Mempawah Terancam Bencana Hidrometerologi

Mempawah Terancam Bencana Hidrometerologi

  Sabtu, 29 December 2018 09:23
ANGIN KENCANG: Cuaca ekstrem diprediksi akan menerjang sejumlah pesisir pantai Kabupaten Mempawah.

Berita Terkait

BPBD Ungkap Ketinggian Gelombang Lebih Tiga Meter

Cuaca ekstrim hingga ancaman bencana di sejumlah wilayah pada penghujung tahun 2018 ini juga berpotensi terjadi di pesisir pantai Kabupaten Mempawah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mengimbau masyarakat agar mewaspadai potensi gelombang tinggi dan ancaman bencana hidrometerologi.

Wahyu Izmir, MEMPAWAH

DARI prediksi BMKG, wilayah pesisir Kalbar termasuk Kabupaten Mempawah sangat berpotensi terjadi angin kencang dan gelombang tinggi. 

‘’Periodenya hingga penghujung tahun 2018 ini,” ungkap Kepala Bidang Penanggulangan Bencana, BPBD Kabupaten Mempawah, Didik Sudarmanto kepada Pontianak Post, Jumat (28/12) sore.

Didik menyebut, potensi angin kencang yang menerjang wilayah pesisir Kabupaten Mempawah memiliki kecepatan yang cukup tinggi yakni antara 20-45 km per jam. Maka, masyarakat diminta mewaspadai ancaman tersebut.

 “Begitu pun dengan potensi gelombang tinggi di laut natuna. Perkiraan ketinggian gelombang bisa mencapai 1-2 meter. Bahkan, pada beberapa wilayah pantai tertentu bisa mencapai lebih dari 3 meter,” paparnya.

Tak hanya itu, masih menurut Didik, BMKG juga memprediksikan curah hujan diwilayah Kabupaten Mempawah hingga penghujung tahun ini antara 30-60 mm. Artinya memiliki anomali negatif, karena lebih rendah dari normal.

 “Kondisi itu menyebabkan, curah hujan di wilayah pesisir lebih rendah dibandingkan daerah perhuluan,” sebutnya.

Karena itu, Didik mengimbau seluruh masyarakat Kabupaten Mempawah agar waspada dan berhati-hati terhadap kondisi cuaca di akhir tahun 2018 ini. Terutama pada masyarakat yang bermukim dilingkungan pesisir pantai dan daerah langganan banjir.

 “Intinya kita minta masyarakat waspada terhadap gelombang tinggi dan angin kencang. Karena, situasi cuaca ini dapat mengakibatkan terjadinya becnana hidrometerologi seperti, banjir, angin puting beliung dan tanah longsor,” katanya.

Lebih jauh, BPBD Kabupaten Mempawah juga menghimbau masyarakat nelayan tradisional daerah itu agar lebih meningkatkan kewaspadaan saat melaut. Potensi gelombang tinggi dan angin kencang dapat membahayakan keselamatan nelayan saat melaut.

 “Terlebih nelayan, kita himbau agar ekstra hati-hati. Waspada terhadap gelombang tinggi di wilayah laut natuna,” ujarnya.

Meski demikian, Didik berharap agar potensi cuaca ekstrim ini tidak terjadi dan menerjang lingkungan masyarakat di Kabupaten Mempawah. Apalagi hingga menimbulkan kerusakan dan kerugian bagi masyarakat.

 “Kita semua berharap agar Kabupaten Mempawah senantiasa aman dari segala macam bentuk ancaman dan potensi bencana. Mari kita perbanyak berdoa memohon keselamatan dan dijauhkan dari musibah serta bencana. Dan yang terpenting, selalu waspada dan berhati-hati,” tukas Didik. (*)

Berita Terkait