Menag: Rangkul Pengikut Gafatar

Menag: Rangkul Pengikut Gafatar

  Kamis, 3 March 2016 08:36
Menteri Agama Lukman Hakim

Berita Terkait

PONTIANAK - Menteri Agama  Lukman Hakim Saifuddin menginstruksikan jajaran Kementerian Agama termasuk di Kalimantan Barat untuk merangkul anggota Gerakan Fajar Nusantara di wilayahnya. Keberadaan anggota organisasi masyarakat tersebut juga menjadi tugas pemuka agama untuk membimbingnya.

“Kementerian agama harus menginstruksikan kepada jajarannya jangan mengucilkan mereka (anggota Gafatar),” ujar Lukman di Hotel Aston Pontianak, Rabu (2/3).Lukman menjelaskan pihaknya bekerjasama dengan sejumlah kementerian dan lembaga dalam mengkaji keberadaan Gafatar. Gafatar merupakan organisasi masyarakat. Mereka merupakan perubahan bentuk dari faham keagamaan yang memiliki tujuan tertentu. Faham tersebut bertentangan dengan faham Islam dan ideologi negara.

“Kementerian Dalam Negeri juga menyatakan ini (Gafatar) ilegal. MUI juga mengeluarkan fatwa bahwa mereka sesat,” jelas Lukman.Lukman juga mengimbau seluruh masyarakat untuk merangkul dan menerima keberadaan anggota Gafatar di lingkungannya. Anggota Gafatar tersebut harus dibimbing dan dibina agar kembali memahani faham keagamaan yang benar.Berkenaan dengan ribuan anggota Gafatar yang dipulangkan dari Kalbar, Lukman menyatakan sudah ditangani dengan baik. Mereka ada yang sudah dikembalikan ke daerah masing-masing. “Alhamdulillah sudah diatasi,” kata Lukman.

Gubernur Kalimantan Barat, Cornelis mengatakan kerukunan umat beragama di Kalbar harus dijaga dengan menetapkan pilar demokrasi. Pilar ini terdiri atas kebebasan, toleransi dan pranata hukum.“Waspadai aliran radikal, separatis, jangan mudah terpancing. Semua pihak harus berpikir rasional, tidak ada iri dengki, tidak ada adu mengadu,” ujar Cornelis belum lama ini.

Kedatangan Gafatar di Kalbar membuat resah masyarakat Kalbar. Mereka datang ingin menguasai masyarakat di Kalbar dan ingin membuat negara dalam negara. Mereka berupaya memanfaatkan kondisi masyarakat Kalbar yang mudah diadu domba. “Mari  kompak membangun negeri ini,” kata Cornelis.Bupati Landak, Adrianus Asia Sidot mengimbau masyarakatnya harus memperhatikan lingkungannya. Sikap peduli terhadap lingkungan ini dapat mencegah terjadinya tindak kejahatan, termasuk di Landak.“Gafatar ada masuk di Landak yakni sebanyak 61 kepala keluarga. Tetapi sudah dipulangkan semua,” ungkapnya. (uni)

Berita Terkait