadi trofi Piala Liga ketiga City. 

Yaya Toure pun bisa lebih spesial lagi jika dimainkan. Ini bisa jadi musim terakhirnya di City. Mantan kapten The Citizens itu pun terlibat dari dua kali sukses City juara Piala Liga. Dia jadi satu di antara penggawa City yang tersukses di Piala Liga dengan David Silva dan Vincent Kompany. 

''Jika kalian tanya apa yang saya impikan saat ini, melihat tim ini (City) memenangi satu trofi musim ini sekarang juga,'' ungkap Yaya, dikutip situs African Football. Sepanjang sejarah, City sudah pernah merasakan enam kali final Piala Liga, termasuk malam nanti WIB. Dan, dari enam kali itu, tiga di lima musim terakhir. City memenangi empat dari lima final terakhirnya. 

City hanya gagal saat edisi 1974. Tak cuma dengan Sir Alex. Guardiola harusnya jangan melupakan Arsene Wenger yang membangun dinastinya 22 tahun di Arsenal. Wenger pun lebih cepat dari Sir Alex dalam merengkuh trofi juara pertamanya bagi The Gunners. Guardiola bisa mengikuti jejak Wenger di musim keduanya mampu memberikan trofi juara pertama.

Wenger resmi mengarsiteki Arsenal, 22 September 1996. Entraîneur 68 tahun itu sukses menjuarai Premier League musim 1997-1998. Wenger, dikutip dari situs resmi klub, melempar psywar untuk Guardiola. Menurut Wenger, Guardiola takkan bisa mengikuti jejak suksesnya di dalam merengkuh trofi pertamanya. ''Karena dia (dulu) di Barca, Bayern, dan sekarang di City, klub-klub yang sudah terbaik di Eropa,'' sindir Wenger, dilansir dari London Evening Standard. (ren)

Berita Terkait