Menanam Kratom untuk Sumbang PAD Kapuas Hulu

Menanam Kratom untuk Sumbang PAD Kapuas Hulu

  Rabu, 9 March 2016 10:21

Berita Terkait

Daun Purik (kraton) digadang-gadang sebagai komoditi unggulan yang bisa menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat Kapuas Hulu. Bahkan, Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kapuas Hulu menilai purik bisa menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) terbesar bagi daerah ini.

Mustaan, Kapuas Hulu

PENYEBABNYA, pangsa pasar daun yang bisa digunakan untuk obat-obatan ini cukup besar di luar negeri. Beberapa negara yang sudah melirik potensi daun Purik di Kapuas Hulu, diantaranya Kanada, Cina, Amerika dan Jepang.

“Puring merupakan potensi paling besar di Kapuas Hulu. Potensi ini nyambung dengan predikat Kapuas Hulu sebagai kabupaten konservasi. Pohon purik ditanam, daunnya diambil laku dijual,” tutur Abdurrasyid, kepala dinas perkebunan dan kehutanan Kapuas Hulu, Selasa (8/3) kemarin.

Mantan kepala DPPKAD Kapuas Hulu ini mengatakan, belum lama ini pihaknya sudah melakukan rapat koordinasi bersama unsur forkopimda Kapuas Hulu. Dalam pertemuan yang di hadiri seluruh unsur Forkopimda itu dibahas berbagai hal. Diantaranya peluang pasar keluar negeri dan kandungan yang ada pada daun purik.

“Intinya daun purik aman, tidak ada zat adiktif atau berbahaya,” jelasnya.

Dengan tegas Abdurrasyid mengatakan bahwa, dalam rapat bersama forkopimda sudah disepakati tak ada penangkapan terhadap masyarakat yang menjual dan membeli daun purik. Meskipun hingga saat ini belum ada regulasi terkait tataniaga daun purik.

“Saya minta pada pak polisi jangan nangkap-nangkap daun purik lagi, karena dasar hukumnya belum ada. Biarkan masyarakat berusaha,”kata dia.

Mantan camat Boyan Tanjung ini memastikan jika daun purik bisa dikelola dengan baik, bisa menjadi sumber pendapatan terbesar bagi masyarakat dan sumber PAD terbesar bagi Kapuas Hulu.

“Tanam purik, juga menanam pohon untuk penahan abrasi, karena pohon purik cocok ditanam pada dataran rendah,” katanya. Artinya tanam pohon purik, sama dengan mendukung pelestarian kawasan hutan.

Senada dengan Abdurrasyid, anggota Komisi B DPRD Kapuas Hulu Hairudin meminta kepada Pemda agar mempertanyakan pada pemerintah pusat apakah daun purik legal atau ilegal diperjual belikan.  "Kami tidak mau masyarakat resah dengan status daun purik yang belum miliki kejelasan," katanya.

Sementara potensi daun purik daerah Kapuas Hulu sangat besar bisa menggantikan karet dan emas. Dikatakannya, daun purik bisa jadi andalan penopang perekonomian masyarakat Kapuas Hulu yang saat ini masih mengandalkan karet, tambang emas dan penangkapan ikan air tawar.Mengingat karet saat ini sudah tidak bisa diandalkan lagi. “Tataniaga daun purik harus memiliki legitimasi hukum yang jelas agar masyarakat tak resah dalam bertani purik dan tak diburu-buru aparat,” tutur polisi PAN ini.

Bahkan Hairudin mengaku Komisi B DPRD Kapuas Hulu akan menggelar rapat koordinasi dengan dinas instansi terkait. “Kami ada rencana akan mengadakan rapat kerja dengan mengundang SKPD untuk membicarakan purik," katanya. Untuk legalitas, usaha purik dapat dibuatkan Perdanya, purik berpotensi dapat menyumbang PAD bagi Kapuas Hulu ini, selama ini daun purik dijual keluar negeri.

 “Sangat di sayangkan kalau potensi daun purik tidak dimanfaatkan untuk penghasilan masyarakat dan sumber PAD daerah,” jelasnya. Karenanya, Pemda harus perjelas sisi hukumya serta adakan uji laboratorium untuk memperjelas apakah daun aman atau tak diperjualan belikan. Sementara, Ketua Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Kapuas Hulu, H. Muhsin juga mendukung tata niaga purik.

Untuk itu ia meminta pemerintah segera memperjelas status hukum daun purik, jika sudah jelas bisa dibantu pemerintah untuk pembudidayaannya, melalui dinas terkait."Kalau barang itu jelaskan enak, nanti bisa dibuat kelompok tani purik, diberikan bantuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani Kapuas Hulu," katanya. Jika tidak jelas, yang dirugikan adalah masyarakat petani Kapuas Hulu sendiri.

Dikatakan, jika status jelas dan tidak melanggar hukum maka semua pihak wajib mendukung serta mendorong budidaya purik agar menjadi salah satu komoditi andalan hasil hutan bukan kayu (HHBK) di Kapuas Hulu. Karena pohon purik tidak tubuh disemua daerah di Kalbar, hanya di Kapuas hulu. "Jangan biarkan persoalan purik berlarut-larut kasihan masyarakat yang berusaha,” ungkapnya.(*)

Berita Terkait