Melirik Aktivitas Warga di PLBN Badau

Melirik Aktivitas Warga di PLBN Badau

  Sabtu, 5 January 2019 10:39
ANGKUT SAWIT: Puluhan truk pengangkut minyak sawit mentah saat melintasi PLBN Nanga Badau, beberapa bulan lalu. Dalam setiap hari, truk-truk milik Malaysia itu mengangkut CPO dari perusahaan kelapa sawit di Kabupaten Kapuas Hulu.

Berita Terkait

Sepanjang 2018, 49.617 Orang Pelintas 

PUTUSSIBAU – Sepanjang tahun 2018, tercatat sekitar 49.617 orang melintasi Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Badau. Hal tersebut diungkapkan Kepala Sub Seksi Teknologi Informasi, Intelijen, dan Penindakan Keimigrasian, Kantor Imigrasi Putussibau, Angga Adwiyantara.

Diungkapkan Angga bahwa pihaknya menerima laporan terhadap pengawasan keluar masuk pemengang paspor dan PLB tersebut hanya di PLBN Indonesia - Malaysia di Kecamatan Badau. Diungkapkan dia, dari 49.617 orang pelintas keberangkatan di PLB Badau tersebut terdiri dari Warga Negara Indonesia (WNI) pemegang paspor sebanyak 18.701 orang dan pemegang PLB sebanyak 19.127 orang. Sedangkan Warga Negara Asing (WNA) pemegang paspor, menurut dia, sebanyak 10.205 orang dan pemegang PLB sebanyak 1.584 orang. Sementara untuk data kedatangan di PLB Badau, diungkapkan dia sebanyak 49.387 orang terdiri dari WNI, di mana pemegang paspor sebanyak 18.335 orang dan pemengang PLB sebanyak 18.884 orang. Sedangkan untuk kedatangan orang asing, dia menambahkan, pemengang paspor sebanyak 10.570 orang dan pemegang PLB sebanyak 1.598 orang.

“Kami terus berupaya melakukan pengawasan serta pelayanan baik kepada orang asing mau pun warga negara Indonesia yang berkaitan dengan keimigrasian,” ucap Angga.

Sepanjang tahun 2018 ini mereka menerbitkan sebanyak 3.859 buku paspor. “Sepanjang tahun 2018, kami dari Kantor Imigrasi Kelas III Putussibau sudah menerbitkan sebanyak 3.859 buku paspor,” katanya, kemarin di Putissibau. Pihaknya juga melakukan pengawasan terhadap 35 orang asing yang bekerja di Kabupaten Kapuas Hulu. “Sedangkan untuk orang asing, kami terus lakukan pengawasan terutama aktivitas orang asing di Kapuas Hulu,” tegas Angga.

Dikatakan Angga, pihaknya juga melakukan penundaan penerbitan paspor terhadap 45 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal daerah setempat pada tahun 2018 lalu. “Kami terpaksa menunda perbitan paspor untuk 45 pemohon karena terindikasi TKI nonprosedural,” terangnya.

Dijelaskan Angga bahwa 45 pemohon paspor yang merupakan TKI asal Kapuas Hulu itu, tidak menyertai rekemondasi dari Dinas Tenaga Kerja. Selain melakukan penundaan penerbitan paspor, selama tahun 2018, mereka juga telah melakukan deportasi (pemulangan) WNA asal Malaysia. 

Sementara berdasarkan data PLBN Nanga Badau, selain pelintas, setidaknya ada beberapa komoditas yang juga melakukan ekspor langsung melalui Pos Lintas Batas Negara tersebut. Sepanjang 2018 (Januari – November), untuk ekspor minyak sawit mentah sebanyak 16.191.000 kilogram, ikan segar sebanyak 2 ribu kilogram, dan komoditas ikan hidup, 8 ribu ekor. (arf)

Berita Terkait